Aug 16, 2008

Arti Hari Kebangsaan ... Puas Makan Burger

Hari libur nasional adalah hari yang dinanti-nanti. Apalagi kalau dirayakan bersama seluruh masyarakat tak peduli suku adat ras agama. Pasti ramai dan membawa kegairahan bagi tiap orang. Nah di Singapura ini hari libur nasional hanya 11 hari saja dalam setahun, bayangkan dengan Indonesia yang memiliki 18 hari atau lebih. Dari 11 hari tersebut hanya 3 hari yang generik alias tak ada kaitannya dengan agama yaitu tahun baru (1 Jan), hari buruh (1 Mai), dan hari kebangsaan (9 Ogos). Kebayang kan ... ini hari terakhir 4.5 juta rakyat sini bersenang-senang tiap tahun :-) Seperti biasa selalu diiringi dengan festival kembang api dan pertunjukan kolosal meriah yang didanai sepenuhnya oleh pemerintah dan sponsor tentunya.

Pihak pedagang yang cerdik tak ketinggalan memanfaatkan suasana meriah ini (biasanya di bulan Juli - Ogos) untuk mempromosikan jualannya. Mumpung rata-rata penduduk agak longgar membelanjakan uangnya atau ada alasan untuk berbelanja ekstra dibanding hari-hari biasa. Dari yang menjual alat elektronik, peralatan rumah tangga, furniture, paket langganan telepon dan tak ketinggalan ... restoran.




















Spam lagi di kotak pos kami ... kali ini brosur spam datang salah satunya dari perusahaan burger BK. Dalam periode 15 - 27 Ogos BK menjanjikan penghematan lebih dari SGD 110 bagi siapa saja yang menyantap secara kontinu makan pagi, siang, dan malam di kedainya. Hanya dengan menyobek kupon-kupon diskon makanan yang disediakan, total Anda akan berhemat SGD 110. Kalau datang teman-teman atau sanak famili dari jauh, dan mereka ikhlas ditraktir burger dan burger lagi, berarti promosi BK ini asli cocok untuk sebuah hadiah hari kebangsaan :-)

Kupon diskon kami masih utuh, ada yang berminat ? Ini bukan promosi BK lho, hanya saja masih ada pengelola kedai makan yang masih mau memberi diskon up to 43% (selama 12 hari) di saat inflasi di negeri ini (CPI=customer price index) sudah mencecah 8.5% khusus untuk makanan, angka tertinggi selama 26 tahun republik ini berdiri. He..he.. kalau porsinya agak dikurangi saya sendiri kurang tahu, maklumlah bukan pelanggan setia BK.

Aug 13, 2008

9 dari 10 notebook di dunia dibuat di Taiwan

Tomohiro Otsuki dalam Nikkei Elektronics Asia bulan Juli 2008 menulis 90% desain dan rakitan notebook atau laptop dunia dikuasai industri-industri Taiwan. Ditampilkan dalam bentuk matriks dimana 9 pemilik merek besar notebook dunia mempercayakan perakitan produk mereka pada 10 produsen Taiwan. Sisanya sekitar 10-15% pasar perakitan notebook masih dilakukan di dalam negeri Jepang untuk model-model tertentu keluaran NEC, Toshiba, dan Sony. Sementara itu EETimes Asia mencatat sekurangnya ada 15 industri desain dan manufaktur (ODM) perakit notebook untuk seluruh dunia.

Quanta (31% pasar), Compal (24%), Wistron (16%) dan Inventec (11%) adalah empat pemain besar ODM Taiwan. Acer dan Asustek adalah merek lokal Taiwan yang pada awal berdirinya dianggap sebagai komputer tak bermerek (no-brand). Namun kini Acer menempati peringkat tiga (setelah HP dan Dell) dan Asustek pula pada peringkat delapan dari pasaran notebook dunia yang mencatat pengiriman 137 juta unit per tahun pada tahun 2007. Bayangkan dengan pemain lokal di negeri kita yang hanya satu dua seperti Zyxel dan Axioo.

