Showing posts with label kerja di Singapura. Show all posts
Showing posts with label kerja di Singapura. Show all posts

May 12, 2014

Umpan yang Tak Diminati

Papa gi kerja, jangan nangis ya, nti papa sedih.

Seawal ide ini diluncurkan lebih setahun lalu saya sudah pesimis bahwa strategi ini akan berhasil. Tak akan banyak perubahan dengan apa yang sudah berlaku sebelumnya. Alasan saya yg utama adalah mengapa dilakukan hanya di kawasan CBD ? Seharusnya ia dilakukan di stasiun-stasiun MRT yang ramai tiap hari oleh pekerja pabrik (work in shift) atau berdekatan dengan industri / pertokoan yg padat karya. Para karyawan yg bekerja di sekitar CBD adalah gerombolan kerah putih (white collar) yg memiliki pendapatan umumnya di atas rata-rata, sementra sentra industri dihuni kerah biru (blue collar) yg berpenghasilan menengah / rendah. Berapalah penghematan $1.50 maksimum sehari (dikalikan 22 hari kerja, yg setara dengan 6x harga makan siang para pekerja kantoran) dalam sebulan dibandingkan "pengorbanan" terhadap kebiasaan selama ini.

Oct 5, 2012

200 dollar itu Murah

Iseng saya berhitung dan menemukan bahwa SGD 200 (Dua ratus dollar Singapura) itu murah bagi sebagian besar orang yang tinggal di pulau Singapura ini. Murah utk rentang waktu satu bulan. Siapapun dengan amat mudah mengeluarkan uang sejumlah ini. Jadi jangan heran jika ganti smartphone terbaru tiap tahun itu biasa, tukar TV layar datar tiap tiga tahun itu bukan luar biasa, beli branded bag tiap tahun itu bukan mimpi, dan iklan kasur empuk impor yg harganya lebih dari $5000 itu tidak bikin kaget (toh ganti kasur paling tidak tiga tahun sekali)

Mengapa ?


Dengan kurang dari $1000 sudah dapat iPhone5. TV LCD layar datar 42" terbaru sudah banyak dijual dengan harga kurang $1500. Tas bernama milik sejuta umat pun sudah biasa dijual di butik kurang dari $2500. Itu semua didapat dengan menabung $200 sebulan selama setahun kan ...

Lalu mengapa $200 per bulan itu murah sehingga konsumerisme di level tsb sangat wajar ? Perhatikan bagi yg sudah tinggal di sini sejak tiga tahun terakhir atau lebih, dimana kecendrungan inflasi yg pasti naik setiap tahun dengan kecepatan minimal 4-5%. Bagi sebagian pekerja di jantung kota:
$200 itu bekal makan+minum standar siang hari selama hari kerja dalam sebulan,
$200 itu ongkos taksi pp selama lima hari kerja dalam seminggu,
$200 itu 1/4 harga sewa kamar bujangan per bulan di HDB,
$200 itu hanya cukup untuk lima kali isi bensin mobil selama sebulan,
$200 itu belanja dapur hemat sebuah keluarga dalam seminggu,
$200 itu rekening bulanan listrik/air/gas/telpon sebuah keluarga kecil,
$200 itu rekening kartu kredit tiap bulan,
$200 ...
$200 ...
$200 ...

Namun satu hal yg membuat miris. $200 per bulan itu murah utk sebuah lifestyle namun tidak untuk membina sebuah keluarga. Usia pernikahan semakin telat, semakin banyak orang hidup membujang, dan ramai pasangan suami istri yg tidak ingin punya anak, menunda punya anak, atau membatasi jumlah anak cukup seorang saja padahal dari sisi finansial mereka sangat mampu karena keduanya bekerja.

Teori saya mudah saja, selama seorang individu berpandangan bahwa pasangan hidup atau anak tsb adalah liabilitas maka kondisi di atas adalah wajar. Apa Anda rela berkorban lifestyle dalam arti merelakan lembar-lembar $200 tsb hilang padahal uang dicari utk kesenangan hidup ? (hilang baik dalam arti uang, waktu, tenaga, dll). Liabilitas lain selain repot dan "biaya pemeliharaan" adalah khawatir anak-anak yg dihasilkan menjadi anak bandel, banyak urusan, dan akhirnya tak membalas budi. Alasan terakhir ini membuat banyak orang yg hidup di negeri-negeri maju lebih menyukai memelihara pet (hewan piaraan) dibanding punya anak. Padahal warga negara di sana dijamin negara hingga akhir hayat :-(

Namun jika kita memandang azwaj+zuriat (pasangan dan keturunan) ini sebagai aset maka insya Allah tiada yg terlalu sukar utk dijalani. Aset yg membawa kita semakin dicintai Allah dan memperoleh ridha Nya. Dilapangkan jalan hidup, dimudahkan menggapai rezeki yg telah dijanjikan di dunia, dan yg terpenting beroleh surga Nya di akhirat kelak. Amiin.

Ada pendapat lain ? Atau parameter $200 itu terlalu kecil dan harus ditinggikan lagi sebenarnya.

