Jun 27, 2008

Sakit Gigi atau Sakit Gusi

Setelah konsultasi ke tiga dokter gigi [paling kurang] dan baca-baca di internet akhirnya saya menyerah untuk merelakan geraham bungsu kanan bawah dicabut. Tawakkal ilallah dan meminta pilihan yang terbaik, untuk merelakan "sahabat" yang telah menemani hidup saya paling kurang 16 tahun lamanya ini pergi. Tentu ada rasa kehilangan dan kecewa karena checkup rutin yang dijalani tiap tahun sejak 1999-2006 tak mampu mendeteksi kenakalan gigi bungsu ini. Dokter gigi langganan saya tak memberi peringatan apa-apa hingga musibah ini terjadi. Memang tahun 2007 pernah alpa memeriksakan gigi karena temu janji (appointment) yang tidak pernah pas dan kesibukan persiapan haji untuk November. Tapi mengapa begitu terlambat ?!

Gigi bungsu ini tumbuh miring dan menghajar gigi geraham yang ada di sebelahnya. Pelan tapi pasti, terus mendesak, dan puncaknya saya merasa sensasi sakit yang luar biasa di bulan Maret 2008. Padahal hanya makan roti dengan mentega dan meses ceres, tapi denyutannya
ruarr biasa. Buru-buru pulang kantor sore itu namun denyutannya masih tak berhenti hingga waktu shalat Isya, schade. Alhamdulillaah selanjutnya bisa tidur malam lebih awal.

Akhirnya saya cek ke
dentist langganan di gedung Internasional Orchard pada 27 Maret 2008. Langsung divonis bahwa wisdom tooth (geraham bungsu) harus dicabut dan geraham sebelahnya harus mengalami nasib yang sama atau diselamatkan dengan root canal ! ( kasarnya ... sayang uang atau sayang gigi). Di x-ray segera dan kelihatan deh pergulatan yang tidak sehat di rahang ini plus dampak lobang besar di geraham sebelahnya itu. Alasan klasik bahwa wisdom tooth ini TAK ADA GUNANYE dan dicabut itu tidak ada efek ruginya saya dengar berulang-ulang petang itu.

Apa ada opsi lain ?

Nggak percaya dengan bualan dentist klinik swasta tadi karena saya masih berharap ada opsi lain untuk tidak dicabut, saya cek ke dentist di poliklinik gigi Tampines 10 Mai 2008 . Sama juga diagnosanya, kudu dicabut ! Lalu sang dentist muda di poli ini memberi surat rujukan untuk datang ke paguyuban dentist Singapura di NDC (Pusat Pergigian Nasional atau National Dental Center) dekat Outram Park MRT sana. Pantang mundur, saya jalani juga, pikir-pikir di NDC pasti dokter-dokter senior akan dapat memberi pandangan yang lebih bijak dan tidak asal ambil jalan pintas ... pull-pay-n-go saja macam dua dentist muda sebelumnya. Di NDC, x-ray lagi dan ternyata pendapat dua orang dokter senior di sana (sudah tua sih sih bawaannya) bahwa gigi bungsu ini memang HARUS DICABUT SEGERA. Tidak tanggung-tanggung sekaligus DUA ... bukan hanya geraham bungsu bawah yang miring itu, pasangan yang ada di atasnya juga perlu dicabut. Alasannya bila geraham bungsu atas (gba) itu dibiarkan tanpa pasangan, ia tak akan berguna untuk mengunyah dan akan menimbulkan efek sariawan dan gusi bengkak di kemudian hari karena "secara gravitasi" gba ini "turun" teratur.

Bismillah ! 27 Mei 2008 jam 11.30 saya coba menenangkan diri dan berkonsultasi dengan Allah untuk menyadari kondisi ini. Ibu dokter kepala para dentist di lantai dua NDC sekali lagi memberi semangat agar saya mantap dan meyakinkan efeknya akan makin buruk kalau dibiarkan. Pukul 2 sore, execution is started. Bukan mimpi, salin baju hijau untuk bedah, pakai bungkus rambut, bungkus sepatu, dan melepas seluruh material logam yang terpakai di badan ini dan berjalan menuju teater bedah. Isi form ini-itu, isi form Medisave, dan tanda tangan setuju untuk dioperasi. O..ya dokter bedah gigi ini bukan kedua dokter senior tadi.

