Sep 9, 2009

Otak Mahal Punya Siapa ?

Tebakan awal saya para pemilik otak termahal di dunia ini mungkin didominasi orang-orang ternama semacam pemenang nobel sains iptek, filsuf, quants, artis kelas dunia, politisi, dan berbagai profesi top lainnya. Namun itu keliru, jawabannya adalah otak orang yang tidak pernah atau belum banyak dipakai. Andai saja jual beli otak manusia dilegalkan, maka otak yang berharga paling mahal itu adalah otak yang masih segar, sama dengan sayuran, buah, atau komoditas pakan lainnya :-) Sebuah humor di internet juga menawarkan otak polisi dengan harga paling mahal dibandingkan otak seorang doktor atau ilmuwan NASA (upps ... sorry no offence).


Di negeri kita yang katanya gemah ripah loh jinawi (bukan: gemah ripah loh koq begini) memang dengan usaha minimal pun seseorang tetap dapat hidup. Hidup di alam desa yang subur macam di Bukittingi sampai saat ini pun cukup menyenangkan: ada ikan di sungai/kolam, ada sayur di kebun, atau kebutuhan hidup lain yang bisa diusahakan dari alam. Tak perlu berfikir keras macam penduduk di Singapura yang harus 9t05 setiap hari untuk bertahan hidup dan membayar hutang ini-itu.

Sikap "membudidayakan otak segar" ini dikhawatirkan terus berlanjut di masa modern yang penuh persaingan kini. Pemiliknya akan tertinggal dan hanya duduk-duduk sebagai penonton orang lain yang sukses. Pemilik otak mahal memelihara fikiran yang sempit dan dangkal ... mau cari cepat enak, cepat untung, terhimpit nak di atas, terkurung nak di luar (tanpa mau memikirkan caranya ...). Kadang2 tak perlu otak sama sekali dan menggunakan otot alias berkelahi untuk mempertahankan opini yang salah. Pemilik otak mahal lebih mengedepankan nafsu dan mengikuti perasaan tanpa pernah mau berfikir tenang dan fokus tentang sebab musabab kejadian dan konsekuensi tindakannya nanti. Parahnya bila sifat ini dipelihara sejak kecil, seperti suka melamun, gemar menggosip, baca harian mistis/klenik, menonton sinetron sampah, ikut kuis ini itu, sms berhadiah ... dan hal-hal lain yang mengangankan sesuatu yang besar tanpa ada usaha, maka ini cikal bakal masa depan suram bagi bangsa ini :-(

Secara alamiah bahan mentah otak manusia yang lahir normal tidak berbeda antara si pintar dengan si bodoh. Sel-sel otak (neuron) tumbuh mulai minggu kelima kehamilan dan terus berkembang pesat hingga bulan kelima (kecepatan tumbuh 5000 sel/detik). Menurut buku keajaiban penciptaan manusia (Harun Yahya) terdapat lebih dari 10 milyar sel otak dengan 100 triliun koneksi antar neuron. Selama neuron mendapat pasokan oksigen melalui darah maka otak tak akan mati.


Otak Mahal dan Otak Murah

Beda antara otak murah dan otak mahal adalah frekuensi pemakaiannya. Otak murah lebih sering menerima "tempaan" dengan menerima rangsangan2 positif seperti membaca buku, berlatih ketrampilan baru, menghafal, menulis, berdiskusi, mengadu ketrampilan (permainan, strategi, dll) sementara otak mahal justru dibiarkan lama-lama menganggur. Membiarkan otak menganggur berarti "membiarkan" neuron-neuron berangsur punah, sementara memberikannya rangsangan akan membuat mereka tetap hidup dan
berkembang. Jika kita berolahraga untuk melatih dan membesarkan otot demikian pula dengan otak. Balita yang sering mengulang-ulang perkataan atau meminta orang tuanya untuk membacakan kembali cerita-cerita yang sama sebelum tidur adalah sebuah contoh bagaimana interkoneksi sel-sel memori di dalam otak itu dibentuk. Bila koneksi itu sudah kokoh tercipta maka upaya untuk mengingat-ingat atau melakukan rutinitas sesuatu pekerjaan akan menjadi mudah dan cepat (ala bisa karena biasa).

Sebaliknya untuk otak menganggur mirip dengan mobil yang sudah lama tak dipakai maka mobil akan sukar dihidupkan karena akinya soak (flat battery). Contoh lain misalnya komputer/alat elektronik/jam otomatis yang dibiarkan terlalu lama menganggur akan berangsur berkarat, kotor (jamuran) rusak, dan mati sama sekali.

