Salah satu hal yang membuat nyaman shalat, itikaf, atau sekedar duduk mendengar ceramah atau melepas lelah di mesjid-mesjid Singapura adalah suasananya yang begitu tenang. Tenang karena jauh dari keributan baik di dalam dan di luar. Tenang di dalam karena jumlah jamaah yang tak begitu banyak dan mereka menjaga untuk tak berisik. Tenang di luar umumnya krn lokasi mesjid yg biasanya jauh dari sisi jalan-jalan yg ramai kendaraan, ditambah lagi faktor polusi kendaraan di sini yang amat rendah. Jarang ditemukan mobil atau motor yang menderu bising disertai asap tebal seperti bajaj, motor knalpot bocor atau metromini gaek di Jakarta.
Selain tenang, mesjid di sini pun very windy alias berangin. Meski di luar matahari amat perkasa meniupkan radiasi UV nya yg super panas 35 derajat namun di dalam mesjid tetap dapat dijaga suhu ruangan saja, mgkn sekitar 28-30 gitu. Mesjid-mesjid baru dirancang dengan jendela-jendela yg banyak dan besar. Selain itu mereka investasi luar biasa dalam penyediaan kipas angin. Sebut saja mau tipe atau ukuran apa saja ada ! Saya duga komponen utama biaya listrik per bulan datang dari pemakaian kipas. Minimal kipas-kipas berdiri berdiameter paling kurang 16" itu makan listrik 75W dan diasumsikan beroperasi sehari 5 jam. Sementara kipas di langit-langit itu dua kali lipat pula kebutuhan listriknya. Belum lagi yg dipakai di ruang-ruang kantor dan kelas. Kalikan saja berapa jumlah nya dalam sebuah mesjid.
Sila nikmati koleksi kipas-kipas angin berikut yg biasa ditemui di mesjid.
Ini video salahsatu fan raksasa 3m yg terdapat di masjid Sultan.
Sebelum datang ke negeri ini selalu ada stigma bahwa saya akan masuk angin (cold) jika terpapar langsung dengan kipas angin. Namun setelah lama jadi terbiasa, badan ini dapat akrab dengan kipas. Jika kondisi tubuh sehat atau fit, alhamdulillah tak ada masalah dgn kipas/AC. Lagipula udara di sini lebih kering dan panas dibandingkan Jakarta. Kipas amat diperlukan untuk mensirkulasikan hawa panas yg ada di sekitar sehingga tidak sampai membuat gerah atau keringat. Sementara di Jakarta, udara relatif lembab sehingga badan cepat menjadi dingin jika diserang kipas, muncullah masuk angin :-( Di bulan Ramadhan yang full-activity sejak sebelum beduk iftar hingga malam pukul 10 seusai tarawih, kipas-kipas ini bekerja keras mengusir panas. Nanti di sepuluh malam terakhir Ramadhan, jam kerja kipas-kipas pun bertambah panjang sampai fajr. Asal rajin dirawat (dibersihkan) kipas-kipas ini cukup perkasa dan tahan lama.
(21 Juli 2011)Suasana yg jarang saya alami di atas bus selepas Magrib semalam. Penumpang-penumpang nya khusyu di dalam bus yg masih kinclong luar dalam tsb. Kabin bus yg terang, lega, full AC, dan supir bus yg mengemudi alon-alon steady semakin menambah syahdunya suasana bus dua lantai itu. Padahal 1 Ramadhan baru bermula 10 hari lagi.
Saya baru sadar setelah lima menitan di dalam bus ... koq hening banget !
Tnyt jari-jari mereka sedang asyik beraktivitas, menyentuh dan menyapu layar HP pintar yg ada di genggaman mereka. Tak ada kepala yg tegak, tak ada yg ngobrol, semua terpekur. Hebat beneer ... HP pintar ini mampu menciptakan kesunyian baru ala teknologi, hanya jempol n telunjuk yg akrab kian kemari sementara mata dipaksa mengtawasi layar 3 inci itu terus menerus. Pastilah dokter mata yg akan bertambah banyak pasien di akhir tahun.
Sementara bus berhenti di lampu merah, saya mengalihkan pandangan ke luar jendela. Tnyt di sedan sebelah, tiga penumpangnya juga sedang khusyu dgn HP-masing. Sementara si bapak sj yg nggak bisa ikutan ritual tsb ... meski sesekali ia iseng menyentuh layar garmin Gps mobil nya. Tak ada HP, Gps pun jadilah he..he..
Suasana yg sama diulang juga tiap hari, seperti di dalam MRT. Tiap pagi atau petang hari saat pekerja dan pelajar menjejalkan diri di dalam gerbong yang semakin ramai itu, lebih dari 1/3 penumpangnya mengolahragakan jari menyapu layar sentuh dengan gemas.
