Showing posts with label fast food. Show all posts
Showing posts with label fast food. Show all posts

May 1, 2014

Tak Nyaman karena Tak Dapat Dilupakan

Sebenarnya sudah tergesa pulang sore itu namun perut lapar membuat saya mampir ke sebuah Kopitiam. Waktu Magrib masih lebih dari sejam lagi, cukup bagi saya untuk mencapai rumah dengan memakai mrt/bus. Langsung saya memutuskan untuk memesan menu andalan di sebuah gerai makanan Jepun: salmon and chicken teriyaki set. Saat akan membayar, sang kasir wanita bertanya apa saya memiliki kartu langganan. Seingat saya memang ada tapi sudah lama tak memakainya. Cari cari sebentar, bertemu juga terselip di dompet. Bayar pakai kartu, lumayan diskon 10% dari harga resmi $5.80.

Saat menanti pesanan siap, saya pergi ke gerai minuman yg ada di tengah kopitiam tsb. Ada sekitar lima orang antri, melirik ke sekeliling, ternyata di dekatnya ada mesin otomatis untuk isi ulang (top-up) kartu langganan. Dalam hati saya berujar, nanti akan mampir mengecek kartu ini. Saya cek kartu sambil menenteng ice-tea-tarik, . Benar saja, kartu sudah expired sejak dua tahun lalu, alhamdulillah masih dapat terpakai :-) Namun anehnya tertera saldo (balance) $5.37 di monitor, persis angkanya dengan struk pembayaran makanan Jepun  tadi.

Hah .. koq bisa. Lalu saya cek struk pembelian minuman yg sudah agak lecek di tangan, nah ini pun tak membantu. Saat menerimanya tadi saya tak perhatikan, ternyata kasir asal saja memberikan struk orang lain ke saya :-(

Mar 14, 2013

Home Burger: No Junk, No Zionist, but No Fast

Roti kepit isi daging ini selalu dapat julukan makanan cepat yang jorok.
Apalagi dgn memanggul nama MCD nasibnya jadi lebih buruk krn dicurigai sbg pendukung aksi Zionist since the owner and largest shareholders are Jews.

Bgm dgn burger pakcik Ramli yg stand nya selalu nongol di pasar malam atau expo makanan ?
Merk, pekerja, dan material lokal, tapi sisi junk nya tetap melekat.
Siapa tahu itu minyak yg dipakai menggoreng beef atau chicken patty sudah daur ulang berapa kali.
Belum lagi roti dan sayurannya sudah berhari-hari berkurang kesegarannya, chilli sauce, mustard yang mengandung pewarna, pengawet, msg :-)

Alhamdulillah istri boleh buat sendiri di rumah.
Sesuai judul: no junk, no donation for zionist (sure!)
Namun development time nya saya akui lama.
Padahal chicken patty sudah diganti chicken/turkey slice segar yg tinggal diselipkan tanpa harus digoreng lagi. Tambahan lainnya seperti lettuce, tomat, zucchini, cheddar slice ... tergantung stok yg ada di kulkas.
Sebagai penyedap, roti nya dipoles mayonnaise dan chilli sauce.

Hmm ... komplit sudah, super sehat insya Allah.
Selain lama persiapannya, bahan-bahan premium tadi perlu biaya yg lebih besar.
Ya roti, sayuran nya, mayonnaise, daging segar tipis dari Zac-meat, dll.
Tak mungkin dijual dengan harga 3 dollar sebuah.
Apalagi kl dihitung intangible cost (kegusaran hati) mendengar bayi-bayi yg sudah tak sabar (baca: teriak, menangis) karena kelamaan ditinggal mama nya di dapur.

Ditanggung kenyang, makan satu cukup utk jatah makan siang hari kerja.

Mengantar nenek dan kak Sendi pulang kampuang (T1: Feb 2013)

Taklah mengherankan jika resto cepat saji macam MCD itu tetap bakal eksis meski kutukan badai deras padanya :-( Ia selalu bakal dicari terutama di tengah kota yang umatnya selalu
bekerja bergantian dalam 24 jam 7 hari semingu ini.