Bedah dengan anastesi lokal berjalan sesuai yang dijanjikan 30 menit. Mata ditutup dan kombinasi besi-tang-bor grak-grik-gruk terus beraksi di dalam mulut pasrah yang dipaksa menganga ini. Selesai operasi saya perlu menggigit sumpalan perban kecil di dalam gusi bolong yang ditinggalkan gigi bungsu tadi sambil merasakan rahang ini kebal dan pipi kanan sedkit bengkak. Dapat cuti sakit (MC) 5 hari, makan Arcoxia(TM) 120mg
pain killer, 2x250mg antibiotik, dan obat kumur untuk konsumsi 5 hari.

Alhamdulillah setelah tiga hari darah berhenti total dan pemakaian Arcoxia sudah boleh dihentikan. Dua minggu perlu bersabar makan bubur,
thanks a lot honey :-) Namun ada rasa nyeri dari tempat jahitan yang menimbulkan sariawan besar. Hari kelima MC jahitan dilepas dan dokter bedah ini menyatakan everything looks fine dan ia hanya memberi gel penyembuh sariawan saja. Tambahnya gusi baru akan bertaut 2-3 bulan kemudian ... hmmm ... apa tidak khawatir sisa makanan bersarang di sana dan menjadi sarang bakteri.

Korban tabrakan ditambal

Takjub dentist muda belia ini dan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya tak jemu-jemu melihat kondisi geraham korban yang ditabrak geraham bungsu sebelumnya. Namun dia tetap optimis dan memberi harapan bahwa gigi ini dapat ditambal meski lobangnya gede. Doi hanya khawatir lobang itu telah menyusup menembus email dan dentin sehingga menembus halus pulp atau rambut syaraf gigi. Oh ... NO ! Pantasan waktu tertekan dulu sensasinya menjadi-jadi. Tapi saya tak mau kehilangan gigi lagi dan opsi perawatan kanal akar (root canal) adalah terlalu bertele-tele dan makan waktu n biaya.

Saya tanyakan tentang nyeri dan mengapa gusi saya masih nampak seperti bolong. Jawabnya "melegakan", bahwa itu normal, daerah bekas tapak geraham bungsu itu dapat dibersihkan dengan sikat lembut dan ia akan bertaut rapat 2-3 bulan kemudian. Setelah itu ia bersiap untuk menambal lobang besar di geraham yang merana tadi. Ternyata perlu dibius lokal juga, dua lokasi gusi disuntik lagi, ALAMAK ! Memang pekerjaan tambal ini cukup heboh dengan besi beradu bor mengawali kerja mbak dentist dan perawat filipino pendampingnya ini. Kapok deh. Tindakan berlangsung sekitar 30 menit di hari Kamis 12 Juni 2008 11:15 itu. Tidak ada resep pembunuh rasa sakit atau antibiotik yang diberi, dan juga tak ada MC ! Pulang dari NDC saya ke kantor, dua jam setelah jam istirahat timbul rasa sakit atau ngilu yang bercampur-campur setelah efek bius hilang ! O..la..la.. denyut sakit berterusan dan mereda setelah saya berniat pulang ke rumah.

Ampun ... tolong ini sakit gigi atau sakit gusi ?