Kesetimbangan baru :-)



Jan 9, 2012

Mentraktir Diri Sendiri


Zaman resesi kata orang adalah zaman penghematan. Perusahaan, bank, toko ... semuanya kompak mengetatkan ikat pinggang. Perusahaan memperkecil bonus, menundanya, atau meniadakannya. Kenaikan gaji yang biasanya ada untuk melunakkan efek inflasi di akhir tahun kini hilang, atau ada tapi ditunda, atau tak berani janji sama sekali. Bank makin pelit mengucurkan kredit apalagi memberi perks sana sini. Toko/mall pun ikut-ikutan mengurangi jenis-jenis barang yg didiskon. Tak tahu berapa lama badai resesi yg melanda dunia ini. Kondisi lokal di sini sudah menunjukkan para pejabat tinggi pemerintah dan CEO di beberapa perusahaan yg dimiliki sahamnya oleh negara sudah bersiap menerima paket benefit yg lebih rendah mulai tahun ini.


Di awal minggu di bulan Desember 2011, saya sempat tertawa saat diskusi di telepon dengan manajer projek di Bangalore. Kawan saya ini mengungkapkan bahwa anggota tim akan mendapat bonus 2.5%. Huuh ... 2.5%, otak berputar agak lambat mencerna mengapa 2.5%, apa hubungannya dengan zakat harta :-) He..he.. lagi pula ia bukan muslim koq bisa tahu angka sakti ini ? 2.5 atau 2.5x Sir, tanya saya masygul, ... beneerr 2.5% buddy sambil terdengar tawanya di ujung telepon sana.

Ternyata benar kejadian ... proyek ini tidak menyisakan sedikit pun persenan atau lebih tepat (berharap dot com) menundanya "hingga" zaman kembali normaal. Kalau saat itu saya berfikir 2.5% dari nilai proyek dibagi seluruh anggota tim, maka masing-masing menerima  $100, lah sekarang tidak ada sama sekali alias sifar alias nol. Kita memang tidak leluasa berbicara bonus berlimpah macam 6 bulan, 3 bulan, atau 2 bulan gaji di saat NA, EU, bahkan CN pun tiarap spt sekarang (everyone is busted, the boom was ignited at the same time as the new year fireworks shooted in the night sky).

...

Hari kelima di tahun 2012, petinggi nomor satu di kantor mentraktir es krim seluruh pegawai. Don't think about branded Haagendaz or Movenpick (which I may doubt taking  it since not sure about its halal status), but everyone is given one coupon of Magnolia ais potong hu..hu.. . The heartlander icecream street vendor with $2 price each. It is really a very good day for the uncle selling the icecream since he hit BEP just in an hour standing in front of our office lobby. The weather is not hot, windy, really perfect time for licking the ice cream till the last drop after lunch.

Moral booster for everyone ? I must admit yes, we shared laugh and stories over year end long weekends, tighten the bond between long-time-never-see-you buddies and of coz bosses. Yak ... kembali ke laptop. Intinya syukuri sekecil apapun nikmat yg kita terima hari ini, kemarin, dan esok.

Nah utk melengkapi self-indulge ini saya juga kan berterima kasih pada diri sendiri, memberi bonus dengan bekal yg sudah ditanam selama ini. Mari belanja ! Allah Maha Tahu isi hati. Akhir pekan pertama tahun baru ternyata masih banyak SALE ! Bonus yg tadinya akan saya terima (mungkin dengan senyum kecut) ternyata hanya mimpi dan bahkan harus dirogoh nya dari dompet sendiri utk berbelanja (lebay nihh ... sebenarnya sih masih ditalangi bank kartu kredit).  Akhirnya seratus dolar itu dapat ditukar dgn alas kaki, alas kaki yg memang sudah perlu diganti setelah empat tahun berbakti, exactly a hundred. Alhamdulillaah mungkin ini alas kaki dengan deal terbagus dan tercepat memilihnya yg pernah saya alami, kurang dari 30 menit sebelum membungkusnya pulang. 

Itulah kemudahan, tak perlu rewel mencari, tokh dana terbatas. Janji pada istri memang keluar utk mencari sepatu, dapat atau tidak dapat, dalam satu jam. Belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, biasanya mencari sepatu itu lama dan bete -- tak cocok warna, ukuran, model, harga -- kadang harus loncat ke mall lain atau lanjut di hari lain. Pas ingin beli sepatu, ada yang langsung pas, mudah dan puas :-)

Bersyukurlah dan Anda kan berbahagia !

Gaji Lulusan D3 di Singapura


Sumber harian Today 09-01-2012

Tabel gaji yg baru diumumkan tahun ini, hasil survey dari lulusan lima politeknik lokal di tahun 2011. Sampel diambil dari 13000 lulusan, baik fresh grad yg baru diterima bekerja (kolom kiri) maupun mereka yg telah lulus 2-3 tahun sebelumnya dan sudah menyelesaikan wajib militer (kolom kanan). Tiga tahun belakangan ini mereka yg memasuki program diploma tiap tahun berjumlah 27 ribu siswa.