Inilah generasi sedikit bicara, banyak sentuh, yg diprakarsai iPhone, BB, Android dan versi OS lainnya. Di kala bicara empat mata menjadi semakin rendah kuantitas dan kualitasnya. Mentransformasi manusia pemakainya dari mahluk sosial menjadi anggota jasa jaring sosial (SNS = social networking service) dan menciptakan individu yg kurang gaul dan tidak peka terhadap lingkungan. Mereka ini biasanya berkomunikasi intens lewat tulisan singkat (sms, tweet, email, status update, BBM) atau berkolaboraasi dlm permainan online HANYA antar sesama mereka. Etiket komunikasi verbal hilang sama sekali !
BBM
Namun ada berita baik juga bagi pemilik BB, khususnya muslimin yg pintar. Biar jangan jadi looser, gara-gara HP mahal dan terkena sindrom *makin jauh dari manusia dan Tuhan*, maka di bulan mulia ini izinkan saya berkongsi selebaran. Moga-moga terinspirasi, begini pesannya:
Utk meraih manfaat positif BB selama bulan Ramadhan maka saya menganjurkan para pemakai BB agar lebih giat lagi melakukan BBM.
Layanan ini tak berbayar, pemakai cukup mengunduh dan menginstal aplikasi Quran sekali saja pada BB mereka. Lalu nantikan manfaat yg rrruaar bbbiaasa. Insya Allah diganjar pahala berlipat ganda oleh Allah SWT. Himbauan ini jg berlaku utk pemiliki HP pintar lainnya.
*BBM : Baca al-Bayaan Massal
(al-Bayaan = penerang, adalah jg nama lain al-Quran, spt tersurat dalam al-Imran 138)
Selamat menikmati,
Mari serius BBM di bajaj, bus, kantor, mall, metromini, mikrolet, mobil, mushalla, KRL, pesawat dll.
Jangan lupa utk mencharge batere HP temen-temen tiap hari,
Sekali lagi, kegiatan BBM di bulan Ramadhan ini (dan juga seterusnya) tak perlu pulsa !
(03 Agustus 2011)
***************************************************
*dirangkum dari edisi asli di milis IMAS
Malam pertama Ramadhan, seluruh mesjid/surau dan kolong blok di Singapura kompak mulai Tarawih. Ternyata di kalender warga Tao dan Budha di sini (mereka pakai hisab atau rukyah ya ...) bulan 7 Lunar mereka juga dimulai pada malam yg sama, malam 1 Ogos 2011.
Beruntunglah muslimin yg datang mesjid awal waktu sehingga dapat shalat tarawih di shaf-shaf dalam masjid yg full kipas angin atau AC. Sementara yg terdesak atau mencari tempat di luar bangunan mesjid atau macam saya yg terkatung di kolong blok harus menikmati bau-bauan ekstra dari bakaran kertas atau lilin merah (hio) yg menyampah dimana-mana.
Salut dengan toleransi kehidupan beragama muslim di sini. Bayangkan, kolong blok tempat saya shalat dikelilingi lidah-lidah api kecil dan tarian asap menyan sepanjang tarawih. Bau-bauannya beraroma dari yg nggak enak sampai yg bikin sesak nafas (mgkn ini versi murahan nya ...). Sepulang shalat tersisalah sampah uang kertas alam arwah bertebaran, lilin-lilin yg tak habis terbakar, debu, cookies, buah, dan kue bolue big size oren atau coklat yg ditinggalkan begitu saja. Ada juga mereka yg *kurang menyampah*, membakar uang neraka di dalam tong atau kandang besi bersama yg telah disediakan, meski hembusan asap dan debu nya jauh lebih ganas.
Hmm poor cleaner guys on the next day :-(
Bersiap-siap lagi di malam 14/15.
Nah nanti itu bukan heboh asap saja, termasuk heboh alunan musik dan suara mendayu-dayu getai yg menari seronok di atas panggung full color, full lights :-)
Kejadian ini persis sama dgn ramadhan tahun lalu.
