Antara dicabut dan perawatan saluran akar (root canal)
Topik sentral kesehatan di kuartal kedua tahun 2008 ini tak lain tak bukan adalah gigi. Siapa lagi kalau bukan gigi geraham kanan bawah (molar-2 atau M2) yang ternyata gagal ditambal. Rasa tiap jam nyeri dua malam yang saya alami dua minggu pertama setelah gigi ini ditambal tiba-tiba menjadi ngilu yang luar biasa saat minum susu kotak dingin dari kulkas. Langsung besoknya tanggal 15 Juli saya buat janji segera dengan klinik NDC dan diperiksa oleh dentist yang sama (drg Png Liu Lin).
Diawali dengan dua tes untuk menguji vitalitas syaraf gigi (pulp test) dan dilakukan perbandingan antara geraham yang normal (M1) di sebelahnya dengan M2 ini. Namanya tes arus listrik (electric pulp test) dan tes dingin (thermal pulp test). Intinya untuk melihat respon syaraf dari M2 baik terhadap arus listrik yang secara bertahap diperbesar dan sensitivitasnya terhadap dingin (sekitar -50 derajat C) yang dialirkan kepadanya. Hasilnya respon M2 amat lemah terhadap kedua tes ini. drg Png mengatakan syaraf M2 sudah berangsur mati dan akan mati total bila kondisi ini dibiarkan. Waktu itu saya masih bertahan dan mengatakan biar saja syarafnya mati dan gigi ini jadi kebal tak merasakan apa-apa, meski resikonya syaraf M2 akan busuk dan menjadi sarang bakteri … but it will not happen in short term soon ! Akhirnya saya pulang lagi, siggh … M2 jadi super sensitif hari itu, tersentuh lidah saja ngilu sekali. Lagi-lagi 2x24 jam saya hanya makan bubur :-(
Beberapa hari kemudian M2 pulih sementara saya bisa mengunyah dengan hati-hati di sana. Namun situasi tubuh tidak fit karena di akhir pekan tanggal 19 Juli timbul demam diiringi batuk. Memang hanya urusan dokter umum yang hanya meresepkan parasetamol untuk penahan sakit dan obat demam. Lalu sehat lagi beberapa hari tapi kini [runyam] sebab M2 berasa nyeri bilamana gigi ini dipakai untuk mengunyah. Jangankan mengunyah, ditekan dengan jari telunjuk saja sudah nyut-nyut rasanya. Pernah suatu waktu dan lewat gigi tsb, alamak ngilu sekali rasanya !
Akhirnya ke NDC lagi [emergency] tanggal 31 Juli. Saya berdiskusi lama sekali dengan drg. Png sebelum dia memulai pemeriksaan. Keyakinan saya memang syaraf M2 telah dirasuki bakteri-bakteri jahat dan akibat lubang yang besar tsb kemungkinan urat syaraf nya sudah menabrak "lapisan asing" yaitu bahan penambal gigi yang dipakai dua minggu sebelumnya. Tes vitalitas kembali dilakukan dan hasilnya lebih buruk, M2 benar-benar sudah tak bereaksi terhadap arus listrik dan kebal terhadap dingin ! Jadi rasa nyeri yang dirasakan itu disebabkan abses (atau bengkak) yang disebabkan bakteri sudah mendekati tempat dudukan gigi yaitu di gusi … oh cepat banget. Menurut drg, kematian syaraf alami ini ada yang berangsur lambat sekali sehingga tak terasa apa-apa atau cepat seperti kasus saya ini.
Dengan telaten dan sabar si mbak drg ini kembali berceramah dengan foto rontgen gigi saya, model gigi manusia, dan corat coret sana sini untuk menerangkan. Dari foto rontgen jelas tampak lubang yang dihajar gigi bungsu itu besar dan dalam: irisan melintang dari mahkotanya sampai ke dekat gusi ia tumbuh. Kesimpulan mbak dentist, M2 ini sudah tak dapat ditutup begitu saja karena bakteri sudah berhasil tembus duluan mencapai daerah sekitar syaraf gigi (pulp). Hanya ada dua opsi dicabut (paling cepat dan aman) atau perawatan saluran akar selama masih memungkinkan. Untuk opsi kedua ini dia akan konsultasi dulu ke seniornya, seorang konsultan. Tingkatan dentist di NDC ini (atau drg yang bekerja di rumah sakit pada umumnya adalah dentist, specialist, consultant, dan senior consultant dengan tarif dimulai dari SGD 60 untuk biaya konsultasi privat dan beringsut naik sekitar SGD 10-20 untuk senioritas selanjutnya).