Use It or Lose It

Amat tepat slogan ahli syaraf ibu doktor Marian C. Diamond tentang otak manusia, Use It or Lose It. Mengenai topik otak secara rinci akan saya coba uraikan pada tulisan lain. Tentunya otak tidak dapat terus menerus dipaksa bekerja, istirahat atau tidur yang berkualitas dapat membuatnya rileks. Aktivitas piknik keluarga, silaturahmi dan berolahraga akan membuatnya segar kembali dan siap menerima hal-hal baru. Jangan lupa makanan yang sehat dan minum teratur akan memperlancar pasokan nutrisi dan oksigen yang amat diperlukan dalam regenerasi sel-sel otak.

Otak Seorang Muslim


Dari uraian di atas dapat diingat bahwa aktivitas yang menunjang otak yang sehat dilakukan secara aktif (memberi rangsangan2 positif) dan pasif (istirahat, rileks, dll) secara berkesinambungan. Otak yang dibiarkan menganggur akan memacu kematian seluruh sistem kendali sadar tsb yang beresiko munculnya penyakit pikun (Alzheimer), stroke, dan hal-hal lain yang mengerikan di usia muda. Naudzubillaahi min dzalik ...

Seorang muslim memiliki panduan lengkap untuk menjamin kesehatan otak nya, diantaranya:
  1. Generasi Rabbani dalam firman Nya, QS. Al Imran 79. Generasi yang mempelajari ilmu, memahami, mengamalkan, dan mengajarinya.
  2. Pemilik ilmu memiki derajat lebih tinggi di hadapan Allah, QS. Al Mujadilah 11.
  3. Ayat-ayat al Quran banyak mengandung pilihan kata-kata agar manusia memakai akalnya, agar manusia memperhatikan ayat-ayat Nya di alam ini (ayat-ayat Qauniah), agar manusia memikirkannya, dll. Ini semua memacu rasa ingin tahu dan keinginan untuk bereksplorasi hal-hal baru.
  4. Untuk menambah hafalan surat-surat dalam al Quran secara kontinu. Ini berarti melatih ingatan di setiap saat. HR Bukhari Muslim: "Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al Quran dan mengajarkannya." Selanjutnya dapat dibaca di sini untuk fadhilah nya di dunia dan di akhirat.
  5. Menunaikan shalat lima waktu dengan disiplin. Ini adalah jeda yang amat bermanfaat untuk memberi otak rehat sesaat. Di siang hari 10 menit per shalat (Zuhr dan Ashr) adalah waktu yang cukup untuk hal ini.
  6. Menjadikan malam sebagai sarana beristirahat setelah lelah bekerja di siang hari, QS an Naba 9-11. Dan memanfaatkan seperdua atau sepertiga malam terakhir untuk beribadah, QS al Muzammil 7-8.
  7. Memulai pekerjaan dengan niat ibadah (ikhlas lillaahi ta'ala), giat dan terorganisir dalam bekerja, dan menyelesaikan pekerjaan dengan tuntas. Ini diterangkan dalam QS al Qashash 77, QS al Insyirah 7, dan QS al Jumuah 10. Profesional dan spesialisasi, QS al Isra 36.
  8. Menyibukkan diri dengan kegiatan bermanfaat dan menjauhkan diri dari kegiatan yang sia-sia dan berpotensi maksiat (d0sa).
  9. Membiasakan diri Menulis, sebagai sarana untuk menuangkan ide/gagasan dari apa yang telah pernah dibaca, dialami, dan dipelajari. Menulis juga melatih otak untuk berfikir sistematis dan terorganisir. Ungkapan terkenal dari Imam Ali ra adalah "Ikatlah ilmu dengan menuliskannya".
  10. Disiplin waktu dan mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal dan baik.
Ingatlah akan hakikat manusia diturunkan ke muka bumi adalah untuk beribadah dan menjadi khalifah bagi mahluk-mahluk bumi lainnya. Perbaiki niat semata-mata karena Allah dan mengharapkan ridha Nya, semoga otak kita selalu dalam pemeliharaanNya untuk dapat terus berkontribusi manfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan umat.