*versi awal tulisan di milis IMAS
Ada satu sekolah yang kebanyakan pesertanya lulus dengan prestasi gemilang dari sana, namanya sekolah setan. Muridnya ada dua jenis yaitu nafsu dan tabiat (kadang disapa dengan nama habit). Pak dan Bu guru dari mahluk berjenis setan. Namun jangan cepat mendaftar dulu. Masa sekolahnya lama sekali dan hanya ada satu kali istirahat tiap hari yaitu saat tidur. Jika di sekolah lain, murid-muridnya ingin cepat lulus, di sini *ada* yang tidak mau pernah lulus, alias ingin berkubang menjadi murid abadi di dalamnya. Alasannya: mata pelajarannya mudah tak pernah membosankan, ruang kelasnya nyaman tak pernah penuh, waktunya fleksibel, kawannya banyak, gurunya fun dan kompak dgn murid, sarana beragam mulai dari yang pasif sampai audio visual yang canggih yang boleh langsung praktek tanpa latihan, dan tidak dipungut bayaran sama sekali. Memang seperti sekolahan manusia, ada juga kelas elite yang lebih mahal, perlu modal besar. Namun di kelas reguler saja sudah sangat nyaman, tak perlu keluar biaya tambahan untuk promosi ke kelas elite. Siapapun boleh mendaftar, baik sengaja atau terpaksa, tanpa surat atau ijazah minimum, langsung diterima tanpa tes.
Tiap jiwa yang dilahirkan selalu hadir dengan kedua murid tsb. Ada satu jiwa dengan golongan muthmainnah yang selalu berupaya untuk tidak pernah masuk sekolah tsb. Keinginan melirik pun sekuat-kuatnya ditolaknya. Ia selalu belajar jurus jitu dari Pencipta nya untuk terhindar dari bujuk rayu pihak sekolah setan. Perlu kemauan kuat, konsentrasi yang melelahkan, dan waspada tipu daya agar jangan pernah tergiur ke sana. Godaanya sangat kuat. Bayangkan, sangat banyak murid yang tiap hari mendaftar ke sekolah ini, murid-murid lamanya masih saja ramai, dan guru-guru nya ... ya setan-setan itu tidak ada matinyeee sehingga makin tambah ramai aje tuh ruang guru. Mulai dari kepala sekolah, mentor, guru senior, administrator, janitor, selalu kampanye menyeringai menawarkan paket-paket yang tiap saat selalu lebih hebat, lebih menarik, lebih melenakan, melalui apa saja *corong pengumuman* maksiat agar murid baru merengek utk masuk sana.
Pernah putus sekolah di tengah jalan dan ingin masuk lagi juga diterima dengan senang hati. Mau membolos sejam dua atau sehari dua dipersilakan masuk kelas tanpa ada hukuman. Mau ikut kelas siang saja, kelas siang malam, kelas awal bulan, kelas akhir bulan, selalu di kelas ... all welcome. Mana ada sekolah lain di dunia ini yang seenak ini. Namun jangan salah meski belajar non-stop, murid-muridnya ternyata tak pernah bertanya kapan masa liburnya, ada yang sama sekali tak perlu istirahat, berpeluh mengikuti semua modul pelajarannya. Bahkan ada mata pelajaran yang antri panjang peminat, namanya mata pelajaran utk menjadi sukarelawan serdadu setan (hizbus syaithan). Rumah tempat jiwa dari murid-murid yang keletihan belajar di sini tentu akan ada akhir nya juga, itulah saat akhir sang murid terdaftar di sana alias wafat dapat ijazah almarhum.
Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.(khutbah Rasulullah SAW menjalang Ramadan)
Sebagai jiwa yang terlahir muslim marilah berdoa agar jangan pernah terjerumus ke sekolah ini. Di satu saat jiwa terlena, mgkn sempat diajak melihat halaman sekolahnya, cepat beristighfar, tegakkan shalat, panjatkan doa perlindungan dari setan yg terkutuk. Bulan Ramadhan ini adalah bulan dimana gerbang sekolah setan ditutup paksa, semua jendelanya ditirai rapat, mulut guru-gurunya pun diberangus paksa. Namun ini HANYA bagi yang mau saja. Ada juga calon murid atau bekas murid yang masih mencari-cari pintu belakang atau menggali lobang untuk berupaya masuk ke dalam.
Bagi jiwa yang beriman bulan Ramadhan adalah bulan untuk meningkatkan ilmu dan belajar jurus baru agar tak tertipu masuk sekolah itu. Amat merugi jiwa-jiwa yang terperangkap di dalam meskipun ia sudah berada di luar sekolah. Memang nyata, hasil didikan sekolah setan meskipun sehari, sejam, semenit amat membekas di hati para muridnya. Noda-noda hitam membekas bagi siapapun yang pernah menjadi murid di sana baik terpaksa atau rela. Membersihkan noda hitam ini amat sukar.
Meski guru-guru terbelenggu di bulan Ramadhan, pelajaran dari sekolah tadi amat mujarab kuat tertanam di dalam ingatan. Murid memang dibebaskan dari sekolah saat ramadhan namun bukan berarti mereka lupa pelajaran. Murid mengingat baik pelajaran yg telah diikutinya: memandang yg haram, mendengar yg sia-sia, mengucapkan ghibah, mengambil yang bukan hak nya, melangkahkan kaki ke tempat yg dilarang, memikirkan yg haram, melalaikan kewajiban, kikir, sombong, riya, korup de el el.