Sore itu saya belum bisa memastikan mau dicabut atau root canal. Lagipula kan rusak di satu sisi saja, dan ada tiga sisi lainnya, jadi alternatif penyelamatan adalah lebih baik meskipun merobek dompet … root canal dengan subsidi PR di Singapura bisa kena SGD 1000 ! Itupun sebegai pasien subsidi saya harus menunggu antrian selama 6 - 9 bulan ke depan. Drg menyarankan pencabutan akar gigi terlebih dulu. Lubang (canal) akan dibuat untuk membersihkan syaraf gigi yang sebagian besar sudah mati ini dan selanjutnya ditambal sementara dulu. Dua minggu kemudian akan ditambal dengan lapisan permanen berwarna keperakan. Kenapa tidak langsung di root canal, ya karena saya pasien bersubsidi dan harus rela ngantri :-)
Alhasil sore hari 31 Juli itu M2 dikerjain lagi. Suntik bius lagi, bor lagi, urat syaraf nya dikeluarkan, lubang akar nya dibersihkan dengan berbagai cairan atau gas kimia (macam-macam rasa dan baunya macam bau tembakau, bau pemutih), dan sejam kemudian dipasang cengkeram dari logam mengkilat macam cincin (band) untuk mencegah geraham ini pecah bila [tak sadar] menggigit benda keras. M2 kini resmi jadi gigi mati dengan dua lobang besar di tempat akarnya yang dulu dan bertopi baja putih.
[bersambung]
Aug 8, 2008
Aug 7, 2008
Dongeng Manajemen untuk Anak
Aslinya dari milis yang kami ikuti dan tak tahu siapa penulis aslinya. Dongeng-dongeng semacam ini sudah sering muncul entah dari siapa saja, terus beredar dan diteruskan macam reaksi berantai surat kaleng. Bukannya hilang ditelang masa, malahan kembali hadir dengan berbagai versi dan bahasa-bahasa lain. Coba renungkan kedua cerita di bawah, rasanya cocok juga untuk dongeng buat si kecil, dongeng manajemen sedini mungkin :-)
Dongeng Perangkap Tikus
Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan dengan seksama sambil menggumam "hmmm...makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??"
Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak " Ada Perangkap Tikus di rumah....di rumah sekarang ada perangkap tikus !..."
Ia mendatangi ayam dan berteriak " ada perangkap tikus". Sang Ayam berkata " Tuan Tikus..., Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku"
Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. Sang Kambing pun berkata " Aku turut ber simpati...tapi tidak ada yang bisa aku lakukan"
Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. " Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali"
Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri. Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras dari perangkap tikusnya di dapur, wah sudah ada satu korban malam ini pikirnya. Ternyata yang terperangkap adalah seekor ular berbisa. Istri petani dalam gelap meraba-raba mencari perangkap tikus tadi, namun malang ... terpegang olehnya ekor ular berbisa yang terjepit perangkap tadi. Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan mematuk tangan istri petani.
Walaupun sang suami dapat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri sudah terkena bisanya. Sang suami harus membawa istrinya ke rumah sakit dan kemudian istrinya sudah boleh pulang, namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam. Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya (kita semua tau, sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam). Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya.
Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya. Masih saja, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia.
Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat. Dari kejauhan...Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.
Petuah:
Jangan abaikan peringatan biarpun ia nampak sepele pada saat ini.
Balada Katak Rebus
(parable paradox of boiled frog)
Seekor katak yang dicemplungkan ke dalam air mendidih akan berontak dan segera meloncat keluar dari pancinya. Jadi, ia selamat walaupun memiliki luka-luka lepuh di kulitnya.
Di Panci yang lain terdapat air dingin, saat katak diceburkan ke dalamnya, ia merasa tenang dengan suhu air itu. Ia berenang dan menyelam ke sana ke mari. Perlahan-lahan api kompor diperbesar dan air menjadi hangat, eh sang Katak berasa semakin nyaman dan terkantuk-kantuk. Walaupun merasakan perubahan, si katak masih dapat beradaptasi secara alami lewat pori-pori kulitnya, jadi ia tetap tinggal di dalam panci tersebut. Pada akhirnya, si katak ini bahkan tidak pernah meloncat keluar. Suhu air perlahan-lahan meninggi dan air semakin mendidih, katak tak lagi memiliki kekuatan untuk melompat keluar panci dan mati sebagai katak rebus.
Petuah:
Jebakan katak rebus adalah sebuah teori manajemen mengenai matinya seseorang/sistem karena kemampuan menyesuaikan dirinya tak dapat lagi mengikuti tekanan eksternal yang diterimanya secara gradual. Bisa juga diartikan tak mau atau berani untuk keluar dari zona nyaman.
Dongeng Perangkap Tikus
Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan dengan seksama sambil menggumam "hmmm...makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??"
Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak " Ada Perangkap Tikus di rumah....di rumah sekarang ada perangkap tikus !..."
Ia mendatangi ayam dan berteriak " ada perangkap tikus". Sang Ayam berkata " Tuan Tikus..., Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku"
Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. Sang Kambing pun berkata " Aku turut ber simpati...tapi tidak ada yang bisa aku lakukan"
Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. " Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali"
Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri. Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras dari perangkap tikusnya di dapur, wah sudah ada satu korban malam ini pikirnya. Ternyata yang terperangkap adalah seekor ular berbisa. Istri petani dalam gelap meraba-raba mencari perangkap tikus tadi, namun malang ... terpegang olehnya ekor ular berbisa yang terjepit perangkap tadi. Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan mematuk tangan istri petani.
Walaupun sang suami dapat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri sudah terkena bisanya. Sang suami harus membawa istrinya ke rumah sakit dan kemudian istrinya sudah boleh pulang, namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam. Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya (kita semua tau, sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam). Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya.
Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya. Masih saja, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia.
Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat. Dari kejauhan...Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.
Petuah:
Jangan abaikan peringatan biarpun ia nampak sepele pada saat ini.
Balada Katak Rebus
(parable paradox of boiled frog)
Seekor katak yang dicemplungkan ke dalam air mendidih akan berontak dan segera meloncat keluar dari pancinya. Jadi, ia selamat walaupun memiliki luka-luka lepuh di kulitnya.
Di Panci yang lain terdapat air dingin, saat katak diceburkan ke dalamnya, ia merasa tenang dengan suhu air itu. Ia berenang dan menyelam ke sana ke mari. Perlahan-lahan api kompor diperbesar dan air menjadi hangat, eh sang Katak berasa semakin nyaman dan terkantuk-kantuk. Walaupun merasakan perubahan, si katak masih dapat beradaptasi secara alami lewat pori-pori kulitnya, jadi ia tetap tinggal di dalam panci tersebut. Pada akhirnya, si katak ini bahkan tidak pernah meloncat keluar. Suhu air perlahan-lahan meninggi dan air semakin mendidih, katak tak lagi memiliki kekuatan untuk melompat keluar panci dan mati sebagai katak rebus.
Petuah:
Jebakan katak rebus adalah sebuah teori manajemen mengenai matinya seseorang/sistem karena kemampuan menyesuaikan dirinya tak dapat lagi mengikuti tekanan eksternal yang diterimanya secara gradual. Bisa juga diartikan tak mau atau berani untuk keluar dari zona nyaman.
Aug 6, 2008
Shalat Telat itu Tak Nikmat
Tentunya kita sudah pernah menerima anjuran shalat mirip-mirip begini:
Mengapa shalat telat itu tidak enak ?
Alasannya beragam namun intinya karena kita bukan penguasa waktu dan kita tidak mampu mengendalikan 100% aktivitas otak kita sendiri. Apa yang akan terjadi terhadap kita dalam satu menit, lima menit, setengah jam ke depan tak dapat diramalkan. Bayangkan hal-hal semacam ini:
Mungkin daftar ini masih terus dapat ditambah, namun saya yakin ini adalah kenyataan umum yang mungkin tidak hanya terjadi pada saya yang tinggal di negeri muslim minoritas saja. Kejadian alam yang lebih ekstrem di luar kuasa manusia amat mungkin terjadi dalam beberapa detik, menit kemudian yang membuat ajal kita sampai sebelum sempat menunaikan kewajiban ini (semoga Allah melindungi kita dari petaka ini).
Menunda shalat untuk sesuatu yang pasti adalah diperbolehkan terutama bila kita tahu pasti jam berakhirnya kuliah/rapat, menutup dalam beberapa menit percakapan di telepon (dan segera shalat sesudah itu), menyelesaikan email penting yang dipastikan akan membantu pihak lain bila segera dikirim, memastikan alat-alat/bahan yang kita pakai dalam praktikum telah berada pada kondisi aman untuk ditinggal, menuntaskan pelatihan yang sedang kita berikan dalam 30 menit lagi, dll. Namun sekali lagi ini hanyalah menurut ijtihad saya yang dhaif ini dan tidak layak jadi acuan. Saya hanya berasumsi bilamana dengan "menunda" beberapa menit ke depan membuat hati atau pikiran menjadi tenang maka lakukanlah. Namun tetap harus diingat bahwa kita bukan pemilik 100% pikiran, hati, dan masa depan kita :-)
Mempraktekkan shalat di awal waktu adalah amat baik dan bukan hanya karena didasari kekhawatiran akan hal-hal di atas. Keuntungan di Indonesia adalah ketersediaan ruang shalat khusus sehingga tak perlu merasa cemas karena ruangan akan dipakai orang lain. Namun bayangkan juga bila tiba-tiba listrik mati atau air di bak penampungan habis sehingga kita tidak bisa wudhu :-)
Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang yang beriman.” (QS An-Nisa: 103). Lengkap tentang waktu pelaksanaan shalat fardhu dapat dibaca di link eramuslim ini.
- Shalat telat itu sedikit pahalanya ! Ini mirip dengan keutamaan datang ke mesjid untuk shalat Jumat lebih awal agar dapat "hadiah" unta, bukan sapi, kambing, apalagi ayam.
- Menunda shalat tanpa alasan hingga keluar dari waktunya adalah berdosa besar sepakat para ulama.
- Orang yang terbiasa menunda shalat hingga akhir waktu karena alasan-alasan yang remeh adalah termasuk perbuatan melalaikan shalat seperti termaktub dalam QS al-Maaun 4-5. Ini ditegaskan ibn-Katsir rahimahullahu ta’ala.
- Pada dasarnya waktu shalat itu luas sekali dan baru berakhir bila masuk waktu shalat berikutnya, kecuali waktu shubuh.
- Sangat dianjurkan untuk shalat di awal waktunya. Dan lebih dianjurkan lagi bila dilakukan secara berjamaah di masjid. Pahala 27 kali lipat, lebih tertib karena mengikut imam, dan bersemangat karena rame boo ...
Mengapa shalat telat itu tidak enak ?