Sep 8, 2009

Bubar Bukber

Buka Bareng ... Buka Bersama ... musimnya sudah tiba. Biasanya jadwal sore hari jum-sab-min antara pukul 17-20 sudah penuh dengan jemputan (undangan) di sana-sini. Alhamdulillaah salahsatu kenikmatan orang yang berpuasa memang saat berbuka. Semoga penyedia hidangan berbuka mendapatkan pahala dan rahmat dari Allah SWT. Berbuka di kawasan baru artinya mendapat kenalan baru dan cerita-cerita baru. Enak dan beragamnya menu tak perlu diragukan. Sehingga ini menjadi salah satu "kesulitan" di malam-malam tsb ... bagaimana mengatur waktu setelah makan berat dengan shalat Isya dan tarawih :-) Biasanya sebelum shalat Maghrib, buka ringan dulu dengan kurma, es buah, kolak, lemper, bakwan ... wah ini pun sudah bukan ringan lagi. Seusai Maghrib, masuk ke antrian makan yang biasanya dua ronde plus dessert nya lagi he..he.. Dilanjutkan dengan ngobrol, waktu satu jam tak akan terasa. Saat azan Isya, perut sudah kenyang, duduk sudah harus berlapang-lapang dan suasana flat yang kurang dari 100 meter persegi itu biasanya sudah condensed dengan hawa masakan dan gas asam arang :-) Nah bagaimana trik nya agar acara bukber tetap dapat dilanjutkan dengan tarawehan ? Biasanya untuk pulang ke rumah pun makan waktu dan tiba di rumah badan sudah capek. Mau ikut di mesjid terdekat (?) pun pasti sudah tertinggal mungkin beberapa rakaat. Saya usul agar bertambah berkahnya, bagaimana jika tuan rumah mengusulkan taraweh tsb. Mau pengikutnya sedikit atau banyak silakan saja :-)


O.. ya ini ada foto bukber pertama di kejiranan CCK/BP/YT saya pertama kali. Duh, mudah-mudanan masih ingat nama-nama kawan baru di sini. Habisnya baru pertama kali itu bertemu dan kapan lagi undangan berikutnya. Thanks for invitation and great iftar !

Antara kapasitas dan ongkos bus

Lanjut cerita bus ya, ini masih cerita bus SBS yang merah putih ungu itu.

License to carry
Kapasitas penumpang single deck (bus tak bertingkat) untuk bus-bus tua seperti tampak di foto ini adalah 1 pengemudi + 50 penumpang duduk + 40 penumpang berdiri. Bandingkan dengan bus-bus baru (after y 2007) yang mengangkut 1 + 34 + 53 penumpang. Jelas saja bus baru tampak lebih lapang karena tak banyak dijejali kursi, selain itu kaca jendelanya lebih lebar dan atap lebih tinggi. Namun hal ini tidak disukai penumpang, yang sebenarnya lebih ingin bus dengan kursi yang lebih banyak :-) Bus baru yang lebih lega footprint nya ini adalah untuk memberi kesempatan penumpang berkusi roda untuk naik bus, namun saya perhatikan amat-amat jarang ada penumpang dengan ketidakberdayaan ini menumpang bus. Pemakai yang cukup sering adalah ibu-ibu yang membawa pram/stroller (kereta bayi) dan penumpang dari airport dengan tas bawaan besar. Sayangnya peraturan SBS mengharuskan kereta bayi tersebut dimasukkan dalam posisi terlipat ! bukan terbuka dengan bayi di dalam, untuk menghindari bahaya bagi si bayi atau penumpang lain di dekatnya (heran kan ???...).

Ongkos
Hal yang satu ini secara berkala naik. Tidak terasa karena dikompensasi dengan diskon (rebat) yang diperoleh bila penumpang bertukar bus. Saat ini rebatnya 50 sen dan ongkos terdekat adalah 69 sen (dengan ezLink). Bila membayar uang tunai maka ongkos terdekat adalah $1 dan tidak ada rebat sama sekali saat bertukar bus/mrt. Dulu masih ada ketetapan, selama kita bertukar dengan sesama SBS bus, maka total biaya perjalanan adalah $1.90. Terserah mau tukar berapa kali asalkan selang waktu antara bus satu ke bus berikutnya kurang dari 40 menit dan tidak menumpang bus dengan nomor yang sama (misalnya naik bus yang sama berbalik arah). Fitur ini amat menyenangkan karena murah saat berkendara jauh, namun ada satu jebakannya ... pastikan saat bertukar ke bus berikut, saldo kumulatif (total ongkos sejak berangkat dengan bus pertama) masih tetap di bawah $1.90. Sehingga ada kalanya untuk bus terakhir, penumpang hanya bayar 1-2 sen saja. Bila batas $1.90 sudah terlewat ... maka bus berikutnya hanya akan memberi rebat biasa dari tarif normalnya.

Nah saat ini sudah tidak ada lagi batas atas (cap) tadi. Rebat hanya berlaku bila penumpang bertukar bus/mrt/lrt dalam jarak 45 menit sejak ia turun di kendaraan sebelumnya dan maksimum ia hanya dibolehkan pindah tiga kali.