It is Home Burger from my lovely wife, DuoS mother:
A Premium Quality but No Fast.
Semoga Allah Swt selau merahmatimu !

Jan 5, 2012

Makanan Haram kepada Umat Beragama Lain


Diawali sebuah status di FB kawan yg menanyakan apa hukumnya seorang muslim memberikan makanan haram ke sahabatnya yg non-muslim bermunculanlah tanggapan ramai di dinding beliau. Saking riuhnya adu pendapat di lahan fiqh, terpaksalah konteks pertanyaan diperjelas: bahwa benda yg dihadiahkan adalah makanan/minuman HARAM. Kasus ini sering ditemukan saat seorang muslim menerima hadiah/oleh-oleh/bingkisan dimana di dalamnya tercampur produk yg jelas haram dari daftar bahannya.

Untuk yg HARAM jawabannya sudah jelas JANGAN !. Termasuk juga uang haram ya, misalnya hasil korupsi dibagi-bagi he..he.. Ilmu ini saya dapatkan pertama kali dari istri. Ok, setuju ...  dan saya lengkapi juga jangan berikan sesuatu yg tidak baik (ghayru thayyiban). Krn memberi makanan basi, berjamur, fermentasi, atau sudah kadaluarsa adalah berbahaya bagi kesehatan manusia dan ... juga hewan. Jadi kami himbau untuk tidak memberi makanan hewan di sekitar dengan makanan yg mengandung alkohol, basi atau kadaluarsa ! Mereka bukan bakteri yg mampu menguraikan sampah/sisa makanan.

Nah bagaimana dengan sesuatu yg masih syubhat atau ragu-ragu ? Di Indonesia atau di negeri-negeri minoritas muslim terdapat banyak makanan siap saji / instan (kue, coklat, mie, softdrink dll) yg tidak memiliki LOGO halal. Konsumen non-muslim tidak peduli dengan logo tsb, asalkan produk baik dan belum kadaluarsa mereka akan mengkonsumsinya, dan tak terjadi apa-apa :-) Oleh karenanya menurut saya tidak ada keraguan untuk memberikannya. Apalagi jika sudah ditanyakan kepada  (email/telp) pihak pembuatnya untuk konfirmasi ingredients yg dipakai (mis. coloring/flavour agent, oil, lecithin, emulgator (E- code), gelatin, dll) dan kesimpulannya AMAN dari bahan-bahan non-halal, insya Allah kita (muslim) pun dapat memakannya.

Terlepas dari logika berpikir yg saya terapkan di sini, ini adalah wilayah fiqh, tiap ulama dapat memiliki pendapat / alasan (hujjah) yg berbeda. Spt pendapat ust Ahmad Sarwat yg saya pernah kutip bahwa " ... akan tetap ada mereka yg berpendapat bahwa selama belum ada fatwa tentang keharaman sebuah produk, kita tidak mungkin memvonisnya sebagai haram.".

Semoga bermanfaat dalam hubungan antar umat beragama. Tidak mencampuradukkan yg sudah jelas haram dan merugikan kesehatan serta jangan pula mubazir krn kealpaan kita.



Dec 21, 2011

Coklat Murah, Halal

Hari-hari mendekati akhir tahun masehi, toko-toko kue dan supermarket berlomba menghadirkan nuansa coklat dihiasi pernak-pernik warna-warni yg sepertinya dapat dimakan namun tak semestinya enak. Coklat hadir sebagai isi atau hiasan kue, peneman aiskrim atau minuman lain, ataupun dijual dalam bungkusan sebagai coklat batangan.

Menarik dari riset sendiri, ternyata dari beratus jenis coklat yg dijajakan di toko/supermarket/airport ternyata yg murah itu banyak yg HALAL. Murah bukan berarti mereknya tak dikenal dan juga bukan berarti rasa tak enak. Setidaknya menurut selera saya orang Indonesia yg sudah hobi mengunyah coklat 30 tahunan lebih :-)  Di Indonesia tentu saya kenal merek SilverQueen, VanHouten, dan Ceres, sementara di sini kenal juga Cadbury, Hershey, Kitkat, Delfi, dll yg sudah pegang logo halal. Bbrp tahun ini masuk juga produksi Malaysia yg dikemas premium dengan kualitas baik dan halal pula.