Alasannya beragam namun intinya karena kita bukan penguasa waktu dan kita tidak mampu mengendalikan 100% aktivitas otak kita sendiri. Apa yang akan terjadi terhadap kita dalam satu menit, lima menit, setengah jam ke depan tak dapat diramalkan. Bayangkan hal-hal semacam ini:
- Dengan menunda waktu 30 menit ada kemungkinan email baru dari pelanggan datang, telefon dari boss perlu diangkat, rekan kerja mampir untuk diskusi penting tanpa janji sebelumnya, istri menelepon dari rumah, tiba-tiba ingat akan laporan yang perlu dikirim, dll. Ujung-ujungnya shalat akan makin telat karena terinterupsi hal-hal yang tak direncanakan tsb.
- Dengan tidak memanfaatkan waktu senggang kita saat ini dan sengaja menunda nya beberapa menit lagi (mungkin dengan membaca email, buka situs detik.com, atau mengetik blog), ada peluang saya terlena dengan aktivitas baru tadi. Misalnya keasyikan berselancar membaca blog yang membuat shalat tertunda 1 jam dan bukan beberapa menit.
- Sebagai efek domino dari (1) akhirnya muncul hal-hal baru dalam pikiran kita, yang akan mengganggu konsentrasi saat shalat.
Sekonyong-konyong di dalam shalat muncul saja ide baru, kepikiran dengan bug/error baru yang ditemukan dalam program yang kita tulis, terbayang kesulitan yang dilaporkan pelanggan dalam emailnya, teringat pesanan istri dalam telefonnya barusan dan kemana harus mencarinya, dll. Artinya shalat menjadi tidak khusyu dan otak menjadi lelah karena dibebani hal-hal baru yang "secara tak sengaja" mampir instant beberapa saat yang lalu. - Karena shalat sudah tak khusyu alias hati tak tenang, mana bisa konsentrasi lagi ?
Bacaan al-Fatihah sekenanya saja, membaca surat pendek yang teringat saja, tidak meresapi arti bacaan shalat, dan waktu zikir/doa pun menjadi singkat. Pokoknya kesyahduan shalat dan ketentraman hati yang didambakan diperoleh lewat shalat lenyap tanpa disadari. - Faktor lain yang membuat hati tak tenteram adalah faktor tempat, karena saya biasanya memakai ruang rapat untuk shalat. Ruang rapat tentu sepi saat tak dipakai dan lebih sejuk karena aircon nya hidup dibandingkan shalat di ruang tangga darurat :-) Rapat-rapat di kantor umumnya bermula pada awal-awal jam seperti jam 2 tepat (at 2 o'clock, at 3 pm sharp), nah … kalau saya menunda shalat hingga mepet waktu rapat tentunya membuat hati ini agak deg-degan. Khawatir bila lima menit lagi (misalnya) ada rekan yang ingin memakai ruang rapat dan jadi terganggu karena saya masih shalat di sana. Akhirnya shalat jadi "ngebut" karena [mungkin] ruang tersebut akan dipakai jadi tempat rapat.
- Menunda waktu shalat juga tidak baik apabila ada jadwal yang "menjepit" di jam-jam berikutnya, misalnya saya harus hadir rapat, ada conference call yang perlu diikuti, mengejar bus pulang kantor, atau alasan sederhana seperti toilet yang harus dibersihkan sehingga harus mencari toilet lain, film favorit akan segera dimulai, dll.
Mungkin daftar ini masih terus dapat ditambah, namun saya yakin ini adalah kenyataan umum yang mungkin tidak hanya terjadi pada saya yang tinggal di negeri muslim minoritas saja. Kejadian alam yang lebih ekstrem di luar kuasa manusia amat mungkin terjadi dalam beberapa detik, menit kemudian yang membuat ajal kita sampai sebelum sempat menunaikan kewajiban ini (semoga Allah melindungi kita dari petaka ini).
Menunda shalat untuk sesuatu yang pasti adalah diperbolehkan terutama bila kita tahu pasti jam berakhirnya kuliah/rapat, menutup dalam beberapa menit percakapan di telepon (dan segera shalat sesudah itu), menyelesaikan email penting yang dipastikan akan membantu pihak lain bila segera dikirim, memastikan alat-alat/bahan yang kita pakai dalam praktikum telah berada pada kondisi aman untuk ditinggal, menuntaskan pelatihan yang sedang kita berikan dalam 30 menit lagi, dll. Namun sekali lagi ini hanyalah menurut ijtihad saya yang dhaif ini dan tidak layak jadi acuan. Saya hanya berasumsi bilamana dengan "menunda" beberapa menit ke depan membuat hati atau pikiran menjadi tenang maka lakukanlah. Namun tetap harus diingat bahwa kita bukan pemilik 100% pikiran, hati, dan masa depan kita :-)
Mempraktekkan shalat di awal waktu adalah amat baik dan bukan hanya karena didasari kekhawatiran akan hal-hal di atas. Keuntungan di Indonesia adalah ketersediaan ruang shalat khusus sehingga tak perlu merasa cemas karena ruangan akan dipakai orang lain. Namun bayangkan juga bila tiba-tiba listrik mati atau air di bak penampungan habis sehingga kita tidak bisa wudhu :-)
Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang yang beriman.” (QS An-Nisa: 103). Lengkap tentang waktu pelaksanaan shalat fardhu dapat dibaca di link eramuslim ini.