Perbedaan gaji pertama seorang lulusan diploma dan lulusan sarjana muda (S1) relatif konstan sejak dulu yaitu $1000 (rata-rata). Di Singapura, seorang siswa dapat memperoleh gelar diploma lebih cepat DUA tahun dibanding di tanah air karena secara umum mereka hanya^ memerlukan waktu 13 tahun (6 thn SD + 4 thn sekolah menengah + 3 tahun politeknik). Bandingkan dengan jenjang pendidikan kita yg 15 tahun (6thn SD + 3 thn SMP + 3 thn SMA + 3 thn program D3). Apa pengertian diploma dan D3 itu berbeda ya ?

^ Catatan:
Waktu yg "dipakai" belajar memang 13 tahun, namun bagi warga pria Singapura, mereka harus menjalani wajib militer (NS) selama dua tahun, sehingga total waktu yg diperlukan sebelum mulai bekerja adalah 15 tahun. Beruntunglah para siswi, lulus politeknik mereka dapat langsung bekerja tanpa harus berkeringat panas dingin dua tahun dahulu :-)





Mar 23, 2011

SPT Kedua

Biasanya bulan Maret adalah bulan terakhir penyerahan SPT. Ini untuk kali kedua setelah tahun lalu. Sayangnya tidak ada konfirmasi dari KPP apa dokumen SPT tahun lalu itu sudah diterima dengan baik dan isinya benar ! Utk tahun inipun baru ingat setelah istri mengingatkan tiga malam yg lalu :-)

Format yg dikirimkan sama seperti tahun lalu. Namun kini saya kirim memakai pos biasa. Cukup bayar perangko $1.40 (sepuluh ribuan) untuk mengirim lima helai kertas A4 (mestinya ukuran folio sih 8.5" x 13", tapi mau dicari dimana ??) beserta amplop seukuran A4. Harga $1.40 tadi adalah untuk berat dokumen 43 gram. Pegawai pos menawarkan utk memakai pos tercatat jika isinya dokumen penting, tentunya dengan tambahan biaya $2.20 dari harga biasa. Namun fikir2 toh surat tercatat ini hanya "terjaga" status nya sampai lepas dari Singapura. Jika telah tiba di negeri tujuan, hmm mereka tak dapat melacaknya lagi. Andaipun pengirim diberi hak untuk query (mengajukan pertanyaan) untuk mengecek keberadaan paket, itupun akan memakan masa, dan tak ada hak pengirim untuk meminta ganti rugi.

Wah itu sih sama saja nggak ada gunanya. Insya Allah utk lepas dari Singapura saja sih dipastikan selamat. Nah perjuangan sebenarnya, apa dokumen tadi benar2 sampai di tangan pejabat pajak di KPP Pratama Jatinegara. Ada juga paket yg namanya Speedpost (sejenis EMS di masa lalu). Harganya $20.40 dan dijamin keberadaan dokumen dpt ditelusuri dari berangkat hingga diterima. Tapi bayar Rp. 125000 kemahalan :-) Ya sudah lah, tugas sebagai warganegara pemegang NPWP sudah dijalani, dan semoga dokumen tadi benar pengisiannya dan sampai sebelum 31 Maret 2011.

May 21, 2010

1 bulan dan 1 tahun: Mengantongi Kartu Biru

Kalau dulu ... dulu banget sekitar 10 tahun yang lalu, mendapatkan status ini perlu waktu sekitar 1 bulan saja. Antri pagi-pagi ambil formulir lalu diisi, sortir dokumen2 yg diperlukan, terus ditinggal. Lihat surat di mailbox, kalau approved ambil ke kantor imigrasi, jika ditolak antri lagi.

Sekarang, semuanya dipermudah, bisa melamar via online jadi tak perlu antri, tunggu hari dan jam untuk temu ramah dengan petugasnya via situs yang sama. Maklum panjangnya antrian sudah gila2an bahkan sejak jam 5 pagi mungkin, dan kantor baru buka jam 8 pagi. Tidak mungkin dapat terlayani lagi !

Memang bagi beberapa orang, proses ini amat mudah dan bahkan dipermudah.
Katanya ada semacam agen yang dapat membantu, bahkan si pelamar belum pernah tinggal di sini sama sekali. Ada juga yang berbekal niat mulia, untuk menanam modal via buka usaha atau tanam dana segar di sini, nah ini biasanya proses instan. Memang tidak semua orang peduli untuk mengurus PR, misalnya seorang ekspatriat atau seorang high-flyer salaryman yang tak rela begitu saja income dan bonus nya dipotong tiap bulan utk keperluan hari tua :-)

Sejak dua tahun belakangan ini proses diperketat, meski TAK pernah transparan apa saja yang menjadi kriteria kelulusan pelamar. Tahun 2008 "hanya" 80 ribuan yang lulus, tahun 2009 tak sampai 60 ribuan. Memang jumlah pelamar selalu naik tiap tahunnya, macam peminat UMPTN/SNMPTN, gagal kali ini coba lagi tahun depan :-) Alhasil masa penantian semakin lama, proses seleksi makin ruwet (meski kita tak pernah tahu apa metode yang dipakai), bermacam kuota dipakai mis. negara asal, bidang keahlian -- mungkin makin aneh, makin mudah ya :-), ketersediaan tenaga lokal, kemampuan berintegrasi dgn local activities, lama tinggal di sini dll. Ada yang menanti 3, 6, bahkan 12 bulan tanpa kejelasan, padahal credible candidates menurut saya.