Saat tinggal di Jerman dulu, sukar mencari logo halal pada bungkus coklat. Langkah umum yg dilakukan para pemakan coklat yg berhati hati adalah dgn mencek komposisi bahan (ingredient)/zutaten) -- apa dibuat dgn soya lecithin, tidak ada kandungan wine, emulsifier (E-xxx) nya masuk daftar aman, dll -- dan juga dapat dicek di internet atau telp langsung produsen coklat di hotline mereka. Menarik saat berpusing-pusing di tanah suci, coklat di sana tetap dijual meski banyak merek tanpa logo halal. Namun saat itu kami ber husnudzan saja bahwa semua produk yg dijual di sana halal. Lagian ke tanah suci memang bukan utk makan coklat :-) Di negeri yg mayoritas konsumennya adalah vegetarian, coklat-coklat yg "aman" adalah yg bertanda lingkaran hijau alias cocok utk orang vegetarian, meski hati-hati juga krn alkohol itu pun lulus lingkaran hijau.

Kembali ke ide awal tulisan, apakah yg murah itu tak enak ? Hmm ... sulit juga jawabnya, jujur saya pernah makan coklat-coklat yg katanya mahal beberapa kali (tentunya setelah memastikan bahan pembuat nya aman) koq  tak ada beda rasanya. Alhamdulillaah, selama lidah saya tak mampu membedakan berarti tak perlu berkecil hati, krn memang semuanya tergantung persepsi individu dan bukan gengsi.
Huh ... hari gini makan coklat demi gengsi dan gaya hidup, Please deh ...
Coklat oleh-oleh yg mampir di meja saya kini lebih sering dihibahkan ke teman-teman seruangan. Rezeki mereka lah ... Memang gratis, namun saya punya simpanan yg halal di laci meja :-) Ada bbrp jenis coklat dari Swiss justru lebih cepat lumer di luar kulkas (temperature shock dibawa ke negeri tropis). Nah jika sebagai orang dewasa (atau orang tua) kita bisa melakukannya, ajarkan pula hal tsb pada anak-anak alias generasi muda. Jangan karena oleh-oleh dari luar negeri atau gratis diberi teman, mereka dengan gembira melahap coklat yg belum tentu halal tsb. Minimal ajari mereka cara memeriksa kandungan isinya.

*****

Menjelang libur nasional yg dialami mayoritas negara di dunia sebentar lagi, ada pertanyaan, bolehkah seorang muslim mengucapkan salam bagi nabinya, Nabi Isa a.s, dengan ucapan yg beliau sendiri haturkan (difirmankan Allah SWT dalam Qs. Maryam 33): "Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali" (Peace on me the day I was born, and the day I die, and the day I shall be raised alive). Menurut saya jelas boleh. Salam selamat atau doa ini boleh diucapkan kapanpun. Hanya saja dalam praktek selama ini tidak ada orang yg tulus datang bersalaman hanya untuk mendengarkan doa panjang begini. EGP pikirnya, "tahupun tidak aku arti MC itu" ! :-)


Oct 27, 2011

Play, Pray, ... Pay

  1. Ada play area untuk anak-anak bermain bola
  2. Ada prayer room untuk muslim dan staf toko yang ingin menegakkan shalat.
  3. Dan yang pasti pengunjung perlu pay untuk produk yg akan dibawa pulang dan wisata kuliner di lantai atas.

Salut untuk prayer room IKEA Singapore, ruang shalat sejak area terbesar di Tampines ini dibuka lima tahun lalu. Ruang shalat mungil yg bersih disertai tempat wudhu yg nyaman. Tak perlu cemas untuk melanjutkan mencari lemari buku yg sesuai atau mencoba sofa yg empuk sesuai anggaran. Mushalla ini juga mudah dikunjungi bagi para pengunjung yg sedang berbelanja di waralaba elektronik Courts atau hypermart Giant yg terletak di kompleks yg sama.