Trend 2008 ke depan diantaranya:
  • Merebaknya segmen baru notebook kelas ringan dibawah USD 500 meniru produk perdana Asus eeePC (hemat daya, ringan, dan kecil). Everex dan HP telah mengeluarkan produk yang sama. Langkah ini ditanggapi serius dengan melihat prospek prosesor baru untuk mendukung segmen ini seperti Intel Atom dan VIA (sistem x86) dan ARM yang populer di pasaran embedded peripherals.
  • Penyimpan data berbasis semikonduktor (solid state drive) yang semakin kompak. Terakhir kapasitasnya sudah mengejar 40GB. Meskipun kapasitas lebih kecil, SSD lebih unggul dibanding HDD dalam hal hemat daya, akses data lebih cepat, dan realibilitas karena tidak adanya bagian yang bergerak.
  • Pencahayaan monitor notebook yang menggunakan dioda pemancar cahaya (LED backlights). Ini akan menghemat konsumsi daya 10% dibanding cara konvensional saat ini dan dapat menghasilkan monitor yang lebih tipis dan ringan.
Sumber
Laporan Computex 2008
EETimes Asia
Analisis oleh Tomohiro Otsuki dalam NEA


Aug 12, 2008

Rambu Larangan, Singapura Jagonya

Bagi sesiapa yang sudah bosan mengukur panjang jalan Orchard/IMM/VivoCity setiap akhir pekan atau setiap datang ke Singapura ada satu solusi yang cocok dan menyehatkan. Jawabannya adalah menikmati alam dengan mengunjungi taman-taman alami ataupun buatan yang tersebar di banyak tempat di pulau beton kecil 650 km persegi ini. Memang cukup menguras energi apalagi kalau baru mulai dijelajahi di atas jam 10 pagi, badan pasti berkeringat diterpa sinar matahari dan "dekapan" kelembaban udara yang luar biasa tinggi. Kalau mau daftar lengkapnya silakan susuri lelaman dewan taman kota NParks. Bisa dipilih mana yang mau dijajal terlebih dahulu, mau wisata pantai, danau buatan, bukit, taman bunga, hutan lindung, dll.

Nah bagaimana pemerintah di sini memastikan bahwa pengunjung tetap setia menjadi warga negara atau tamu yang baik biarpun berada di daerah yang tak bertuan? Penegakan hukum harus berjalan di mana saja. Contoh yang umum terlihat di taman-taman kota adalah pemasangan papan peringatan besar yang berisikan larangan-larangan yang wajib dipatuhi. Pelanggaran berharga mahal (up to SGD 10K) atau menyita 6 bulan hidup di penjara.


Kreatif kan jika melihat tiap rambu larangan tsb. Bagi yang tidak mengerti simbol dapat membaca penjelasan umum di papan sebelah kirinya. Nah bila petugas merasa 12 rambu belum cukup, mudah saja ia akan ketok lagi 3 rambu tambahan seperti di sisi kiri bawah. Gambar di atas saya ambil 3 tahun yang lalu di reservoir McRitchie, mungkin kini sudah bertambah :-)

Salut memang, pengunjung patuh dan menghormati hak-hak lingkungan, tanaman dan hewan yang ada di sana. Padahal belum pernah kami melihat seorang polisi atau pengawas hutan pun, yang ada mungkin satu dua kamera cctv (alias tak banyak di pintu masuk atau pintu keluar) dan beberapa pekerja kebersihan/perawat taman yang sedang dinas keliling.


Foto kedua adalah tanda larangan yang dikeluarkan oleh perusahaan air minum negara (PUB) di tepi sungai Singapura, tepatnya di kawasan Boat Quay. Sebuah kawasan di tengah kota, penuh pencakar langit, dan dipenuhi restoran. Singkat dan tegas pesannya, hanya lima simbol larangan, dan tanpa diembeli hukuman bagi pelanggar. Simbol-simbolnya jelas lebih berkenaan dengan air dan penghuninya. Mengapa tanda coretnya miring ke arah yang berlawanan bila dibandingkan foto sebelumnya ya ?

