Jan 14, 2010

FKMIS = Forum Komunikasi Masyarakat Indonesia Singapura

Diresmikan oleh Bapak Duta Besar RI untuk Singapura, Bapak Wardhana, pada 100110 di ruang Riptaloka KBRI .

Dalam acara yang dihadiri sekitar 400 tamu tersebut, tim formatur FKMIS resmi dibentuk. Kelompok masyarakat yang hadir terdiri atas beberapa utusan diantaranya:
- Pelaut Bhineka Tunggal Ika (PBTI)
- Hak Penata Laksana Rumah Tangga Indonesia di Singapura (HPLRTIS)
- Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB)
- Keluarga Universitas Indonesia (Keluarga UI)
- Ikatan Arsitek Indonesia (IAI)
- Perhimpunan Pelajar Indonesia di Singapura (PPIS)
- Indonesian Professional Association (IPA)
- Indonesian Entrepreneur Association in Singapore (IEAS)
- Masyarakat Kristen Indonesia di Singapura (MKIS)
- Buddhist Fellow
- Indoconnex
- Indosing
- Indosing-Mom
- Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
-
Kelompok Pecinta Indonesia i.e Minang (Singapore Minang Association), Bugis, Bawean (Persatuan Bawean Singapura), Jawa (Persekutuan Jawa al Masakin Singapura) .

Ini foto tim formatur nya (hmm yang saya kenal ada berapa orang ya ...)


Lebih jauh tentang FKMIS dapat dibaca dari pamflet yang diberikan kepada peserta (klik untuk memperbesar).



foto dari koleksi Ruly Achdiat

Nov 24, 2009

Hard Rock Bus !

Bus kota di sini benar-benar keras banget : ya body nya, goncangannya, dan in-house music nya. Makin tua, makin menjadi adalah istilah yg tepat ... supirnya makin ugal2an, ngerem mendadak, mengklakson sesuka hati, dan suara speaker nya itu lhoo mana tahan ... macam ada bioskop bollywood dolby stereo sepanjang jalan :-)

Tetap ada hal-hal yang baik, umumnya mereka menaikkan penumpang di tempatnya meski turun bisa dimana saja, ngetem sebentar dan jalan lagi, taat berhenti sebelum garis zebra, tidak ada pengamen/pedagang asongan seliweran di dalam dan kondektur nya memberikan karcis setelah penumpang membayar tiket. Tiket nya ada yang masih manual alias disobek dari bundelannya dan ada pula yg sudah memakai mesin otomatis yang disandang kondektur di pundaknya. Pak kondektur akan mengetikkan nama halte tempat naik dan tempat turun tujuan nanti, lalu mesin tsb akan mengeluarkan struk/karcis yg sudah tercetak data2 tadi termasuk tanggal/jam dan ongkos.

Biarpun ongkos bus kelipatan aneh-aneh macam 3, 5, 9, 12 rupees untuk bus2 pemerintah versi "hard rock" tadi, namun kondektur selalu mengupayakan uang kembalian.



This ancient thing is still working amazingly.


We are not talking contactless payment card or magnetic card here ! .

Pengalaman macam ini hanya ada di bus2 tempo doeloe saat saya masih SD di Jakarta dan mgkn kini sekelas BUSWAY di Jakarta. O..ya sebelum lanjut saya batasi dulu pengalaman ini hanya utk bus di kota Bangalore saat ini (nov 2009).

Intinya adalah amanah menunaikan kewajiban. Supir dan kondektur adalah pegawai pemerintah. Mereka mengenakan seragam coklat susu atau warna putih (untuk bus yg mahalan macam Volvo Vajra) meski kota ini cukup panas di siang hari. Tidak ada istilah rapat belakang, supir tembak, atau supir yang memutuskan untuk memutar alias tidak melanjutkan perjalanan ke tujuan krn alasan macet dan penumpang di bus tinggal satu atau dua orang. Jika memang jadwal bus jam 6 pagi maka memang ada bus itu, bila malam harus menunggu jam 11 lewat alhamdulillah masih ada juga, padahal hotel tempat tinggal sekarang jauh dari kota.