Aug 5, 2008
Botol Minum Tangguh SIGG
Berawal di bulan Maret saat saya bertemu blog ini lalu Elwis membuat ulasan pendek di eMPi nya tentang plastik yang telah membudaya di dalam kehidupan sampai-sampai masuk ke perut dalam bentuk jajanan favorit kita. Blog akuinginhijau ini pun jadi nge-top setelah temanya diangkat dalam seputar indonesia RCTI 31 Juli 2008. Secara umum ini penting untuk paham dengan simbol-simbol segitiga di dasar botol atau wadah plastik minuman atau makanan. Untuk praktisnya kami hanya mengingat bahwa wadah plastik dengan kode segitiga 5 (PP) adalah yang paling aman dari bahan plastik lainnya untuk berulang kali pemakaian dan wadah dengan kode segitiga 4 (LDPE) adalah aman digunakan namun tak ramah lingkungan.
Namun apakah kita harus menghindar dari plastik sebagai wadah makanan dan minuman sehari-hari. Tentu saja tidak perlu, banyak manfaat plastik yang jauh mengungguli mudharat nya (kerugian). Secara umum plastik dan turunannya adalah tahan terhadap proses oksidasi (seperti logam yang berkarat), kuat, fleksibel, ringan, dan proses produksi dan distribusinya lebih murah energi dibanding logam. Level racun yang terkandung dalam plastik (yang sudah menyatu saat pembuatan wadah) adalah fakta. Namun berapa persentase kontaminasi yang dibutuhkan sampai ia dinyatakan sebagai racun yang berbahaya untuk tubuh (ambang batas) ? Tentunya konsumen perlu diberitahu resiko pemakaian wadah plastik tersebut dengan format pertanyaan umum seperti:
Sudah hampir tiga tahun ini sejak kembali ke Singapura, kami "terpaksa" merumahkan botol metal (aluminium) SIGG kami. Alasan klasik, botol ini agak berat dan lebih sukar dibersihkan karena tak transparan. Alasan lain karena kami memperoleh beberapa botol plastik berkode segitiga 7 gratis di sini :-) What !!! A triangle seven ? Kalau kejadiannya dulu sih tak bakalan kaget, namun sekarang hanya kode "5" atau "4" yang aman menurut hafalan kepala kami. Botol minum polikarbonat dengan kode 7 dipercayai dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hmmm … mudah-mudahan bocoran BPA tadi belum melampaui ambang batas yang dapat merusak tubuh :-(
Langkah pencegahan langsung dilakukan. Kami kembali menggunakan si botol tangguh SIGG tadi untuk menampung 600ml minuman. Botol SIGG ini memang kuat dan tak banyak berubah penampilannya sejak dibeli empat tahun lalu. Satu hal lagi ia hanya sedikit lebih berat dibanding botol minum plastik 500 ml berkode segitiga 7. Pemakaian wadah metal untuk tempat makan dan minum sebenarnya sudah dilakukan orang sejak dulu, lihat saja desain cerek/teko, termos air panas, rantang, panci stainless steel, dll di dapur. Memang metal lebih aman meski ada resiko bocor, berkarat, atau mengandung zat-zat tambahan yang berbahaya seperti Pb, Cd, Hg, dll.
A tribute to SIGG
SIGG merayakan ultah nya yang ke 100 tahun ini. Hanya dibuat di Swiss, amat terkenal di negeri-negeri berbahasa Jerman, SIGG diyakini sebagai pembuat botol minum paling tangguh di bumi. Tangguh wadah, tutup botol, dan sablon luarnya (coating) yang tidak rontok atau memudar biar sudah berumur empat tahun atau lebih. Memang ada lecet kecil di sana sini disertai cat yang terkelupas karena botol ini pernah jatuh atau terbentur saat dibawa. Kami pernah mengisinya dengan jus murni jeruk (super asem boo …), minuman berkarbonat, air hangat, … semuanya awet di dalam tanpa mengubah cita rasa selama sehari bepergian. Desain dan material dinding dalam botol juga amat keras dan tidak mengandung zat berbahaya sehingga dinding dalamnya tak mudah rontok/pecah meskipun dinding luarnya terbentur keras, menjadi sarang bakteri, atau bereaksi dengan cairan di dalamnya (tak mengubah rasa dan bau alias inert). Harganya relatif stabil hingga kini, dulu kami beli sekitar EUR 16 di Munich Jerman. Sepertinya mahal, tapi kalau dipikir-pikir kalau botol ini berulang kali dipakai untuk membawa air minum maka dalam 40-50 kali pemakaian sudah terbayar harga membeli air mineral (baru) dari supermarket dengan volume yang sama :-)
Semangat memakai kembali (reuse) inilah yang amat diperlukan saat ini. Meski sebagian botol-botol plastik air mineral dapat didaur ulang (recyclable PET), namun hal itu tetap saja membutuhkan energi yang luar biasa dalam prosesnya. Tambahan lagi dengan pemakaian komponen-komponen aditif (misalnya untuk membuat wadah plastik yang bening atau berwarna, lentur, lebih kuat, dll) yang tak dapat dipergunakan kembali dan hilang sebagai limbah atau bergabung dengan asap polusi CO2 ke atmosfir. Menurut laporan American Recycling Institute, di Amerika Serikat hanya sekitar 15% botol PET yang dapat didaur ulang dan selebihnya berakhir di penimbunan sampah yang membutuhkan 1000 tahun untuk hancur total. Semakin tinggi tingkat konsumsi botol PET di dunia maka semakin banyak energi yang terbuang untuk memproduksi, mengangkut, dan mengelola limbah/polusinya. Sebagai botol yang tangguh ternyata botol SIGG juga 100% dapat didaur ulang tentunya kembali sebagai aluminium.