Treetop, Berjalan di Puncak Pohon

Sesuai judulnya memang ini wisata alam yang menjanjikan pemandangan melihat puncak-puncak pohon. Tentu saja bukan pohon tomat, pohon cabe, atau pohon-pohon mini lainnya, tapi ini asli pohon-pohon berakar tunggang berkambium rindang yang memiliki tinggi sekitar 20-25 meter. Pengunjung menikmati pemandangan pohon-pohon dari jarak yang relatif dekat pada ketinggian tersebut. Bukan dengan panjat tebing, naik kereta gantung, apalagi naik helikopter melainkan dengan cara berjalan di atas jembatan besi baja yang kokoh. Biasanya pengunjung memulai pengembaraan nya dari sebuah tempat yang tinggi misalnya bukit (bisa dengan perjalanan mendaki atau diantar dengan bus atau kereta wisata) lalu disambung dengan jembatan ini.

Di Singapura ada dua tempat terkenal yaitu HSBC Treetop Walk di McRitchie Reservoir Park dan Forest Walk di Southern Ridges Park. HSBC Treetop berupa jembatan gantung suspensi yang terentang di antara Bukit Peirce dan Bukit Kallang. Sementara Forest Walk merupakan jembatan baja sambung menyambung dimana pilar-pilar baja penopangnya langsung ke tanah. Konsep treetop agak berbeda dengan canopy walk (berjalan di bawah kerindangan pohon) atau yang lebih umum lagi yaitu forest walk (wisata hutan). Perbedaan yang paling mencolok adalah lokasi perjalanan, satu di atas dan satu mengikuti profil tanah di bawah. Berjalan di jembatan treetop amat tidak nyaman dilakukan saat matahari sedang terik karena tidak ada yang menaungi kita dari sinar matahari langsung atau di malam hari karena memang tidak ada lampu. Kekurangannya yang lain adalah wisatawan tidak bisa merasakan langsung sensasi menyentuh akar, batang pohon, merasakan turun naik atau lembabnya tanah hutan hujan tropis ini :-) Bahkan di jembatan HSBC Treetop pengunjung hanya diperbolehkan berjalan satu arah dan pada setiap saat hanya diperbolehkan 30 orang yang "tergantung" di sana. Kebayang kan, kalau di atas jembatan itu tidak bisa bergerombol karena membuat macet apalagi mau duduk santai dulu karena penat. Kesempatan memfoto sekeliling pun harus dilakukan dengan segera karena banyak pengunjung lewat dan posisi kaki tidak stabil karena goyang.

Menurut kamus bahasa Inggris Collins, definisi treetop adalah bagian tertinggi dari sebuah pohon dimana berkumpul cabang-cabang, dedaunan, dan tempat bermain monyet. Wisata jenis ini jelas membutuhkan modal yang luar biasa untuk perencanaan dan pembuatan sarananya. Alhasil tidak banyak tempat yang memiliki wisata macam ini:

HSBC Treetop Walk
  • Singapura, tinggi 27 meter, rentang jembatan 250 meter, gratis.
  • Diresmikan 5 November 2004, menelan biaya SGD 1.6M.





Forest Walk Southern Ridges
  • Singapura, tinggi 3-18 meter (menuruni bukit), rentang jembatan 1300 meter, gratis.
  • Diresmikan May 2008



Otway Fly
  • Australia Barat Daya, tinggi 47 meter, rentang jembatan 600 meter, bayar AUD 20.
  • Diresmikan September 2003, menelan biaya AUD 6.5M.
  • Tertinggi dan terpanjang di dunia !


Otwayfly picture is taken from Harko Pilot collection.

Aug 8, 2008

Resiko Perawatan Akar Gigi (Bagian 2)

Sehatkah memelihara "gigi mati" ?

Dalam masa penantian sebelum temu janji berikutnya tanggal 14 Agustus, saya coba tanya ke mbah Google dengan kata kunci = "side effect root canal". Amat mengejutkan hasilnya, ternyata memang ada dan bukan perkara remeh. Penelitian aslinya telah dilakukan sejak 85 tahun yang lalu oleh Dr. Weston A. Price. Kertas-kertas ilmiah seperempat abad penelitiannya dibukukan hingga dua jilid total 1174 halaman. Namun hasil penelitian ini bukan bahan kuliah populer, terkubur oleh masa, dan "dilupakan" para dokter gigi seluruh dunia. Baru tahun 1965 atas inisiatif Dr. George E. Meinig muncul buku yang lebih mudah dicerna "orang awam" berjudul Root Canal Cover-Up dengan hanya 220+ halaman.