Alhamdulillaah letak hotel dekat dengan persimpangan rute bus yang mau keluar daerah, HOPE FARM nama simpang itu. Umumnya bus yg akan menuju kota (ada tiga interchange besar di pusat BLR: K.R Market, Majestic, dan Shivajinagar) lewat sana. Pengalaman pulang malam hari, sekitar 11:30, juga masih ada si Volvo 335E dari Corporation menuju Ladang Harapan. Bayangkan malam begitu kalau naik Auto (bajaj) kena 200 an (tarif resmi, jika tarif tembak lebih mahal lagi) atau taxi yang susah mencarinya dengan harga dua kali lipat pula pyuuh.

Hard Rock Bus and Conductor
Kondektur memegang peran penting terutama utk menagih bayaran dan memastikan penumpang dapat turun di tempat yg diinginkan, maklum saja jalanan itu berisik banget, bus penuh sesak (meski tak harus bergelantungan di pintu), dan nama halte sukar dilihat. Ada satu pengalaman saya terlewat satu halte dan alhamdulillaah penumpang2 lain cukup care meski dgn bahasa inggris pas-pasan mereka membantu saya memberitahu sang kondektur utk turun di halte selanjutnya. Kondektur memastikan bahwa deretan kursi utk WANITA sekitar 3-4 baris di belakang supir, memang diduduki wanita. Kondektur membawa lengkap peralatan tempurnya: bundel karcis beraneka harga dan warna, tas selempang kulit kecil, pulpen, dan sempritan (pluit). Pluit ini amat berguna utk memberitahu supir memberitahu supir atau sebagai alat aba2 lain di tengah kemacetan.

Bus2 buatan Tata atau Ashok Leyland cukup terawat meski kumal/berdebu di dalam, kaca jendela yang kusam dan lebih sering sukar digeser, dan tiang besi berkarat nampak di sana-sini. Mesin bus/truk ini cukup tangguh, sejauh ini belum pernah lihat gajahsaurus jalanan ini terdampar mogok kepanasan/terbakar di jalan. Jika terjebak macet atau lampu trafik yang masih lama (mungkin 3-5 menit menunggu) para supir lebih suka mematikan kendaraannya. Start engine lagi, tak masalah, langsung vrrrooooam melaju tanpa harus kesulitan. Hebat juga kendaraan2 dua mata bertampang sangar ini :-)

23:33 BLR time.(Last Volvo Bus maybe, see ticket Rs 50)



Kesulitan yang terasa saat ini adalah jadwal bus yg tak dapat diprediksi. Kadang ngebut banget dan mengerem mendadak bila harus. Badan terlambung krn supir yg tak sempat mengerem di depan polisi tidur (humps). Gila ! Ini bus badan dan interior nya keras banget. Lain repotnya adalah jarak antar kursi yang sempit dan bus yg kurang bersih krn debu. Tambah lagi hingar bingar musik dan percakapan penumpang lain yg harus bercakap keras akan membuat tambah suntuk di tengah kemacetan kota.

Tarif bus

Tarif bus rakyat "really affordable" dari 3-12 rupees, no aircon, with ash dan dust and full house music. Tarif bus volvo ber AC mulai dari 10 - 50 rupees utk jarak maksimum 25 km (it is expensive but comfortable with most of the conductors know English, helpful, and know its route well). Pengalaman jadi turis selama ini memang lebih aman naik kendaraan umum macam bus atau kereta/metro/mrt krn insya Allah aman sampai tujuan dengan ancar-ancar daerah yg kita dapat baca dari peta.

335E Corporation to Ladang Harapan


Yang AC, Yang Lebih Baru dan Nyaman. Lebih sedikit penumpangnya karena jalurnya tertentu dan tarifnya hingga 3-4 kali lebih mahal (lihat gambar).