Sampai hari ini setelah 15 hari pulang dari tambal gigi, selalu timbul peristiwa horor. Dini hari sekitar pukul 2-3 pagi, muncul denyut-denyut yang konsisten di daerah bekas operasi, membuat pening kepala dan mual. Saya coba untuk minum air atau kumur-kumur dengan ORAL guard antiseptic mouth wash masih saja belum reda. Efek ini berhenti setelah satu jam-an karena mata pun lama-lama tak kuat menahan kantuk dan akhirnya tertidur pulas saja sampai azan subuh. Setelah itu seperti tak ada kejadian apa-apa, normal saja sambil diselingi sensasi ringan sekali-kali saat makan pagi atau siang. Saya mulai hindari untuk memakai geraham rahang kanan untuk mengunyah, kemungkinan gusi yang masih dalam tahap pembentukan tadi belum siap sepenuhnya untuk menerima makanan kasar. Entahlah apa gigi geraham tambal "meskipun sudah ada bolong yang tembus" itu yang bernyanyi karena bakteri nakal beraksi tiap dini hari. Ada apa gerangan dan apa yang harusnya dilakukan ??? Semoga gejala ini segera berakhir dan saya dapat kembali istirahat teratur di malam hari.

Terima kasih kalau ada yang berbagi pengalaman atau nasehat.

Informasi tentang sakit gigi dan hubungan ke syaraf dapat dibaca di doctorspiller.com


Jun 26, 2008

Menanti notebook dengan DDR3 DRAM

Mengikuti trend penutup tahun lalu, dua kuartal pertama tahun 2008 ini mencatat harga memori (DRAM) untuk kebutuhan PC dan notebook cenderung tetap pada level terendah dan belum ada tanda-tanda kenaikan. Setiap perusahaan penghasil DRAM banting harga dan ini menguntungkan konsumen. Mayoritas modul DRAM yang terpasang pada PC atau notebook baru saat ini berasal dari keluarga chip DDR2 dengan frekuensi operasi maksimum dari 533 hingga 1066 MHz (PC4200 - PC8500). Khusus untuk notebook gres di pasaran baru dilengkapi DDR2 667 atau paling keren 800 MHz.

Mengapa produsen notebook belum mempromosikan pemakaian DDR3 dalam produksi baru mereka, sementara memori generasi ketiga ini telah eksis lebih dari 1 tahun di pasaran ?
  1. Faktor ekonomi mungkin menjadi alasan utama: inflasi tinggi, dollar AS yang melemah, harga minyak dunia melangit, inventori lama yang belum habis karena daya beli masyarakat menurun dll.
  2. DDR3 lahir sebelum waktunya (DDR3 was too far ahead of it's time to be adopted early on -- komentar Olin Coles,Mai 2008). Untuk memanfaatkan kecepatan maksimum dari DDR3 tentu dibutuhkan kelas papan induk (motherboard) yang mendukung kecepatan bus (FSB) minimal 800 MHz. Ini menyebabkan harga produk akhir menjadi tinggi dan hanya "dianggap wajar" oleh para gamer serius pemakai Alienware Area-51 atau penggemar overclocker sejati saja. Mayoritas pemakai umum untuk bekerja di rumah atau kantor belum membutuhkan kinerja ini.
  3. Harga masih tinggi. Sebagai perbandingan harga modul DDR3 notebook merek Crucial dengan specs DDR3-1066/PC3-8500 dijual dengan harga USD 85 (1GB) dan USD 145 (2GB), sementara DDR2-800/PC2-6400 dilepas dengan harga jauh lebih murah yaitu USD 26 (1GB) dan USD 55 (2GB). Di Singapura sendiri harga untuk Kingston DDR2-667 berkisar antara SGD 32-35 (1GB) dan SGD 62 - 65 (2GB). Sementara untuk versi 800 MHz hanya lebih mahal sekitar SGD 5 - 10 saja per GB. Namun fenomena ini relatif mengikuti hukum pasar saja, menunggu sampai DDR3 menjadi komoditas semacam DDR2.
  4. DDR3 akan terasa lebih efektif jika disandingkan dengan CPU dan sistem operasi 64 bit. Pangsa pasar 64 bit saat ini ada dua diantaranya: (1) high-end server untuk aplikasi dan penyimpanan (2) piranti network kakap semacam application gateway, core/distribution router, dan datacenter-class switch.
HP dengan notebook gaban HDX series yang memakai Intel Core 2 Extreme X9000 (2.8 GHz) belum merasa perlu untuk menggunakan DDR3. Demikian pula dengan notebook mahal Fujitsu Lifebook E8410 yang hanya menyandingkan DDR2-667 dengan Intel Core 2 Duo T9300 (2.5 GHz). Memang mempopulerkan DDR3 pada notebook membutuhkan waktu lebih lama karena belum tersedianya chipset yang optimal untuk mendukungnya.