I
nti penelitiannya adalah gigi yang telah diselamatkan dengan perawatan saluran akar (root canal) atau endodontik akan selalu terkena infeksi sebaik apapun penampilan ataupun rasanya setelah operasi tersebut. Dr. Price mencurigai:
  1. infeksi bakteri gigi mengakibatkan banyak penyakit pada pasien yang terjadi akibat kerusakan sel atau organ tubuh lain (focal infection) di kemudian hari.
  2. melemahnya imunitas tubuh pasien yang mengakibatkan pasien mudah terserang penyakit
Seperti yang diketahui, dentin adalah struktur yang membangun 95% bagian dari sebuah gigi. Dentin tidak seutuhnya padat namun tersusun dari rongga-rongga berbentuk silinder halus berdiameter 1-1.3 mikron (pori-pori dentin). Pori-pori ini menjadi jalur nutrisi zat yang menjaga kesehatan dan kehidupan gigi. Nutrisi tersebut dikirim tiap hari kedalam tiap rongga oleh pembuluh darah arteri yang menyertai syaraf dan pembuluh darah vena di dalam saluran akar. Proses alamiah ini mirip dengan arteri yang memberi nutrisi pada sel-sel tubuh manusia.

Pada tahap awal kerusakan gigi biasanya masih bisa disembuhkan dengan mengikis bagian luar gigi yang rusak (membuang bakteri yang telah menguasai bagian tersebut) dan menambal enamel atau dentin tsb. Namun bilamana kerusakan dibiarkan dan bakteri jahat telah berhasil menembus saluran akar maka syaraf dan pembuluh darah di dalam akar tersebut menjadi terinfeksi. Bakteri menjadi mudah menjalar di dalam saluran akar dan berenang menuju pori-pori dentin. Pori-pori dentin menjadi rumah baru bakteri yang nyaman dan terjamin suplai makanannya :-(

Ramai drg tak faham atau mengabaikan kemampuan bakteri untuk hidup dalam dentin dan tak mempertimbangkan kemungkinan bakteri ini dapat menyebar ke seluruh tubuh (menimbulkan penyakit lain). Drg beranggapan bahwa pemusnah bakteri (desinfektan) yang digunakan saat proses perawatan akar akan membunuh semua bakteri jahat tersebut. Mayoritas bakteri di dalam saluran akar memang tereliminasi namun bagaimana dengan bakteri yang sudah "pindah rumah" ke dalam pori-pori dentin ? Penelitian Dr. Price
menyebutkan dari 100 jenis desinfektan yang ia coba, tak ada yang mampu menembus rongga-rongga halus ini, termasuk sel darah putih dan beragam antibiotik yang dipakai pada masa kini ! Selain itu sukar dipastikan bahwa saluran akar ini benar-benar bersih dari sisa syaraf-syaraf mati dan kumpulan bakteri mengingat salurannya sempit, gelap, dan mungkin tak lurus. Pembersihan dengan desinfektan dapat juga menyebabkan efek samping yaitu rusaknya jaringan yang terkena dan timbulnya rasa nyeri, infeksi baru, alergi, atau efek buruk pada kekebalan tubuh. Saluran akar yang steril ini hanya bertahan 1-2 hari dan selanjutnya bakteri sudah dapat ditemukan lagi di sana.

Ramai drg berargumen bahwa dengan menutup saluran akar "sepenuhnya dengan cairan khusus" akan menghentikan sumber makanan bakteri yang terperangkap dalam dentin. Namun anggapan ini tidak tepat karena bakteri mampu bermutasi dan mereformasi tubuhnya. Perubahan lingkungan dan kondisi sekitar membuat bakteri menjadi lebih ganas, bersifat anaerobik, dan memproduksi racun yang lebih berbahaya. Kerumitan seperti yang telah diungkap di atas: tidak ada antibiotik yang mampu menembus pori-pori dentin dan sel darah putih terlampau besar untuk membunuh bakteri di dalam pori-pori dentin semakin
memperburuk kondisi pasien. Antibiotik yang tidak tepat tak mampu membunuh bakteri dan justru memperkuat bakteri tsb. Di saat yang sama bakteri terus memproduksi racun yang dapat menginfeksi organ tubuh lain. Di sini puncak masalahnya, racun ini dapat lolos keluar dari dentin melalui lapisan otot penyangga gigi (periodontal membrane), terus ke tulang rahang, dan menyatu dengan aliran darah merah yang memberi makan pada tulang rahang tsb.