Penutup cerita, seperti dikatakan kawan2 di kantor sini, bus umum itu reliable dan aman sampai tujuan. Meski menunggu di malam hari sampai sekitar pukul 11-12 malam akan masih ada bus. Persoalannya berapa lama nunggu nya dan apakah bus itu menuju tempat yang diinginkan :-)



Interior di Vajra Volvo, pak kondektur dengan mesin karcis (lihat gambar)







Bonus gambar penutup, sebuah bus swasta: full color, full music, and sometimes with kalungan bunga di hidungnya (lihat gambar).

Nov 23, 2009

H A L

Tiap akhir pekan melewati hampir 10 kilometer pagar kantor mereka, yang tersusun dalam beberapa komplek besar.

Beribu karyawan keluar masuk beberapa pintu gerbang dengan pemeriksaan ketat mengikuti shift dari Senin - Sabtu. Engineer, operator, teknisi, ataupun pekerja umum lainnya, baik yang berkemeja untuk pria maupun memakai sari/salwar/kurtas untuk wanitanya keluar masuk di tempat tsb.

Pada suatu masa dahulu industri pesawat kita di Bandung tentu seperti ini juga, menghidupi berpuluh ribu tenaga kerjanya. Hmm ... bagaimana dengan kondisi kini ya ...

They are not dreaming making double decker bird or another dreamliner but they are really investing in R&D in this serious business :-)


Hindustan Aeronautics Limited

Nov 15, 2009

What weekend means (sometimes ...)

Combining work and pleasure sometimes very difficult.

Shift the workloads on weekdays, that is obvious.

Then we left with two S days ... saturday and sunday, S can mean anything, but for me it is simply another selection of so many choices. What to do ... watch TV, read books, writing email, internet, call home, do home work (actually office work arrrggh) or sightseeing. Pls do remember after subuh prayer I only have two hours to decide and this is the hardest part !

And this weekend I plan to boost the stamina with sightseeing. For that I need to browse googlemaps, read how to get there, what is interesting, plan another sporty sweaty day ... Backpackers and enjoy the noises (air, sound, crowd...). There is no sightseeing tourist bus or guided tour available from my place, anything by your own, to be free and easy and ... cheap :-)

Welcome to central city of Bangalore, which I need one hour plus to reach there if quite lucky. It is so much crowded, jam, and lively everywhere. Circle the city with walking, buses or auto (black bajaj with meter). Backache, foot cramp, snap shoot here n there, while brain also has its own exercise to calculate how much 100 rupee is.


-- Gambar: Kapan ya punya bajaj macam gini, ada meternya, kembaliannya pas lagi he...he. Here the meter shows fare for 14.9 km --

Tapi urusan sport jantung, keahlian nyelip sambil diteriaki pemakai jalan lain, dan bau asap knalpotnya sama saja. Kawan2 di sini menasehatkan agar memakai bajaj/taxi utk upaya terakhir saja atau bila kita tahu jalannya, krn kadang2 ada supir nakal yg mencari jalur muter-muter.

Bedanya di sini bajaj tak berpintu dan tak berjendela. So mesti pegangan dan siap2 basah kalau hujan :-)

Tambahan pengalaman:
Sebenarnya banyak juga supir auto yang TIDAK mau memakai argo tsb sehingga terjadi tawar menawar terutama di malam hari. Ada juga yang tak mau banyak debat dengan calon penumpang dan hanya mengatakan "please pay 1.5 or 2 times my meter display" he..he..

(*) Diolah dari edisi pertama di FB (15/11/2009)

Oct 5, 2009

Ada Serasa Tiada

Ada serasa tiada. Lucu juga terdengarnya, tapi sungguh-sungguh nyata. Banyak hal dalam hidup kita bila dilacak keberadaannya ternyata masuk dalam file kehidupan dengan label ada serasa tiada.

Misalnya, siapa sih yang begitu serius mengingat dan merawat peniti miliknya, benda kecil yang bisa didapat selusin dengan harga hanya seribu rupiah? Hilang satu atau terbuang dua bagi kita tak jadi masalah. Bahkan kita pun kerap lupa menyimpannya di mana. Dia baru jadi masalah yang bikin pening kepala ketika di tengah kegiatan tiba-tiba tas sobek, sendal jebol, kancing copot atau saat jilbab sudah menempel di kepala sang peniti ini tak kunjung bisa kita temukan.

