Apr 25, 2013

Lucky Draw: Halal atau Haram

Kembali berulang, sudah akhir bulan lagi nih, kita bicara yg lucky-lucky saja biar ringan beban otak :-).

Sepanjang saya mengenal cabutan di Singapura atau di Jakarta, ada beberapa jenis lucky draw (LD) yg ada:

1. Ikut briskwalk, funwalk, city-cycle apa lah namanya event komunitas atau kantor, tiap peserta terima kupon LD
--> dipilih di akhir acara, dapat hadiahnya, HALAL.

Apr 21, 2013

Susu, diapers, dan tisu



Sudah setahun lebih bersama si kembar terasa juga sudah banyak memanfaatkan segala kemajuan dan kemudahan yg disediakan produsen penyedia kebutuhan dan perlengkapan bayi. Ada uang, ada barang, tersedia alternatif.
Perlu asupan susu tambahan, ada susu formula kaleng.
Mengawal pee dan poo bayi, ada diapers.
Mau lap bayi yang mudah dan higienis di mana saja, ada tisu basah.

Apr 15, 2013

Biaya Kuliah di Singapura

Inflasi menaikkan segalanya. Tiap tahun uang sekolah naik mulai 2 - 11% Menurut pemahaman saya urusan uang sekolah ini adalah daerah abu-abu sejak dulu. Tak pernah jelas mengapa harus naik. Apakah dinding sekolah perlu ganti warna tiap tahun, komputer yang harus selalu baru tiap lima tahun, dosen yg terus menuntut kenaikan gaji tanpa jelas apa ukuran kinerja (KPI) nya atau tuntutan biaya yang selalu naik dari kontraktor penyedia jasa bagi sekolah seperti kebersihan, keamanan, pest-buster, internet dll. Bagi sekolah swasta baru yang sedang membangun, sibuk bayar bunga kepada bank penyedia dana investasi, atau bayar dividend kepada pemegang saham hal ini agak mudah dipahami, namun bagi sekolah negeri buatan pemerintah yang jelas-jelas sudah lunas segala urusan tanah, biaya pembangunan gedung, dll koq masih ikut-ikutan naik ?

Apr 9, 2013

PertamaKali: Milad Satu


Alhamdulillah Shalihah dan Shalih sudah menjalani tahun pertamanya di dunia. Sehat, aktif, ceria, namun tangis pun makin kencang he..he.. Bahagia dapat berkumpul dengan inyik dan nenek di Jakarta tanggal 3 April kemarin. Tidak pakai perayaan namun yang jelas ada makan malam dgn menu khusus Sate ! sesuai dengan huruf awal nama panggilannya :-) Di pagi hari nya pun spesial krn kami kedatangan sahabat-sahabat alumni Singapura: ada tante Din, tante Dea, tante Ist, tante Nur dan om Das. Kado-kado pun berdatangan dari yang dekat hingga yang dikirim paket ekspress dari Bukittinggi.

Mar 24, 2013

[Ringan] Kebun Raya Singapura

Kami memasuki gerbang Singapore Botanical Garden ini hampir jam 09:30 pagi. Jelas saja matahari sudah mendaki dengan sinar terang benderang yg membuat taman ini berhawa 30°C. Angin berhembus malu-malu, tak mampu menyingkirkan udara panas pagi itu. Apalagi taman yg menghadap gerbang belakang kebun raya ini, yg berhampiran dengan MRT, memiliki sedikit pohon-pohon besar yg rindang dibandingkan jika kita masuk lewat pintu utama di jalan Napier.

Alhamdulillah ada beberapa gazebo yg dapat dihuni utk berteduh. DuoS dapat menikmati makan pagi dulu di bawahnya. Oke lah dengan modal kipas angin plastik yg berjuang mengusir panas dari kepala mereka. Selesai makan keduanya ngantuk berat dan tidur dulu. Tidak lama, sejam lebih dikit. Pelajaran yg dapat diambil: kalau mau bawa bayi ke sini berangkatlah usai Subuh (sebelum jam 7) sehingga bisa pulang sebelum jam 10 pagi atau sekalian sore hari menjelang Magrib.

Lihat saja foto2 si kembar ...


Saat dibawa berjalan keliling, Shalihah tetap ON, bernyanyi mulutnya. Sementara Shalih lama-kelamaan mengantuk dan tertidur lagi di antara sinar matahari yg kadang terhalang rindang dedaunan dan angin sepoi-sepoi. Akhirnya saya berhenti sejenak mendorong stroller, menurunkan Shalihah untuk lesehan di atas rerumputan teduh. Si Uni senang bisa duduk di tanah yg datar :-) Dpt pula punya mainan baru mengumpulkan daun-daun kering dan mencabuti rumput-rumput gajah pendek itu.

Benar-benar taman yg terawat. Entah serangga pada ngumpet krn saking panasnya, sudah hampir 32-33°C suhunya, atau memang mereka menghilang krn pemeliharaan kebun yg seksama. Makanya ada rasa aman membiarkan Shalih terlelap di stroller dan mendudukkan Shalihah di rumput. Tak ada nyamuk kebun ataupun semut (baik kecil ataupun salimbado/rangrang yg hitam/merah besar itu hii ...). Paling juga celana panjang si uni yg jadi becek krn ada bbrp bagian tanah yg masih lembab krn embun pagi hari yg belum mengering terlindung dari matahari.

Menjelang Zuhur kami bergerak pulang menuju MRT. Memang sudah niat akan naik MRT lagi setelah sekian lama cuti :-) Kereta jalur jingga ini memang relatif baru dan gerbongnya sepi penumpang di akhir pekan. Hmm ... akhirnya merasakan "segarnya" ruang AC lagi. DuoS dengan nikmatnya minum susu di dalamnya (ada larangan makan minum di MRT kecuali untuk balita he..he..). Hampir setengah jam di dalam jalur kuning, kami perlu tukar ke jalur hijau di stasiun Paya Lebar. Nah di sini gerbong lumayan padat dan untungnya hanya dua stasiun saja hingga Kembangan.

Total perjalanan dengan MRT sekitar 40 menitan. Untuk sampai ke rumah masih harus nyambung lagi dengan taksi. Yah ...alamat gerah lagi nih :-) Lihat aja ekspresi keduanya di foto pojok kanan atas ... nunggunya lama lagi. Petualangan banget apalagi pakai baju tangan panjang, sebab mama nya berfikir takut kembar digigit nyamuk di kebun. Alhamdulillah tiba di rumah, keduanya langsung ganti baju dan shower agar segar kembali. Zzz .... zzz....