Dari penelitian Dr. Price disebutkan 25-30% dari pasien perawatan akar memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik dan gaya hidup yang sehat sehingga mereka relatif aman dari penyakit-penyakit yang dijangkitkan bakteri ini. Namun bila saja ada diantara mereka mengalami kecelakaan serius, flu berat, atau berada dalam tingkat stres tinggi tetap ada kemungkinan kekebalan tubuh mereka menurun drastis dan terkena serangan penyakit juga. 70% pasien lainnya yang memiliki kualitas kesehatan rendah akan amat mudah menderita penyakit bawaan bakteri tsb secepat ia selesai menerima perawaat akar giginya.

Perawatan akar gigi adalah kemajuan besar dunia pergigian dan patut diacungi dua jempol, namun perlu diingat efek sampingnya yang cukup berbahaya. Sudah menjadi kewajiban para dokter gigi untuk melakukan diagnosis sebaik mungkin tentang kesehatan pasien dan menginformasikan resiko ini sebelum memberi vonis cabut atau tindakan lain. Selain itu pemantauan akan mujarabnya perawatan saluran akar perlu diselidiki, apakah benar-benar "gigi mati" ini dapat berumur panjang (setelah di root canal) dan justru tidak menimbulkan penyakit lain pada mulut atau gigi di sekitarnya. Kasihan kan sudah bayar mahal tapi tidak memberi kenyamanan lama. Bagi mantan pasien yang tiba-tiba mengalami gejala penyakit yang muncul setelah perawatan ini perlu memberi tahu dokter yang memeriksanya, ada kemungkinan diagnosis ke gigi ini diperlukan. Perhatikan peta berikut ini untuk melihat kerapatan hubungan gigi dengan organ tubuh lainnya.


Sementara nasib saya sejauh ini "cukup" dibersihkan saluran akar dan ditambal saja. Konsultan yang memeriksa mengatakan lubang yang amat besar menyebabkan sukar untuk membuat dudukan crown yang mantap di atas molar-2 (M2) saya. Jadi crown tak dapat melindungi M2 ini lama-lama dan perlu diganti jika pecah. Mbak dentist memberi gambaran kalau saya tak mau menyelamatkan M2 ini maka saya perlu memikirkan implantasi atau gigi palsu (denture) di kemudian hari. Membiarkan tempat M2 dan M3 (gigi bungsu) kosong terlampau lama adalah tidak baik dan membuat geraham atas pasangannya kehilangan dudukan dan menimbulkan masalah lain (seperti turun, pengunyahan tak sempurna, sarang sisa makanan yang menyangkut). Implantasi (implant) jelas butuh biaya amat mahal dan sakit juga. Gigi palsu pun tak nyaman kalau tidak dirancang dengan baik. Alternatif terbaik memang dicabut, saya berdoa untuk yang terbaik.

Karena saya bukan dokter gigi atau berlatar belakang kedokteran jadi ini beberapa sumber pustakanya:
Chetday
Tuberose
Ulasan buku Dr.Meinig

Tes vitalitas gigi dan penanganan endodentik dibaca di British Dental Journal

Untuk membaca argumen dari drg yang berasumsi bahwa efek samping perawatan saluran akar adalah amat kecil dengan semakin baiknya teknik dan obat-obatan yang digunakan pada masa kini, baca di sini salahsatunya.

Gambar-gambar berasal dari sini:
(1) Clarian.org
(2) Toxinfreesmile.org

Mohon maaf kalau tulisan ini jauh dari sisi ilmiah dan lebih pada riset pribadi. Semoga ada pencerahan dari dokter/spesialis gigi terhadap tulisan ini sehingga kita tidak perlu ragu untuk mengambil [salahsatu] keputusan terberat dalam hidup ini.

Tulisan terkait:
Resiko Perawatan Akar Gigi (Bagian 1)
Sakit Gigi atau Sakit Gusi