Dengan sistem baru ini, penumpang dihadapi kondisi untung rugi seperti ini. Ambil contoh saya pergi ke kantor:
  • Naik 1 bus saja dari titik halte depan rumah ke kantor, ini opsi paling mahal, saya contohkan $1.31.
  • Naik 2 bus saja, namun bus kedua melalui jalur ekspres (expressway macam PIE), maka biayanya $0.69 + (1.11 - 0.50) = $1.30. Opsi ini lebih cepat dari opsi pertama asalkan PIE tak macet dan jarak tunggu tidak lama.
  • Naik 3 bus, opsi paling lama dan paling murah: $0.69 + (0.69-0.50) + (0.69-0.50) = $1.07. Padahal jarak yang ditempuh sama dengan opsi 1 di atas. Opsi ini harus dilakukan berhati-hati, perlu tahu pasti dimana harus bertukar bus.
  • Naik bus/mrt/bus, dari rumah naik feeder bus ke stasiun mrt dulu: $0.69 + (0.90-0.50) + (0.69-0.50) = $1.28. Opsi ini tak beda dengan opsi tiga, hanya saja lebih cepat.
Pilihan terserah penumpang, mau cepat, malas bertukar bus agar tetap dapat duduk, mau murah, dll... jarak tempuh di atas adalah untuk 10 - 11 km.

Akhir kata
Secara keseluruhan angkutan umum di Singapura baik. Meliputi siang - malam terutama di jalan-jalan yang berpotensi banyak penumpang bahkan saat wee hours (1-5am). Harga taksi pun cukup murah asalkan tidak berkendara di saat-saat jam sibuk (pagi atau sore) dan tengah malam. Dua kelemahan yang masih dirasakan adalah belum adanya season pass yang murah (untuk pegawai, karcis langganan mingguan/bulanan/tahunan macam di Jepang/Jerman), tidak ada tiket harian/tiga-harian/akhir pekan (amat khas di kota-kota besar di Eropa) dan waktu tempuh yang masih terlalu lama untuk ukuran sebuah pulau (karena terlalu banyak pergantian dan banyaknya stop yang harus ditempuh oleh bus-bus trayek jauh). Di sini sudah biasa menempuh dua tempat dalam jarak 1 - 1.5 jam ... what !!! Penyebab utamanya adalah jalur bus yang menempuh banyak stop dan waktu tunggu yang tidak dapat diduga. Belum lagi kalau dari tempat tinggal mereka hanya ada satu bus yang menuju stasiun bus/mrt utama (interchange). Kebayang kan, itu bus datang selalu penuh karena tiap pagi tiap orang memakai servis yang sama menuju tempat kerja mereka.

Sep 6, 2009

Pulpen di Saku ... Jadul ?

Apa benar trend membawa pulpen di saku sudah mati gaya saat ini. Di saat semua nama, alamat rekanan, jadwal rapat, appointment dll sudah dapat "dengan mudah dan bergaya" dicatat di dalam smartphone ? Harga iPhone, Blackberry, HTC, Omnia, atau Xperia memang masih diatas S$500 namun pemakaiannya sudah cukup mewabah saat ini, tanpa peduli si pemakai perlu mengerti semua fitur canggih dari telefon pintar tsb.

Trend HP kembali menjadi lebih lebar, tebal dan pasti lebih berat. Layar smartphone yang lebar pun membuat pemiliknya harus rajin membersihkan layar dari noda minyak dan melindunginya dari benturan, touch pad di layar 2.7" yang kadang sukar dipilih dengan benar oleh fat-fingers membuat editing sms atau email menjadi lebih menantang, dan kebiasaan membaca dokumen/ fb/email di smartphone pun membawa dampak buruk buat mata terutama di tempat2 yang kurang cahaya sementara tulisan begitu kecil.

Memang asyik sih kelihatannya, punya smartphone yang canggih ini, fully connected and mobile di mana saja. Boleh baca al-Quran, internet dimanapun, nonton video, dengar mp3 murottal ... tapi kembali kepada keperluan atau gunanya bagi masing2 individu.

Bagi saya mencatat di kertas itu jauh lebih praktis dan lengket di memori kepala. Apalagi kalau sambil rapat, mendengarkan kuliah, atau mencatat ide+gambar yang dapat muncul kapan saja. Kertas dan pulpen adalah kawan rapat dimanapun dan kapanpun, tidak perlu berurusan dengan low-batt atau khawatir gadget tsb jatuh atau disambar maling. Kapan ya punya smartphone, apa perlu tunggu N900 dulu ... Anyway .. give me damn good reason :-) Diakui memang mencatat jadwal di kertas "ämat" beresiko jadwal bentrok dan perlu kerja dua kali, yaitu menyalin info yang ada di kertas ke media lain semacam buku alamat di HP atau ke dalam laptop.

