Jul 30, 2014

Berhari Raya Berenam

Dejavu, kurang dari dua tahun lalu kami berdua berharap agar disampaikan niat untuk shalat idul adha berjamaah di KBRI. Alhamdulillah menerobos gerimis rintik-rintik taksi kami tiba 08:15 pagi lewat dikit, pas untuk mengejar takbir pertama. Lebaran lalu, 1 Syawal 1435 H, doa yg mirip terucap agar kami berenam tiba di KBRI sebelum shalat berakhir ... Pagi yg cerah, namun krn kesalahan teknis taksi yg sudah dipesan datang terlambat krn pak supir tak tahu cara menuju lokasi rumah. Berangkat jam 08:03, dengan supir pak gaek pula. Special request minta dipercepat bawa taksinya, sementara di jalan bersmsan dengan ustadz Zalfi utk menanyakan status di masjid :-)

Tiba di gerbang parkir KBRI sudah terdengar takbir shalat mulai. Alhamdulillah moga-moga baru rakaat pertama nih. Lekas baby stroller DuoS saya dorong masuk langsung menuju pelataran shalat di sebelah masjid. Benar saja jamaah sudah tersusun rapi. Bergegas saya angkat Shalih untuk gabung jamaah pria, sementara Shalihah tetap dalam stroller. Namun sayang, istri dan keponakan kami tak dapat bergabung dgn jamaah wanita krn shaf mereka sudah rapat tanpa menyisakan tempat. Elwis pun menggendong Sakinah sehingga makin sukar menembus jamaah yg sedang shalat tsb. Alhasil hanya saya yg shalat di tepi shaf pria di luar dan Shalih nggk mau diajak gabung. Ia memilih berdiri saja di pelataran halaman masjid pas di sebelah saya. Alhamdulillah tak rewel. Saat mendengarkan khutbah idul fitri KBRI pertamanya, Shalih agak resah dan ingin beranjak dari sana namun masih bisa ditahan hingga doa penutup. Sabaar ya nak ... bekal dua mobil mainan dan bbrp jamaah yg lalu lalang cukup dapat menghiburnya.

***

Memang rezeki TrioS. Awalnya hanya saya dan keponakan (Jihan) yg akan ke KBRI. Namun tiba-tiba pagi jam 7 itu si kembar bangun, padahal hari-hari sebelumnya hingga hari ini mana pernah mereka terjaga sebelum jam 08:30. Krn DuoS bangun, saya akan mengajak mereka. Eh tiba-tiba Elwis pun berkeinginan ikut membawa bayi. Akhirnya semua disegerakan untuk mandi dan bersiap. DuoS tak sempat makan pagi krn baru minum susu, sementara Sakinah tak pakai mandi pagi. Di dalam taksi baru tampak anak-anak ini memang masih mengantuk :-) Allaahu akbar wa lillaahilhamd.

Usai shalat DuoS sepertinya bete, saya bawa dgn stroller berkeliling halaman KBRI sambil bersalaman dgn teman-teman yg bertemu. Acara halal bihalal dgn dubes dan staf belum dibuka. Baru sekitar 20 menitan usai shalat pintu Riptaloka dibuka dan kita antri masuk ke dalam. Ramai sekali memang jamaah hari itu terutama wanita. Usai bersalaman dgn pak Andri Hadi dan ibu (Dubes) , pak Ridwan Hassan dan ibu (Wadubes), dan beberapa staf lain, kami antri untuk memperoleh lontong sayur atau bakso plus desert nya.

Pagi yg melelahkan namun bahagia :-)











May 12, 2014

Umpan yang Tak Diminati

Papa gi kerja, jangan nangis ya, nti papa sedih.

Seawal ide ini diluncurkan lebih setahun lalu saya sudah pesimis bahwa strategi ini akan berhasil. Tak akan banyak perubahan dengan apa yang sudah berlaku sebelumnya. Alasan saya yg utama adalah mengapa dilakukan hanya di kawasan CBD ? Seharusnya ia dilakukan di stasiun-stasiun MRT yang ramai tiap hari oleh pekerja pabrik (work in shift) atau berdekatan dengan industri / pertokoan yg padat karya. Para karyawan yg bekerja di sekitar CBD adalah gerombolan kerah putih (white collar) yg memiliki pendapatan umumnya di atas rata-rata, sementra sentra industri dihuni kerah biru (blue collar) yg berpenghasilan menengah / rendah. Berapalah penghematan $1.50 maksimum sehari (dikalikan 22 hari kerja, yg setara dengan 6x harga makan siang para pekerja kantoran) dalam sebulan dibandingkan "pengorbanan" terhadap kebiasaan selama ini.

May 11, 2014

Tiga Masjid di Madinah

Kuliah Subuh minggu ini menampilkan ustadz Jazair Jumat. ini salahsatu ustadz favorit saya untuk topik sirah para nabi/rasul dan tafsir al-Quran kisah umat terdahulu. Karena sudah saking seringnya beliau membawa topik-topik tsb, semuanya sudah keluar mengalir lancar dari lisan beliau tanpa referensi apapun (yg tampak dari tempat saya melihat). Referensinya tentu banyak dan beliau mengingatkan juga pada jamaah, mana referensi yg shahih (al-Quran dan Hadits) ataupun yang masih samar-samar baik dari atsar sahabat atau kisah Israiliyat.

Menarik, kadang berapi-api, tak jarang memancing senyum / tawa karena cerita beliau menggelitik menantang akal kita, terutama disajikan kepada jamaah yg hidup 14 abad sesudah masa hidup Rasulullah Saw. Tak heran bagi ustadz ini memiliki penggemar setia yg mengikuti beliau ke masjid manapun beliau tampil di Singapura. Beliau menguasai tiga elemen utama berkomunikasi: isi yg akan disampaikan, cara menyampaikan, dan siapa pendengar ceramah tsb.

May 4, 2014

Bid'ah Usai Subuh

Minggu pagi biasanya ada yg spesial yaitu mendengarkan kuliah Subuh di masjid yg "lumayan" dekat rumah ini. Bersepeda sehat 10 menit untuk mencapainya. Kuliah diisi oleh ustadz yg berbeda tiap minggu dalam tiap bulan. Seperti pagi ini yg mengisi adalah ustadz yg sudah sepuh, Sallim Jasman. Mengikuti kuliah seorang ustadz senior umumnya menarik. Topiknya umum namun karena beliau membawakannya dgn menyertakan beberapa kisah nyata /pengalaman yg beliau alami selain ayat/hadist yg ada makanya kulaih ini jadi menarik.

May 2, 2014

Prioritas di Akhir Pekan

Dalam seminggu saya punya dua hari akhir pekan. Alhamdulillah benar-benar off dari urusan kantor. Asalkan tidak ada perjalanan bisnis atau deadline mendadak maka saya punya dua hari libur ini dalam sepekan. Bagi kebanyakan kawan di sini baik pekerja atau mahasiswa bernasib sama seperti saya. Ada yang memanfaatkan untuk me-time, we-time, family time, mudik (mungkin dia seorang bujang lokal alias PJKA/PJKS ... pulang jumat kembali ahad/senin), olahraga kelompok, kursus-kursus, pengajian, silaturahim, undangan nikah/syukuran/farewell, rapat organisasi, event dll.