Empat kelemahan SIGG
Empat kelemahan yang kami perhatikan hingga hari ini: Pertama karena bentuknya yang kokoh sehingga terkesan tidak fleksibel dan menimbulkan nyeri kalau bertubrukan dengannya. Kedua, karena wadahnya tak transparan maka tidak mudah untuk mengira isi botol saat akan
mencampur air panas dan air dingin pada suhu yang diinginkan. Ketiga, kesulitan saat membersihkan bagian dalam botol karena mulutnya yang relatif berdiameter kecil (kurang dari 3 cm). Keempat, minuman di dalam botol tidak berubah rasa atau aroma selama seharian, namun udara panas yang lembab di Singapura menyebabkan udara dalam botol cepat berbau apek. Hal ini juga terjadi pada wadah apapun dimana bakteri cepat sekali migrasi dari mulut ke wadah minuman apapun yang tertutup. Pada saat diisi air yang baru maka bau tersebut hilang dengan sendirinya.
Nah apakah ini saatnya penikmat air mineral dari botol plastik beralih ke botol metal ? Tidak lebih berat dari botol polikarbonat, lebih aman dipakai berulang kali, dan ramah terhadap lingkungan. Namun tidak sebarang botol metal ya ... perlu berhati-hati juga dengan produk tiruan atau produk yang berharga murah namun tidak aman (seperti buatan Cina bermerek Alpine Design). Sayangnya di tempat-tempat makan Singapura banyak peringatan, you can not bring outside food or drink here meskipun sudah dibawa dengan botol merek terkenal :-) Mohon maaf kalau tulisan ini lebih terkesan pada promosi produk SIGG, tapi kami yakin ini adalah produk yang baik dan tahan lama.
Namun apakah kita harus menghindar dari plastik sebagai wadah makanan dan minuman sehari-hari. Tentu saja tidak perlu, banyak manfaat plastik yang jauh mengungguli mudharat nya (kerugian). Secara umum plastik dan turunannya adalah tahan terhadap proses oksidasi (seperti logam yang berkarat), kuat, fleksibel, ringan, dan proses produksi dan distribusinya lebih murah energi dibanding logam. Level racun yang terkandung dalam plastik (yang sudah menyatu saat pembuatan wadah) adalah fakta. Namun berapa persentase kontaminasi yang dibutuhkan sampai ia dinyatakan sebagai racun yang berbahaya untuk tubuh (ambang batas) ? Tentunya konsumen perlu diberitahu resiko pemakaian wadah plastik tersebut dengan format pertanyaan umum seperti:
- wadah ini baik utk berapa kali pemakaian ?
- untuk berapa lama waktu penyimpanan ?
- cocok untuk dipakai menampung air panas atau dingin (pada suhu berapa ?)
- apa cocok untuk dipakai menyimpan jus buah (kadar asam tinggi), minuman berkarbonat (kola), kopi panas, ASI ?
- apa aman untuk menyimpan makanan/minuman di bawah terik matahari ? di dalam mobil yang gosong di bawah terik matahari ?
- apa aman dicuci dengan sabun, sikat, air panas ?
- apa aman dipanaskan dalam microwave ?
- bila berubah warna, penyok, apa masih layak dipakai ? dll.
Sudah hampir tiga tahun ini sejak kembali ke Singapura, kami "terpaksa" merumahkan botol metal (aluminium) SIGG kami. Alasan klasik, botol ini agak berat dan lebih sukar dibersihkan karena tak transparan. Alasan lain karena kami memperoleh beberapa botol plastik berkode segitiga 7 gratis di sini :-) What !!! A triangle seven ? Kalau kejadiannya dulu sih tak bakalan kaget, namun sekarang hanya kode "5" atau "4" yang aman menurut hafalan kepala kami. Botol minum polikarbonat dengan kode 7 dipercayai dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hmmm … mudah-mudahan bocoran BPA tadi belum melampaui ambang batas yang dapat merusak tubuh :-(
Langkah pencegahan langsung dilakukan. Kami kembali menggunakan si botol tangguh SIGG tadi untuk menampung 600ml minuman. Botol SIGG ini memang kuat dan tak banyak berubah penampilannya sejak dibeli empat tahun lalu. Satu hal lagi ia hanya sedikit lebih berat dibanding botol minum plastik 500 ml berkode segitiga 7. Pemakaian wadah metal untuk tempat makan dan minum sebenarnya sudah dilakukan orang sejak dulu, lihat saja desain cerek/teko, termos air panas, rantang, panci stainless steel, dll di dapur. Memang metal lebih aman meski ada resiko bocor, berkarat, atau mengandung zat-zat tambahan yang berbahaya seperti Pb, Cd, Hg, dll.