Bicara wisata kuliner di IKEA, seorang rekan kerja saya yg berasal dari Swedia mengatakan bahwa bisnis makanan IKEA adalah salah satu income terbesar dari bisnis mereka. Tak ada satupun gerai IKEA tanpa restoran ! Harganya wajar dan menu yg standard dari orang dewasa hingga anak-anak.

Niat awalnya hanya mau cari keset seharga $6 namun "terpaksa" mampir dulu untuk beli Swedish meatballs $5.40 dan segelas minuman lunak $1 he..he... maklumlah yang dicari memang keset namun pengunjung harus menggoyang betis sejauh ularnaga panjangnya di warehouse full-AC yg berpemandangan menarik tsb. Ujung-ujungnya letih lapar, sementara di etape terakhir kebelet pula ke toilet ... tanpa sadar tergoda aroma dari restoran IKEA pula. Memang sudah disengaja, jalur menuju toilet umum dan check-out (kasir) / pintu keluar itu harus melalui restoran  :-) Di akhir pekan atau hari libur umum, selalu ramai, tiap jam rata-rata ada 500 penikmat kuliner di sana (minimal). Asumsi saja satu orang menghabiskan $5 berarti tiap jam cash register mereka menerima $2500 khusus dari bisnis ini. Bahkan ada yg menjadikan IKEA ini bagian dari hiburan dan makan keluarga di akhir pekan. Mengintip menu yg paling banyak dipesan adalah baso swedia dan sayap ayam goreng dan keduanya terletak di HALAL line !

Alhamdulillah dan sekali lagi salut untuk IKEA Singapura dgn fasilitas shalat dan menu halal ini.

*foto mandi bola dari sini.




Apr 7, 2011

Teh Tarik Ternikmat 2010

Kaki pegal berjalan menelusuri lorong-lorong sempit di kota ini. Mata letih yg terpaksa mengalah saat disapa semburat sinar matahari sore seusai shalat Jumat tadi. Punggung pun kian berat menopang badan yg berkeringat dirongrong turunnya persediaan kalori.

Sudah hampir dua jam saya berjalan, merekam keunikan tiap sudut di pusat sebuah kota tua yg bermetamorfosa menjadi magnet perusahaan2 teknologi kelas dunia. Menapaki pusat keramaian tradisionil bernama pasar KR, yang hingga hari ini masih ramai dikunjungi. Toko-toko material dan kelontong yg mayoritas dihuni peniaga muslim telah menempati daerah ini lebih dari seabad yg lalu. Sementara wanita-wanita Hindu bertelanjang kaki dan perut mendominasi perdagangan sayur mayur dan buah-buahan sejak pagi gelap tadi. Bukan sekali dua kali saya terjebak dengan simpang siurnya manusia, gerobak, auto (bajaj) dan penghuni berkaki empat yg setia ... sapi-sapi berbadan tegap baik besar atau kecil yg dibiarkan memamah apa saja yg ia suka di jalan2 di sekeliling pasar tsb.

Lapar dan dahaga terus mengusik minta diperhatikan. Alhamdulillah bertemu kedai saudara seiman yg menjual teh, susu, dan roti di sebuah lorong yg berhampiran dengan sebuah masjid kecil. Kedai sempit dengan beberapa meja dan kursi kayu berukuran mini cukup melegakan hati ... dan kaki. Alhamdulillah rehat sejenak ternyata mampu mengisi ulang tenaga dan mengembalikan semangat untuk kembali berjalan menuju Jalan Punya Tuhan (Godown Street), itu benaran namanya :-). Hanya segelas teh tarik panas dan sekeping roti, total Rs 9 alias Rp 2700. Namun nilainya saat itu sungguh priceless ! Pas susunya, gurih rotinya. Koki paling hebat di dunia itu bernama LAPAR :-)





Dan tak ketinggalan foto kasir toko dan rak anget roti (bun) nya. Bayar sesuai pesanan dan ia akan menyerahkan token (semacam koin plastik kecil berwarna) yg nanti akan ditukarkan dgn menu yg dipesan di dapur.