Ada serasa tiada bisa muncul karena beberapa sebab. Pertama karena sesuatu itu tidak berhubungan langsung dengan kepentingan kita lantas kita merasa tak tak perlu serius memikirkannya. Contoh saja soal Palestina. Banyak orang berdalih, buat apa mikirin Palestina nun jauh di sana, bahkan sampai berdemo segala, toh masalah dalam negeri Indonesia sudah sedemikian banyaknya ?

Mungkin kita terlupa bahwa Hadits riwayat Nukman bin Basyir ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling kasih, saling menyayang, dan saling cinta adalah seperti sebuah tubuh, jika salahsatu anggotanya merasa sakit, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakan sulit tidur dan demam. (Shahih Muslim)

Kedua, karena kita menganggap remeh keberadaan sesuatu itu sehingga tak sungguh-sungguh memperhatikannya. Ambillah contoh pembantu rumah tangga. Karena dia cuma pembantu rumah tangga, sering kita lupa memberinya kelayakan hidup sebagaimana manusia umumnya menginginkannya. Bukan hanya kita menganggapnya tak perlu hiburan dan liburan, bahkan seringkali ketika satu keluarga berpergian dengan kerennya sang pembantu mengiringi dengan gaya 'berani tampil beda', baju lusuh dengan padu padan seadanya. Padahal Rasulullah telah mengingatkan, Pelayan-pelayanmu adalah saudara-saudaramu. Allah menjadikan mereka bernaung di bawah kekuasaanmu. Barangsiapa saudaranya yang berada di bawah naungan kekuasaannya hendaklah mereka diberi makan serupa dengan yang dia makan dan diberi pakaian serupa dengan yang dia pakai. Janganlah membebani mereka dengan pekerjaan yang tidak dapat mereka tunaikan dan jika kamu memaksakan suatu pekerjaan hendaklah kamu ikutt membantu mereka (HR Bukhari).

Ketiga, karena merasa begitu terbiasa dengan kehadirannya sehingga abai untuk memperhatikannya. Misalnya saja terhadap anak. Ya benar, anak tanpa sadar sering dilabelkan ada serasa tiada. Kesibukan mengejar dunia, harta, jabatan, maupun ilmu pengetahuan seringkali membuat hubungan kita dengan anak menjadi hubungan minimalis yang bersifat praktis. Urusan makan, pakaian, dan sekolah mungkin saja lengkap terpenuhi, tapi senda gurau curhat keluarga dan beragam ekspresi cinta bisa jadi semakin pudar intensitasnya.

Keempat, karena kita menganggap sesuatu itu bukan tanggung jawab kita sehingga tidak menjadi urusan kita, Maka bertebaranlah di sekitar kita anak yatim yang putus sekolah karena tak ada biaya. Dan seribu janda fakir yang terengah susah saat mencari sesuap nasi. Begitu pula jutaan kaum dhuafa yang tak mampu berobat meski sakit mendera hebat.

Anak memang menjadi tanggung jawab orang tua, suami, atau walinya dan seorang rakyat adalah tanggung jawab pemerintahnya, tetapi kita sering lupa bahwa, “Semua kamu adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang imam (amir) pemimpin dan bertanggung jawab atas rakyatnya. Seorang suami pemimpin dalam keluarganya dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang istri pemimpin dan bertanggun jawab atas penggunaan harta suaminya. Seorang pelayan (karyawan) bertanggung jawab atas harta majikannya. Seorang anak bertanggung jawab atas penggunaan harta ayahnya (HR Bukhari dan Muslim).

Ada serasa tiada nyatanya memang ada di tengah kita. Namun semasa masih ada waktu, inilah saatnya kita memperbaiki diri. Wallahuálam. (disalin apa adanya dari tulisan sahabat: Zirlyfera Jamil, (c) UMMI 2008).