Tiga Keunggulan DDR3
3. Hemat energi
Dengan energi yang lebih hemat maka disipasi panas ke lingkungan akan berkurang sehingga kebutuhan pendingin udara pun berkurang. Ini amat dirasakan di ruang-ruang server semacam datacenter (server-server aplikasi web/email/ERP/database skala menengah hingga tinggi) ataupun network operation control (NOC) yang disesaki server, router, switch, firewall, IDS dll. Sebagai contoh satu server berbasis Intel Xeon Quad 64bit membutuhkan daya tak kurang dari 500W pada operasi normal, bayangkan panas yang terbuang ke ruangan kalau ada 100 server macam itu bekerja bersama. Panas yang dilepas itu tentunya harus dikompensasi dengan pengaliran udara dan pendinginan (HVAC) yang tepat. Semuanya membutuhkan energi, yang jelas akan berdampak pada naik turunnya tagihan listrik di akhir bulan nanti.

2. Umur batere lebih lama
DDR3 yang dicatu tegangan 1.5V adalah 17-30% lebih hemat pada operasi normal dibandingkan DDR2 yang dicatu 1.8V. Contoh lebih ekstrim jika membandingkan DDR2-1066 yang dicatu tegangan lebih tinggi lagi yaitu 2.2V, akan diperoleh 32% penghematan dibandingkan DDR3-1600. Ini adalah keuntungan yang sama dirasakan pada saat konsumen bertukar dari DDR ke DDR2 lima tahun yang lalu, dimana catu tegangan turun dari 2.5 V (DDR) ke 1.8 V. Penghematan energi yang terpakai akan memperpanjang daya tahan batere selama notebook dipakai mobile (menurut Samsung umur batere akan lebih lama 20 menitan dibanding DDR2).

1. Kinerja Dobel
Dengan kemampuan transfer data dua kali lebih banyak (8 bit prefetch architecture) dibandingkan DDR2 (4 bit prefetch architecture) tentunya menghasilkan kinerja yang meningkat minimal dua kali lipat. Sistem yang dikombinasikan dengan tepat antara CPU (external clock speed, ukuran L2 cache, dan dual-channel memory access), chipset (kecepatan FSB speed), dan DRAM (kecepatan max system) akan menghasilkan peningkatan kinerja yang istimewa. Utilitas CPU-Z mudah dipakai untuk mengidentifikasi spesifikasi notebook yang Anda pakai saat ini. Sebagai contoh "versi pemula" dari PC Alienware Area-51 di atas dibangun oleh Intel Core 2 "Penryn" dengan 6 MB L2-cache (Duo), 1333 MHz FSB, dan 4 GB DDR3-1333.

Penghasil DDR3
Manufaktur modul DRAM terkenal untuk desktop PC (soket 240 pin DIMM) dan notebook (soket 200 pin SO-DIMM) yang dibandingkan adalah Kingston, OCZ, Corsair, dan Crucial (info lengkap baca di Toms Hardware). Produksi chip DDR3 saat ini dikuasai oleh pemain-pemain besar seperti Samsung, Hynix, Qimonda, dan Micron. Diperkirakan pasar komputer dengan DDR3 baru akan ramai pada pertengahan tahun 2009 sementara untuk notebook akan datang lebih lambat lagi. Intel hadir dengan chipset Bearlake-X sementara AMD hadir dengan soket AM3 untuk mendukung DDR3 (awal 2008) sesuai tulisan di EETimes pertengahan tahun lalu.