Jan 2, 2011

Memakan DOSA

Kalau ada dosa yang membuat ketagihan, inilah dia. Makanan khas di India Selatan ini memang menyeramkan namanya saat pertama kali kami lihat di Little India. Selama di Singapura tidak pernah saya coba karena masih banyak yg lebih enak dibandingkan tepung kaya karbohidrat ini. Namanya pun tidak umum di Singapura/Malaysia karena pedagang di sini lebih senang memakai istilah Thosai. Mungkin karena persamaan ejaan yg bukan kebetulan dengan istilah dosa yg dikenal dalam rumpun bahasa Melayu. Dari segi pengucapan, --sa-- dilafazkan sebagai --sya-- dengan syin fathah (baris atas)dalam huruf hijaiyah :-)

Namun saat bertugas di India, makanan ini sempat menjadi favorit karena simpel dan murmer. Tak terlalu mengenyangkan dibandingkan menu nasi briyani. Hanya saja dosa ini amat ditentukan kegurihan tepung yg dipakai dan kuah-kuah yg menemaninya. Kalau rasa kuahnya tak pas dengan lidah Indonesia, alamat merana hingga dosa ini habis.

Dosa pun hadir kini dengan beragam modifikasinya. Tapi tetap ia menu umum di kedai-kedai vegetarian. Menurut saya rasanya sama saja dan tentu kuah yg disajikan. Cara memakannya? terserah, demokrasi sebagaimana makanan2 India lainnya, - mau disobek langsung masuk mulut, dicelupkan ke kuah, disiramkan kuahnya, digulung bersama bawang/kentang/sayuran lain, apapun juga ok. Nikmatnya ditemani minuman yg sejuk macam badami (yoghurt cair) atau yg hot semacam teh tarik jikala memakannya di malam hari. O..ya di sebelah kanan atas sebenarnya adalah modifikasi dosa yg lebih tebal, dikenal dgn nama Uttapam, semacam kue serabi di negeri kita.

Daftar harga dari dosa-dosa. Menu di sebelah kiri lebih murah, ini tipikal harga di kedai-kedai tepi jalan di luar kota. Sementara di sebelah kanan jauh lebih mahal karena dijual di mall yg ramai dikunjungi pegawai kantor.

Dec 31, 2010

Produsen Bijak


Ini namanya melindungi konsumen. Memberi konsumen jaminan bahwa dapur dan cara kerja mereka benar2 profesional untuk melayani dengan baik dan benar. Siapa sangka KFC, resto cepat saji yg populer dengan produk ayam ini, mampu bertahan dan terus berkembang cepat di India sejak 1996. Sebuah negeri yg lebih sepertiga warganya adalah penganut vegetarian (V) yang taat: mayoritas adalah Lacto-V (vegetarian yg juga mengkonsumsi dairy product juga seperti susu, yoghurt, keju), Ovo Lacto-V (dairy product + telur), ataupun murni vegan (hanya sayuran dan buah).

Jelas saja menu ayam tetap dominan (yg katanya halal, meski kontroversial), namun mereka menyajikan menu2 vegetarian. Menu non-ayam ini sama renyah dan gurihnya. Maklum lah yg penting crispy itu kan kulit luarnya yg diracik dan digoreng dengan minyak nabati dan racikan 11 bumbu rahasia yg sama. Intinya pemisahan yg jelas utk keamanan dan kepuasan konsumen. Tanda lingkar kecil hijau atau merah adalah sebuah kesepakatan umum yg ditaati produsen makanan dan minuman, restoran, hotel di India. Bahkan telur pun dikategorikan lingkar merah.

Vegan saja punya hak untuk ini, kita sebagai muslim pun berhak meminta deklarasi kehalalan yg jelas dari tiap produk yg dijual di Indonesia tentunya.


Apr 30, 2008

Hamburger, lebih murah lebih sehat

McDonalds Hamburger

Makanan cepat saji yang sejarahnya berasal dari kota Hamburg Jerman ini sudah lama dikutuk orang ramai karena didakwa junk food (makanan sampah). Hamburger dalam pikiran orang lapar adalah dua roti (bun mau pakai wijen atau tidak) yang diisi daging giling yang telah dimasak (patty) dan hiasan sayur (timun, tomat, bawang bombay) di tengahnya. Variasi yang ditemukan saat ini sudah beragam baik dari jenis dagingnya (ayam, kalkun, ikan), sayurannya, atau pelengkap lain seperti keju lapis (cheddar, slice).