Dikutip dari TODAY rabu lalu:
"There would be applicants who may not meet our new criteria and who no longer qualify for PR or citizenship." Others "may take a longer time" as "residency requirements have been stretched out in the new framework".

Sebab2 lain tentunya tekanan dari penduduk negeri ini sendiri (via parlemen mereka) yang mengatakan orang asing yg mencari nafkah di sini sudah terlampau banyak, menyebabkan inflasi di sektor riil, sesak di mall/mrt/park, masalah sosial di tempat tinggal, dan yg pasti persaingan dlm mencari kerja. He..he.. mau gimana lagi, foreign talent/ foreign worker ini ibarat air, selalu mengisi tempat yang lowong. Talenta dalam negeri meninggalkan republik ini, jelas saja terjadi kekurangan SDM, masuklah foreign talent. SDM lokal sudah tak mau mengerjakan pekerjaan yang kasar, kotor, dan berbahaya, maka masuklah foreign worker.

Saya sih senyum simpul saja menulis ini, toh hal yang sama terjadi di republik tertjintah, dgn masuknya orang2 India, Filipina, Cina yang banting harga demi dapat kerja di Jakarta. Lha minimal ada 10000 profesional WNI yang kerja di sini koq, mau dicari kemana gantinya, nunggu yg masih sekolah :-)

(*) Diolah dari versi asli di FB (21/05/2010)

Mar 23, 2010

SPT Pertama

Salahsatu kejadian istimewa di hari ultah tahun ini adalah rampungnya pengiriman laporan pajak pribadi (SPT 2010) ke Jakarta. Ini pengalaman pertama melaporkan pajak sejak memiliki kartu sakti sejak awal 2009 lalu. Alhamdulillaah, semoga tidak salah dan lancar ke depannya.

Last minute akhirnya selesai juga lembar demi lembar 1770S tsb. Padahal sudah beli buku petunjuk pengisiannya sejak pertengahan tahun lalu :-) Minta tolong juga kepada keponakan untuk memeriksa isiannya. Alhasil selesai juga.

Intinya saya kirimkan dalam amplop ukuran A4:
  1. Lembaran 1770S yang sudah ditandatangani plus dua helai lampirannya (1770S-I dan 1770S-II). Cukup menggunakan kertas A4, karena ukuran resmi yaitu kuarto (F4) amat jarang dipakai di tempat saya sekarang.
  2. Surat pernyataan yang intinya menyatakan bahwa sampai saat ini saya tidak menetap dan tidak bekerja di Indonesia. Pendapatan dalam negeri yang diperoleh hanyalah dari bunga bank (yang sudah dikenakan PPh final 20% oleh bank tiap bulan otomatis) atas tabungan yang ada di bank nasional.
  3. Fotokopi kartu tanda penduduk luar negeri.
Bagi saya cukup mengisi:
  • Pekerjaan, Nomor telp di Jakarta, Tahun pajak
  • Lampiran (disilang): surat pernyataan tinggal di LN dan fotokopi KTP LN
  • 1770S-I: kosong
  • 1770S-II: isi harta pada akhir tahun (Bagian B) dan daftar susunan anggota keluarga (Bagian D). Jika ada beberapa tabungan maka tulis semua tabungan tsb berikut tahun perolehan (2009) dan harga perolehannya per 31 Desember 2009.
  • Isi nama dan NPWP di tiap halaman
  • 1770S: Tanda tangan di lembar pertama disertai menyilang pilihan Wajib Pajak dan mengisi tanggal pengisian.
Sesuai nasehat asisten, saya tidak perlu mengisi:
  • 1770S: Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) karena keringanan ini tidak berlaku untuk WNI yang tinggal di luar Indonesia.
  • 1770S-I bagian A No. 1 tentang bunga deposito, tabungan dll karena sudah otomatis ditarik dari bank yang bersangkutan (sebagaimana saya tuliskan di bagian B).
Selesai semuanya, pergi ke kantor pos, kirim dengan surat tercatat. Pastikan resi pengirimannya disimpan. Tukang pos cakap perlu waktu 8 hari untuk sampai alamat tujuan ... nah lho ... padahal pesawat ke Jakarta ada tiap jam dari sini :-(

Keuntungan punya NPWP tentunya memudahkan urusan di tanah air. Salahsatu yang sudah dipraktekkan dan amat membantu adalah saat membawa orang tua ke luar negeri, cukup perlihatkan NPWP dan fotokopi kartu keluarga kepada petugas pajak di bandara, agar dapat bebas fiskal untuk orang tua.