Mari kita berdoa agar diri ini, keluarga kita, saudara-saudari kita, teman-teman dapat segera sadar utk melupakan pelajaran dari sekolah terkutuk ini. Tidak pernah lagi kembali atau mengulang kelas di sana ! Memohon pada Allah utk istiqamah membersihkan noda-noda hitam pada jiwa dan diberi kekuatan untuk tidak menambahnya di kemudian hari. Inilah satu-satunya sekolah ternikmat di dunia yang jangan pernah mencoba berlama-lama di dalamnya. Sebab tanda lulusnya tidak diakui di hari akhir dan tiap kredit mata pelajaran yg diambil hanya menambah berat timbangan dosa di yaumil akhir.
Dan katakanlah: 'Ya Rabb-ku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Rabb-ku, dari kedatangan mereka kepadaku." (Qs Al-Mukminun: 97 -98)
*penulis masih mencari cara utk tak pernah kembali lagi ke sekolah ini.
Ini adalah foto dari halte bus di depan rumah. Halte ini sudah ada sejak kami pindah ke daerah ini 5 tahun lalu. Kesannya super kokoh meski hanya menyediakan tempat duduk untuk 12 orang dan selebihnya untuk penumpang berdiri dan kotak panel kaca yg berisi informasi dan iklan. Saya tak ingat pertama kali bergumam tentang halte bus di sini seperti sudah disiapkan untuk pendaratan helikopter di atap nya :-) Sekali lagi saya perhatikan ke arah atap nya ... wow juga dilengkapi penangkal radiasi Thermo-Brite dari Parsec yg populer itu. Maklum saja kota kecil ini panas sekali saat siang sehingga lapisan pemantul panas ini amat membantu.
Desain halte di sini jelas kriterianya dan wajib dipatuhi pembangun. Mulai dari ukuran yg ditentukan oleh jumlah penumpang menunggu saat jam padat, sampai hal-hal baku lain spt informasi bus, penerangan, sarana keamanan bagi penumpang, tempat sampah, struktur atap, lantai dll. Baja terbaik dengan diameter lebih dari cukup yg dipakai untuk strukturnya. Tempat duduk penumpang dan sandarannya yg terbuat dari baja stainless :-) Kaca-kaca tempat memajang info atau iklan minimal punya tebal 5mm. Aman dan awet. Jika dihitung biayanya satu-satu jelas mahal.
Memang tak semua halte dibuat seperti ini. Ada halte-halte lebih kecil di daerah yang tak terlalu ramai, lebih sederhana dan jelas lebih murah biayanya. Semuanya dibangun seragam, dilengkapi dengan berbagai *pernak-pernik* yang DIBUTUHKAN, secara berangsur. Nomor bus, informasi bus (malah yg lebih canggih spt di pusat kota atau di dekat perhentian MRT memakai auto electronic time table untuk informasi aktual bus yang akan tiba), papan info, beton-beton pengaman, lampu yg hidup dgn sensor otomatis kala senja tiba dll semuanya dibuatkan. Kebersihan halte dijaga baik oleh perusahaan bus maupun pengelola kebersihan di daerah tsb. Sampai-sampai urusan air yg menggenang di atap, talang mampat krn tumpukan daun kering, atau genangan di sekitar halte mendapat perhatian khusus krn takut wabah DB (dengue). Meteran listrik dibuatkan di tiap halte sehingga termonitor terus pemakaian listrik nya.
Kembali soal biaya, pasti mahal kan ...
Ya iya lah ... Namun jika semua *perlengkapan* halte yg sudah dikupas di atas tadi adalah STANDARD (dimensi, material, warnanya, dll) maka pemerintah (atau siapapun yg mendanainya) pasti dapat membeli dalam jumlah besar (bulky buy) dengan diskon besaaar, harga *kulakan* atau borongan. Beli lebih murah dari produsen. Keuntungan lain dengan dimensi yg standar adalah kemudahan bagi kontraktor dalam membangun halte tsb. Perlengkapan non-keamanan yg tak wajib semacam tempat duduk dgn baja stainless, pelindung panas, dll itu tidak selalu tersedia. Satu kelemahan yg saya lihat dari halte tipe ini adalah terpaan hujan lebat di kala angin kencang pasti menerpa apapun yg bernaung di bawah halte open-concept ini :-)
Jadi kapan negeri kita punya halte macam yg mementingkan kenyamanan penumpang ini ya ...
Tentu tak perlu yg bisa didarati helikopter !