Istilah makanan sampah ini umum, artinya tak terbatas untuk produk semacam hamburger, chip kentang (french fries, pommes), ayam goreng, pizza dan sejenisnya. Semua makanan yang mengandung lemak jenuh (saturated fat), garam, penyedap (vetsin, MSG) dan gula dalam kadar tinggi, namun kurang protein, vitamin, serat (dietary fiber), dan gizi-gizi lainnya adalah makanan sampah. Ramai orang percaya makanan sampah adalah penyumbang angka kematian yang disebabkan oleh kegemukan, sakit jantung, darah tinggi, dan diabetes (tipe dua). Istilah yang tepat dicetuskan oleh pemerintah Inggris yaitu HFSS (high fat salt and sugar) atau Balegagu dalam plesetan Indonesianya (banyak lemak garam gula).

Baca tabel dulu, baru pesan

leaflet McDonalds Singapore

O..ya kembali ke judul di atas. Dalam dua tahun terakhir ini McD gencar mempromosikan Our Food, Nutrition and You. Kampanye ini dibagikan pada leaflet di atas nampan alas makan. Bravo untuk inisiatif ini, semoga apa yang tercantum di kertas tsb atau di lelaman internet mereka sesuai dengan kondisi menu asli yang dipesan.
Nah di tabel tsb jelas terlihat bahwa hamburger memiliki kandungan lemak, kolestrol, dan garam yang paling rendah !
Seratnya pun rata-rata saja (minimal ada 2 gram). Kesimpulannya hamburger lebih sehat dibanding "saudara besarnya" yang lain. Nilai kalori memang paling rendah (270 kcal), tapi ini sebanding koq dengan harganya yang juga paling murah (SGD 1.60 per Apr 2008).

  • TIPS : Bahkan dengan pesan dua bungkus pun kadar kerusakannya masih rendah dibanding BigMac (SGD 4.10) - lebih murah dan lebih bertenaga.

Selama ini ternyata kami salah duga
Biasanya Filet-O-Fish (SGD 3.65) adalah menu favorit dengan asumsi ikan itu lebih sehat dan yang terpenting halal. Itu sebabnya saat terpojok tak ada pilihan lain di negara-negara muslim minoritas, kami akan pesan menu ini. Ternyata lima tahun kemudian saya baru sadar bahwa menu ikan ini "lebih merusak" dibanding hamburger biasa (lebih tinggi lemak, kolestrol, dan garamnya). Satu lagi menu yang wajib dihindari adalah sayap goreng (McWings). Sayap memang murah, tapi coba baca junk level nya.

Dalam FAQ mereka dijelaskan bahwa pembeli dapat memesan ekstra sayuran (vergies), tak pakai keju lapis, dan kurangkan garam atau saos (ketchup/sauce) tanpa dikenakan bayaran tambahan ! Selanjutnya terpulang kepada pembeli dan penerima pesanan mau berepot-repot tidak dengan pesanan khusus ini :-)

Balegagu resto cepat saji bukan favorit kami, bahkan untuk mengunjunginya dalam setahun pun dapat dihitung dengan sepuluh jari tangan. Balegagu adalah alternatif terakhir saat mengembara sebagai turis atau saat rumah makan halal tak ada di sekitaran sementara perut sudah berontak minta keadilan. Itu sebabnya di Indonesia atau Singapura kami dapat terbebas dari keperluan mengunjungi resto cepat saji ini. Menu tradisional buatan istri atau rumah makan Padang yang mungkin lebih balegagu justru lebih top markotop, gut marsogut rasanya :-)

p.s:
  • Tulisan ini bukan mebudayakan makan di resto cepat saji atau McDonalds secara khusus. Fast food is really last choice available.
  • Konsumsi harian maksimum Kalori - pria 2550kcal, wanita 2000kcal. Lemak - pria 90-100g , wanita 60-70g
  • Istilah junk food pertama kali diungkapkan Michael Jacobson tahun 1972