A tribute to SIGG
SIGG merayakan ultah nya yang ke 100 tahun ini. Hanya dibuat di Swiss, amat terkenal di negeri-negeri berbahasa Jerman, SIGG diyakini sebagai pembuat botol minum paling tangguh di bumi. Tangguh wadah, tutup botol, dan sablon luarnya (coating) yang tidak rontok atau memudar biar sudah berumur empat tahun atau lebih. Memang ada lecet kecil di sana sini disertai cat yang terkelupas karena botol ini pernah jatuh atau terbentur saat dibawa. Kami pernah mengisinya dengan jus murni jeruk (super asem boo …), minuman berkarbonat, air hangat, … semuanya awet di dalam tanpa mengubah cita rasa selama sehari bepergian. Desain dan material dinding dalam botol juga amat keras dan tidak mengandung zat berbahaya sehingga dinding dalamnya tak mudah rontok/pecah meskipun dinding luarnya terbentur keras, menjadi sarang bakteri, atau bereaksi dengan cairan di dalamnya (tak mengubah rasa dan bau alias inert). Harganya relatif stabil hingga kini, dulu kami beli sekitar EUR 16 di Munich Jerman. Sepertinya mahal, tapi kalau dipikir-pikir kalau botol ini berulang kali dipakai untuk membawa air minum maka dalam 40-50 kali pemakaian sudah terbayar harga membeli air mineral (baru) dari supermarket dengan volume yang sama :-)Semangat memakai kembali (reuse) inilah yang amat diperlukan saat ini. Meski sebagian botol-botol plastik air mineral dapat didaur ulang (recyclable PET), namun hal itu tetap saja membutuhkan energi yang luar biasa dalam prosesnya. Tambahan lagi dengan pemakaian komponen-komponen aditif (misalnya untuk membuat wadah plastik yang bening atau berwarna, lentur, lebih kuat, dll) yang tak dapat dipergunakan kembali dan hilang sebagai limbah atau bergabung dengan asap polusi CO2 ke atmosfir. Menurut laporan American Recycling Institute, di Amerika Serikat hanya sekitar 15% botol PET yang dapat didaur ulang dan selebihnya berakhir di penimbunan sampah yang membutuhkan 1000 tahun untuk hancur total. Semakin tinggi tingkat konsumsi botol PET di dunia maka semakin banyak energi yang terbuang untuk memproduksi, mengangkut, dan mengelola limbah/polusinya. Sebagai botol yang tangguh ternyata botol SIGG juga 100% dapat didaur ulang tentunya kembali sebagai aluminium.
Empat kelemahan SIGG
Empat kelemahan yang kami perhatikan hingga hari ini: Pertama karena bentuknya yang kokoh sehingga terkesan tidak fleksibel dan menimbulkan nyeri kalau bertubrukan dengannya. Kedua, karena wadahnya tak transparan maka tidak mudah untuk mengira isi botol saat akan
mencampur air panas dan air dingin pada suhu yang diinginkan. Ketiga, kesulitan saat membersihkan bagian dalam botol karena mulutnya yang relatif berdiameter kecil (kurang dari 3 cm). Keempat, minuman di dalam botol tidak berubah rasa atau aroma selama seharian, namun udara panas yang lembab di Singapura menyebabkan udara dalam botol cepat berbau apek. Hal ini juga terjadi pada wadah apapun dimana bakteri cepat sekali migrasi dari mulut ke wadah minuman apapun yang tertutup. Pada saat diisi air yang baru maka bau tersebut hilang dengan sendirinya.Nah apakah ini saatnya penikmat air mineral dari botol plastik beralih ke botol metal ? Tidak lebih berat dari botol polikarbonat, lebih aman dipakai berulang kali, dan ramah terhadap lingkungan. Namun tidak sebarang botol metal ya ... perlu berhati-hati juga dengan produk tiruan atau produk yang berharga murah namun tidak aman (seperti buatan Cina bermerek Alpine Design). Sayangnya di tempat-tempat makan Singapura banyak peringatan, you can not bring outside food or drink here meskipun sudah dibawa dengan botol merek terkenal :-) Mohon maaf kalau tulisan ini lebih terkesan pada promosi produk SIGG, tapi kami yakin ini adalah produk yang baik dan tahan lama.
Lima Bunyi yang Menyusahkan
PERHATIAN:
Jangan dibaca bila tidak berkenan karena sangat subjektif dan menyinggung perasaan !
Mungkin hanya sedikit orang yang memiliki keterbatasan toleransi macam saya. Toleransi terhadap sekitaran yang kadang dipenuhi dengan bunyi aneh yang membuat kesal dan jelas mengganggu konsentrasi. Terjadi pada jam kerja, lima hari dalam sepekan, dan dilakukan oleh dua tiga orang yang tak sebangsa sungguh menguji kesabaran selama ini. Bunyi yang dimaksud adalah bunyi atau suara yang dihasilkan anggota tubuh, yang mungkin disebabkan ada yang salah pada badan seseorang (misalnya kurang fit, flu, dll) atau sebuah kebiasaan buruk.