Info:
- Form 1770S dapat download di lelaman pajak.
- Khusus TKI di LN ini peraturannya.
- Ada blog yang membahas ini juga lebih rinci, di dudiwahyudi.com

Jan 21, 2009

Job losses to cut Singapore population by 4%

Tiny Singapore's population is expected to decline by 200,000 as companies lay off a massive number of foreign workers during a worsening recession, Swiss banking giant Credit Suisse said.

The job cuts, which would include highly-paid expatriates and permanent residents, will hurt domestic consumption and help push the economy into its sharpest decline since independence in 1965, said the report received by AFP on Tuesday. A loss of 200,000 jobs would amount to more than four percent of the population.

Credit Suisse said the economic slowdown in the trade-sensitive city-state had so far been driven by a sharp decline in exports, while domestic demand held up. But for this year, "consumption growth should also slow, in part because of our expectation that Singapore's population will potentially drop by 200,000 by 2010" due to job losses, it said.

"Historically, Singapore's foreign population has tended to expand during high growth periods and contract during recessionary periods," the report said. "Given the strong foreigner population growth in recent years, this trend is unlikely to change in this downturn."

Of the 800,000 jobs created from 2004 to the third quarter of last year, Credit Suisse estimated that more than 500,000 were filled by foreigners and permanent residents. About 200,000 of those jobs were in manufacturing and almost another 200,000 were in the financial and business services. Most of these jobs were filled by expatriate workers who earn more than the average Singaporean, it said. "As a result, job losses are likely to hit the Singaporean economy hard because they affect more highly paid workers and could result in a semi-permanent drop in the population," the report said.

As of mid-2008, Singapore had a total estimated population of 4.84 million people, including 3.64 million citizens and permanent residents, Statistics Department data showed. The rest, more than one million, are foreign workers and their families.
With the impact of falling domestic demand exacerbating declining exports, the economy was likely to contract by 2.8 percent this year, Credit Suisse said.

This would leave the economy in its worse shape ever, after 2001 when it shrank by 2.4 percent. The economy grew 1.5 percent last year compared with 7.7 percent in 2007. Despite the expected layoffs, Singapore's Acting Minister for Manpower Gan Kim Yong said the city-state would still need overseas labour. Gan said that foreign workers allowed Singapore companies to remain globally competitive and contributed to keeping jobs within the country. "If companies become uncompetitive in Singapore, they may decide to relocate to other countries and we will lose more jobs. This will be a lose-lose outcome," he said in parliament Monday.

Source: SINGAPORE, Jan 20, 2009 (AFP)

Jul 6, 2008

Kartu-kartu Wajib di Singapura

spam002

Kartu-kartu wajib untuk tinggal di Singapura dalam waktu lama semisal lebih dari satu bulan. Tiap kartu memudahkan pergerakan dan aktivitas. Senarai yang saya punya berdasarkan prioritas:
  • ezLink: kartu sakti yang dapat dipakai mulai dari transport (bus, MRT/NEL), bayar denda di perpustakaan publik PL, warung 7Eleven, makan di McD, , beli minuman di vending machine, dll). Lupa bawa ezLink artinya siap untuk membayar lebih bagi transport di hari apes tsb :-). Saat ini harganya $15 ($5 adalah harga kartu dan umur berlakunya 5 tahun) dan dapat dibeli atau diisi ulang di stasiun2 bus atau MRT.
  • NETS (Network for Electronic Transfer) semacam kartu debit. Uang plastik yang membuat dompet menjadi lebih tipis karena tak perlu bawa uang tunai kemana-mana. Aman dan dapat diandalkan, diterima di ribuan toko atau tempat pembayaran di merata pulau ini. Termasuk dapat dimanfaatkan di luar negeri (tentunya dengan biaya transaksi) pada merchant yang memakai logo Cirrus atau Maestro. Untuk mendapatkan NETS maka pemakai harus memiliki rekening tabungan di salahsatu bank lokal di Singapura semacam DBS, UOB, OCBC, SCB.
  • Kartu telepon murah ke luar negeri. Ini pakai VoIP dan jauh lebih murah dibandingkan memakai 019/018/008/001. Kualitasnya lumayan dan "hanya" $10 (tarif resmi) , malahan di warung-warung pinggir jalan bisa lebih murah $1 - 1.50. Contohnya kartu HELLO dari Singtel, 1538, zone1511, dan seabrek kartu-kartu model begini. Masing2 mengklaim mereka lebih murah untuk negara-negara tujuan tertentu :-)
  • Kartu telepon: diperlukan terutama saat tak punya handphone (HP hilang, batere nya habis, rusak, atau memang beneran belum punya), kebetulan pulsa HP habis, atau tak dapat sinyal seperti saat malam tahun baru atau di tengah keramaian SALE di Orchard. Contohnya dari Singtel yang berharga $5 atau $10.
  • Kartu perdana SIM. Ini jauh lebih rumah dibandingkan bayar biaya roaming internasional khusus untuk tinggal di atas dua minggu di sini. Masa berlakunya 6 bulan. Selama belum ingin ganti nomor, tentunya kartu ini cukup dibeli sekali saja. Contohnya GREEN prepaid dari Starhub.
  • Kartu isi ulang (top up SIM card), meski tak harus berbentuk kartu (semacam pulsa elektrik gitu), yang digunakan untuk menambah pulsa. Bila kita memiliki rekening bank di Singapura dan terhubung dengan jaringan NETS, maka pulsa juga dapat diisi ulang di mesin-mesin ATM.
  • Cashcard berguna untuk belanja, bayar ERP dan parkir untuk pemilik mobil, bayar denda di perpustakaan, dll. Mirip dengan kartu debit NETS, namun ia tak membutuhkan otorisasi PIN dari pemakai (jadi jangan sampai hilang, karena siapa saja dapat memakainya). Dapat diisi ulang di mesin-mesin ATM yang menerima NETS.
Kartu-kartu di atas tidak mengikutsertakan kartu tanda pengenal semacam WP/LTP/Student Pass/EP/DP/IC dan jelas tidak mencantumkan kartu akses masuk ke kantor masing-masing :-)