Sep 1, 2009

Temperamen Supir Bus

Waktu: 1-Sep-2009 ... hari kesebelas Ramadhan 1430H...
Lokasi: SBS bus 228 Bedok North Ave 3/ Bedok Reservoir.

Kejadian pertama di pagi hari sekitar 0830
Supir ini mengawali kenaikan adrenalin nya dengan mengklakson dua kali pengendara sepeda onta agar menepi di jalan raya pagi itu. Bus akhirnya menyalip sepeda tsb dan berhenti di halte berikutnya. Naik seorang penumpang yang ternyata preman kerempeng berkaca mata minus dan berambut "pirang". Awalnya preman memaksa agar ia dapat ikut bus tanpa uang dengan alasan hanya "numpang"satu halte saja, tapi sang supir menolak. Beberapa menit mereka
bertengkar ... sampai akhirnya si preman memasukkan beberapa koin receh yang tidak cukup 1 dollar untuk ongkos minimum, tentu saja tak ada karcis untuk si preman ini. Rupanya saat beberapa menit pertengkaran tsb, si bapak pengendara sepeda sudah tiba pula di halte tempat bus mengetem. Jadilah supir diserang kata-kata jelek dari kedua orang tadi :-) Sang preman merasa "dapat kawan" untuk menjelek-jelekkan supir. Kebetulan penumpang yang duduk di deretan bangku dekat supir (termasuk saya) tak mengerti perbualan mereka dalam bahasa Cina, sehingga si preman tambah kesal karena tak dapat dukungan.

Selesai urusan sementara, pintu bus ditutup, dan bus mulai bergerak. Menuju halte bus berikutnya yang tak sampai 200 meter, si preman bule itu terus saja mencerocos dalam bahasa cina ke supir ... sambil menunjukkan kekesalannya dan tidak puas dengan layanan supir tsb.
Sambil menunjuk-nunjuk ke plat nomor bus yang memang terpajang di panel atas kaca depan ... dengan kata-kata yang paling sering keluar adalah "Complaint" ! Sang supir pun tak merasa takut bakal diadukan ke kantornya, toh yang bermasalah adalah preman. Bravo supir ! Tak perlu takut sama preman mabuk macam gitu lah.

Kejadian kedua, sebelum berbuka, 1900
Hmm.. rasanya baru kali ini dapat supir bus umum yang sangat ramah di Singapura ini. Tiap penumpang baik disapanya Hallo ... Hi Mister, Madam ... dan saat saya akan turun bersama beberapa penumpang lain di depan halte rumah pun ia mengucapkan Thank You, Dont forget your belonging, Have A Nice Day ... surprise deh. Dalam hati saya, hebat benar supir muda ini, seperinya memang bukan orang lokal dan mungkin baru keterima jadi supir :-) Bravo supir !


Waktu: 2-Sep-2009 ... hari keduabelas Ramadhan 1430H...
Lokasi: SBS bus 23 after PIE, Kolam Ayer Industrial Estate.
Ceritanya saya mau pakai bus ini ke Mustafa di siang hari yang panas ... sekitar jam 1230. Bus ini awalnya tak memiliki trayek karena memang di halte tsb si supir India baru akan memasang papan rute dari bus tingkatnya ini. Ada sekitar lima menitan bus ini berhenti. Setelah papan trayek terpasang, supir pun turun dari bus untuk memeriksa apakah pemasangannya sudah benar. Dalam dugaan saya, bus ini bertukar trayek dari nomor lain ke nomor 23. Saya tanya saja ... can I board this bus, you are going to city right ? Supir tersenyum dan menjawab ... sorry I can take passenger only from the next stop. Ah ... yang bener aja, bus kosong begini, masa'nggak boleh dinaikin kata saya dalam hati :-) Otak berfikir cepat, sudah begini sajalah, saya ikut naik sampai halte berikut namun saya tidak tap ezlink saya di halte ini (anggap saja saya naik bus ini free satu halte). Alhamdulillah supir India tadi tak berkeberatan dan dengan senyum di balik kacamatat rayban hitam nya, ia membolehkan saya menumpang bus tsb. Ini baru rezeki daripada harus berpanas-panas menunggu bus berikut. Di halte selanjutnya, saya pun memberi kode pada supir saat men-tap kartu ezlink (nggak bohong lho maksudnya... ). Bravo supir ! Fleksibel dalam menjalankan peraturan dan ramah itu sikap yang terpuji dalam melayani pelanggan :-)