Apa saja kelima bunyi tsb ?
- Bunyi pilek yang mendesis ditarik ke atas di pagi hari
- Bunyi sendawa yang disengaja tanpa permisi
- Bunyi saat menyeruput minuman (sip) atau makanan (slurp)
- Bersuara saat mulut penuh dengan makanan.
- Berbicara atau tertawa berlebihan
Sama dengan bunyi kedua. Ini bunyi yang mengesalkan dan menandakan pemiliknya punya masalah dengan sistem pencernaan. Entah disebabkan makan terlampau banyak, makan terburu-buru, atau saat makan yang disambil dengan mengobrol atau kerjaan lain. Intinya sendawa disebabkan bercampurnya banyak gas dalam lambung atau usus. Awalnya mungkin gaya makan yang salah namun bila terjadi berkelanjutan dapat dicurigai sebagai masalah kesehatan akibat kekurangan enzim dalam saluran pencernaan. Mengapa saya sebut disini secara sengaja, karena si pelaku bersendawa tanpa berupaya menutup mulut atau mengaturnya agar berbunyi selembut mungkin !
Berbicara saat mulut penuh dengan makanan memang ciri-ciri masyarakat sibuk atau tak punya tatakrama saat makan. Biasanya diiringi batuk-batuk, tersedak, sendawa dan lawan bicara yang tak mengerti tentang apa yang ia utarakan. Sepertinya ini disebabkan oleh kebiasaan dan budaya masyarakat sekitar yang menganggap hal ini bukan suatu masalah. Sudah sering dilakukan dan pelaku tak kapok-kapok.
Berbicara keras di telepon atau tertawa berlebihan adalah penyakit kronis yang menghinggapi pelakunya. Dianggap sudah menjadi merek dagang (trademark) si empunya, yang mungkin ia yakini akan menambah percaya diri (seolah-olah membuat ia yang paling mengerti tentang isi pembicaraan karena bicara paling keras) atau level narsis nya. Saya memperhatikan orang-orang dengan kebiasaan ini cenderung pelupa dan tidak dapat bertutur sistematis karena mulut lebih cepat dibanding otaknya. Jadinya lebih sering mereka bercakap dengan tersendat dengan eh… oh… the…the…. a….a (dan kata-kata jeda lainnya). Kemungkinan lain mungkin kelemahan pendengaran, sehingga pelaku tidak sadar bahwa suaranya sudah keras dan tak perlu diulang.
Lalu bagaimana menyikapinya ? Selama ini memang saya lebih bersikap pasif untuk menghindari keributan yang tak perlu karena seperti yang sudah saya utarakan di atas bahwa ini masalah tingkat toleransi yang saya sendiri miliki. Buat saya ini masalah namun bukan untuk orang lain. Ada empat cara yang sudah dicoba:
(1) Menyingkir sebentar dari ruang kerja selama beberapa menit untuk menikmati udara bebas, mengistirahatkan tubuh, atau mengobrol dengan rekan di ruang lain.
(2) Ada kalanya di saat sibuk dan harus serius di meja kerja, maka earphone sederhana dan lagu-lagu MP3 (bajakan) adalah kawan setia yang ampuh. Namun cara ke (2) ini tidak berdaya guna saat kebisingan sekitar sudah diluar ambang batas (60dB adalah ambang yang masih dianggap nyaman oleh orang normal seperti saat menonton berita TV pada jarak 1 meter) misalnya pada saat orang berdiskusi dengan suara keras di telepon atau mondar-mandir dengan tawa yang keras amburadul disela bicaranya yang tersendat-sendat akibat otak yang tak mampu mengiringi ceplas-ceplos mulut besarnya :-)
(3) Menutup telinga saja, bila tak dapat pakai cara (2) atau telinga sudah sakit karena mendengar lagu MP3 yang terlampau keras hu...hu...
(4) Memakai earplug yang biasa dipakai di pabrik. Katanya ini efektif untuk menurunkan level suara sekitar 29 dB. Sudah saya beli namun belum sempat praktek, takut dianggap terlalu offensive :-)
Mohon maaf kalau saya temukan tradisi tidak sehat diatas didominasi oleh suku bangsa kuning dari daratan khususnya yang belum mengenal etiket pergaulan yang baik. Bagi mereka bunyi-bunyian aneh yang dikeluarkan tubuh bukanlah hal tabu dan tak merasa perlu untuk minta maaf dengan orang lain. Jangan heran kalau mereka sendawa, batuk berdahak, atau sampai level ekstrem yaitu kentut di ruang publik bukanlah sesuatu hal yang aneh atau memalukan pelakunya. Suku bangsa kuning didominasi oleh ras Cina, Jepang, dan Korea (Asia Timur).
Saya pun bukan mahluk sempurna yang terbebas dari bunyi-bunyian di atas. Namun saya dapat membatasi dan tidak menjadikannya kebiasaan yang mengganggu orang lain. Nah bagaimana dengan pembaca, semoga terhindar yah dari hal-hal yang tak enak begini dan tidak menjadi sumber bunyinya :-)
p.s:
Untuk tingkat suara baca di Sound pressure
Foto diambil dari koleksi Jippolito.
Subscribe to:
Posts (Atom)