Jun 24, 2008

Toilet Bagi Pemakai Kursi Roda

Rasanya ini adalah nama yang tepat bagi toilet khusus ini dan jelas tersirat dari simbol yang menandainya. Meskipun di dalam praktek, siapapun dapat memanfaatkannya. Ukuran pintu dan ruang toilet relatif lebih besar cukup untuk pergerakan kursi roda, asesoris yang diperlukan berada dalam jangkauan pemakai, cermin yang miring menghadap ke bawah dan dilengkapi dengan pegangan besi dimana-mana.

Toilet ini adalah favorit saya terutama di tempat-tempat umum karena umumnya dia lebih bersih dan satu hal yang paling istimewa adalah terintegrasinya washtafel (wash basin) di dekat kloset (water closet bowl). Dengan demikian "mudah dijangkau" untuk bersuci dan dilanjutkan dengan berwudhu apabila sudah masuk waktu shalat fardhu. Privasi terjaga dan sesuai syariah untuk tidak memamerkan aurat pada khalayak. Umumnya unisex sehingga gender apapun dapat memakainya.

Alhamdulillah toilet khusus ini juga ada di tiap lantai kantor. Seperti yang dicanangkan BCA Singapura tahun 2006 bahwa kewajiban bagi tiap bangunan/kantor baru untuk memiliki konsep desain universal (*UD: Universal Design) yang mengatur tata ruang dan sarana dalam sebuah tempat publik agar memiliki kemudahan bagi tiap pemakai untuk segala usia (all age groups) dan dalam kondisi apapun (different abilities including temporary disability). Saya rela menunggu 5-10 menitan demi dapat akses ke toilet ini meski toilet umum (normal) tersedia. Lho memangnya ada pegawai yang memakai kursi roda di lantai kantor saya ? Tidak ada seorangpun. Dan sampai saat ini hanya seorang pegawai muslim di lantai tsb. Lhoo ... tapi mengapa harus antri.

Awalnya saya juga heran karena toilet normal sedang kosong dan tidak ada kerja-kerja pembersihan saat itu, tapi tampak rekan kerja memakai toilet ini. Dengan berjalannya waktu saya sudah dapat mengenal siapa-siapa saja yang berulang kali menyinggahi toilet tsb. Lebih banyak pemakai dan datang dari berbagai kaum, bahkan karyawan dari Eropa Barat yang biasanya taat aturan pun ikut-ikutan memanfaatkan toilet ini (mungkin karena mereka sudah lama di Asia sehingga ikut tercuci kepatuhannya he..he..). Apalagi kaum Cina dan India, sikat saja mumpung kosong. Hanya sebagian dari high rank white collar atau delegasi asing dalam perjalanan dinas yang tak mengindahkan toilet ini :-) Di akhir tulisan ini saya akan coba urutkan beberapa kemungkinan mengapa mereka (mayoritas pria) memasuki toilet ini:
  • Letaknya yang lebih dekat pintu akses dibandingkan toilet normal (sehingga menghemat langkah kaki sejauh 5 meter)
  • Saat toilet normal sedang dibersihkan
  • Lebih bersih dan luas :-)
  • Privasi terjaga karena hanya dipakai seorang diri
  • Tergantung mood (masuk saja kala kosong)
Menurut pengamatan dan hasil wawancara pribadi dengan pemakai lain terungkap bahwa alasan utama mereka ingin kembali lagi dan lagi kesini adalah karena faktor kebersihan. Mungkin pada awalnya mereka tersangkut di sini karena toilet normal sedang dibersihkan, namun ternyata pada hari-hari selanjutnya ada perasaan lebih puas untuk kembali ke toilet khusus ini. Kebersihan itu intinya ! Ini artinya kebersihan itu universal milik siapa saja dan sudah menjadi tugas utama tiap muslim menjaganya. Saya perlu berdisiplin untuk memperhatikan kebersihan saat memakainya karena orang lain pun akan (atau sering) melihat bahwa saya adalah frequent user dari toilet tsb. Mengeringkan washtafel sehabis berwudhu, menghindari percikan air yang berlebihan sehingga lantai becek, membuang tisu dalam tempatnya, mematikan lampu saat keluar toilet ... dan last but not least, bersabar karena akan makin banyak pemakai dan tidak perlu menunda hingga kebelet untuk melepas hajat :-)















*Pustaka:
Konsep UD oleh BCA secara detail (Code on Accessibility 2007)

May 27, 2007

Gaji fresh graduate di Singapura

Kira-kira berapa gaji awal lulusan S1 di Singapura ?

Rentang baku (standard range) gaji tiap lulusan universitas negeri di sini (NUS, NTU, SMU) dipublikasikan tiap tahun. Pihak SDM (atau human resource department/HRD) dari perusahaan lokal ataupun multinasional (MNC) umumnya mengacu pada rentang tersebut. Dari rentang itu dapat diketahui rata-rata dan level maksimum yang dapat diharapkan seorang lulusan saat masuk ke dunia kerja untuk pertama kalinya. Dinamika pasar amat menentukan "keberuntungan" seorang pelamar untuk mendapatkan penghasilan yang menarik. Diantaranya jenis industri yang dimasuki lulusan, pertumbuhan ekonomi dalam negeri, hukum permintaan dan pasokan, dan merit si pelamar misalnya apakah pelamar lulus dengan predikat istimewa (honours/cum-laude), pengalaman selama kerja praktek (internal assignment/IA), pengalaman organisasi, dll. Dalam tulisan ini tidak dibahas penghasilan untuk profesi dokter dan ahli hukum seperti pengacara.

Lahan pekerjaan yang memberi ganjaran (reward) paling menarik adalah perbankan, institusi keuangan, dan kantor akuntan publik. Biasanya seorang enjiner baru menempati posisi sebagai analis bisnis/pasar, management assosiates, atau cukup sering ditempatkan sebagai IT back-end support untuk menjamin kelancaran transaksi atau projek multi-billion ini. Tak heran memang cukup banyak yang terjadi enjiner lintas sektor ke sini (tak bedalah kondisinya dengan republik kita). Industri petrogas, kimia lalu disusul industri semikonduktor adalah tiga sektor yang memberi ganjaran lebih mantap bagi seorang enjiner. Keistimewaan terjadi dua tahun belakangan ini, dimana sektor konstruksi/pembangunan (baik properti dan jalan) sedang booming, sehingga tenaga enjiner sipil dan arsitek boleh berharap gaji awal yang lebih baik dibanding sebelumnya. Sementara untuk jenis industri lain cukup berimbang.

No-pain, no-gain
Secara umum istilah ini teruji dimana-mana. Sektor industri yang menjamin penghasilan besar (high-reward) umumnya memang lebih menuntut pekerjanya untuk mampu menyelesaikan pekerjaan dalam tenggat waktu (dateline) yang menantang. They are highly demanding jobs, be it quality assurance, operational time , accuracy, efficiency, 24x7 support commitment etc. Sisi positifnya tentu adalah take home pay yang lebih besar: baik itu uang lembur (overtime) maupun bonus kuartal/semester/tahunan yang berlipat :-)

Tahun 2007 menjadi tahun penuh berkah bagi tiap lulusan. Tidak hanya bagi lulusan yang mencari lowongan kerja di sektor swasta, bahkan sektor pegawai negeri (civil service) pun ikut-ikutan merevisi starting pay para pemula ! Rata-rata tercatat kenaikan 10-20% yang cukup berarti bagi semua disiplin ilmu dibandingkan catatan dua tahun silam ($ dalam Singapore Dollar, $1 = Rp. 5800):

  • Entry level engineers dalam bidang rekayasa (engineering) pada umumnya: $2400 - 2800 (sektor swasta).
  • Newbie accountants bekerja di Big Four firma akuntan publik: $2800 - 3200

NTU telah mencatat rata-rata gaji lulusannya yang mulai bekerja tahun 2007 adalah sebesar $2700 (program biasa), $2940 untuk program global (GIP), dan $2939 untuk sekolah bisnis Nanyang (NBS). Sementara itu SMU, universitas yang menitikberatkan program manajemen, bisnis, dan keuangan, mengumumkan bahwa rata-rata gaji lulusan terbarunya sebesar $2800. Untuk kenaikan gaji pegawai negeri dibahas di bagian berikut.

Bagaimana dengan pegawai negeri ?
Informasi untuk sektor pegawai negeri dikeluarkan oleh Public Service Division (PSD) tiap tahunnya. Dapat dilihat dari tabel tersebut bahwa karyawan baru di sektor teknik dan ekonomi memperoleh kenaikan gaji yang amat baik tahun ini.


Berita baik untuk semua
Nampaknya peluang pekerjaan memang sangat baik pada tiga tahun ini dan mudah2an juga untuk tahun depan. Rata-rata lulusan enjiner lokal dapat memperoleh pekerjaan yang diinginkan kurang dari 3-4 bulan. Dengan gaji awal yang bagus, seorang fresh engineer akan dapat membayar pinjaman bank untuk sekolahnya lebih cepat dari yang dijangkakan. Maklum saja biaya pendidikan tersier di negeri Singa ini mahal dan banyak orang tua yang tak sanggup membiayai tunai anak-anaknya. Kalau beruntung memang si calon enjiner dapat beroleh beasiswa (tuition grant) dari pemerintah, namun mayoritas dari calon hanya dapat mengambil pinjaman bunga lunak dari bank (Tuition Loan Scheme / TLS) . Kalau dapat beasiswa memang enak karena hanya 20% saja dari biaya total kuliah yang perlu dibayar nantinya. Sebagai kewajiban, para penerima beasiswa akan diikat kontrak kerja oleh negara.

Sebagai gambaran untuk bidang studi teknik, seorang mahasiswa perlu membayar sekitar $22k total biaya kuliah. Nilai ini hampir setara baik untuk warga negara maupun non warga negara. Pinjaman maksimum dari bank (TLS) dapat menutup 80% dari jumlah tersebut. Sisanya yang 20% perlu dibayar secara tunai tiap bulan. Dengan tiada memperoleh grant tak ada pula kewajiban ikatan dinas.

Untuk mahasiwa asing ada klausul khusus. Mereka membayar kuliah dengan harga yang sama seperti warna negara (citizen) atau penduduk tetap (permanent residence) di Singapura, namun setelah lulus mereka diharuskan untuk menjalani ikatan dinas selama 3 tahun di perusahaan2 yang ada di Singapura. Ini sebagai kompensasi dari kemudahan belajar yang telah diberikan pemerintah selama mereka di sini. Jelas saja ini akan menguntungkan kedua belah pihak: bagi mahasiswa ini adalah kesempatan untuk memanfaatkan ilmu yang telah diperoleh di alam nyata dan bagi Singapura mereka memperoleh tenaga trampil setidaknya untuk 3 tahun. Setelah masa itu berakhir, mana tahu mantan mahasiswa tadi justru ingin memperpanjang "darma baktinya" di perantauan ini :-)

Info lebih lanjut dalam bahasa Inggris untuk review gaji tiap tahun di tiap sektor industri untuk beragam masa kerja dapat ditelusuri di lelaman berikut:

Semoga bermanfaat !

May 6, 2007

Lowongan fresh graduate EEE di Singapura


Salam,
Tanpa basa-basi Singapura kembali menjadi ladang terbaik utk industri semikonduktor kembali sejak 2006.
Bagi para lulusan elektronika/ilmu bahan/fisika di tanah air, ini adalah kesempatan baik untuk meraih pengalaman nyata di bidang teknologi yang Anda pilih ! Anda tidak lulus tahun ini, jangan khawatir karena investasi semikonduktor berlangsung three years down the road ... 2007, 2008, 2009 ! At least ini yang saya ketahui and they are really recruiting lots of engineers. O..ya biasanya mereka menulis 1-year experience preferred, namun biasanya fresh graduates are welcome to apply.

Warning:
(1) Pekerjaan ini jelas membutuhkan tenaga2 muda terampil yang berdedikasi tinggi utk ditempatkan di lab-lab proses yang mengutamakan kebersihan (cleanliness), sanggup bekerja dalam shift/akhir pekan/hari libur, dan bersedia call-on-duty.
(2) Pekerjaan ini pasti memberi reward finansial yang amat menarik baik dari gaji standar, bonus, uang lembur, dan pernak-pernik lainnya. Untuk info gaji awal fresh grad (strata-1) mencapai SGD2800-3000 per bulan.

Jangan khawatir karena Anda masih muda dan sehat, tiga tahun rasanya tidak lama buat cari pengalaman dan do real hard-work sebelum lirik-lirik bidang/tempat lain atau justru step up the ladder higher atau cari S2 di sini. Singapura amat dekat dengan Indonesia, persamaan iklim, makanan lokal, dan kemudahan beribadah terjamin di sini.
So what are you waiting for guys, silakan luncuri lelaman-lelaman di bawah untuk mendapatkan info lebih lanjut tentang pekerjaan yang banyak membutuhkan tenaga enjiner ini:

2007 - SSMC, patungan antara NXP (Philips semiconductors) dan TSMC (raksasa semikonduktor Taiwan) http://www.ssmc.com.sg/. Job posted in http://impact-sg.jobstreet.com/jobs/jobs.asp?eid=9880&fil=1&de=1
2008 - Samsung (Korea, rajanya DRAM) dan Siltronic AG (Jerman), wafer 300mm utk memori
2009 - Qimonda AG http://qimonda.com/about/careers/graduates-professionals.html

Semoga sukses menimba pengalaman di rantau, Semoga TKI juga mengisi posisi2 strategis di bidang semikonduktor (head-to-head competition dengan lulusan Filipina, Cina, Vietnam !)

Wassalam