Mengenal label DDR3
Sebagai informasi, keluarga DDR DRAM memiliki kode yang diatur oleh JEDEC standard dengan simbol penamaan DDRn-xxxx/PCn-yyyy. Kode dibaca sbb.: n adalah generasi DDR chip 1/2/3, xxxx adalah frekuensi operasi maksimum tiap chip yang terpasang dalam keping DRAM, dan yyyy adalah kode untuk keping modul DRAM secara kesatuan yang menyatakan kecepatan transfer maksimum data dalam satuan megabyte/detik (MB/s). Sebagai contoh sekeping modul memori untuk notebook (SO-DIMM) dengan label DDR2-667/PC2-5400 akan memiliki spesifikasi sbb :
  • Merupakan generasi kedua dari DDR
  • Dapat dipaksa bekerja hingga frekuensi maksimum 667 MHz (kecepatan clock internal nya hanya 50% dari frekuensi maksimum ini yaitu 333 MHz).
  • Angka 5400 menunjukkan kecepatan transfer data dalam megabyte per detik, dalam contoh ini DDR2-667 dapat melakukan 5336 MB/s (dan dibulatkan 5400)*.
Jadi bagaimana kesimpulannya, apa perlu bersabar menunggu notebook kelas rakyat dilengkapi DDR3 ? Apa kinerja DDR3 benar-benar dibutuhkan mengingat harga premium yang dibayarkan dan keperluan notebook hanya untuk pemakaian di rumah sahaja: surfing di internet, pengolah kata, nge-blog, presentasi, mendengarkan MP3, menonton DVD/Youtube, chatting, ... Mau nunggu upgrade sampai kapan ! :-)

Catatan:
*The maximum transfer rate for a memory module can be calculated thru the following formula:
DIMM modules transfer 64 bits or 8 bytes at a time, we can simplify this formula to:
Maximum Theoretical Transfer Rate = clock x 8

Grafik berasal dari halaman Samsung DDR3

Jun 25, 2008

Perlukah bergantung pada Micro$ft Word ?

... jika saat ini telah tersedia 10 produk alternatif gratis yang dapat diinstall langsung di cakram keras (hard disk) sendiri atau tersedia online 24 jam kapan saja dan dimana saja selama ada hubungan ke internet ?

Tentu saja tidak (atau berkurang ketergantungan tsb), modal utamanya adalah mau sedikit bersabar untuk dapat memperolehnya dan mempelajarinya sendiri. Sabar untuk tidak membeli barang bajakan dan sabar pula jika harus mengunduhnya (download) dari internet :-) Tapi saya yakin pasti sudah banyak yang menjual installer CD nya. Dua yang paling "power" tentu saja OpenOffice dan Goggle Docs.

Ini daftarnya:

Lima untuk dipasang di local hard disk
1. OpenOffice.Org
Amat mudah dipakai bagi para pemakai produk M$ Office. Menyediakan empat aplikasi tandingan berupa Writer (pengolah kata -- Word), Calc (pengolah tabel -- Excel), Impress (penyaji presentasi -- PowerPoint), Draw (aplikasi gambar), dan Base (manipulasi database -- Access). Saya sudah pernah mencobanya, cukup intuitif dan mudah digunakan, sementara hasilnya memuaskan.

2. AbiWord
Tersedia dalam berbagai platform seperti UNIX, MacOS dan Windows. Kompatibel dengan MS Word, OpenOffice, WOrdPerfect, dan PalmOS.

3. Jarte
Dibuat berdasarkan Wordpress engine. Kompatibel dengan Word dan Wordpad

4. IBM Lotus Symphony
Dibuat berdasarkan OpenOffice.org. Menyediakan pengolah kata, pengolah tabel, dan penyaji presentasi.

5. Neo Office
Dibuat untuk MacOS. Menyediakan pengolah kata, pengolah tabel, editor grafik, pengolah database, dan penyaji presentasi.

Lima yang dapat diakses dimana saja dengan koneksi internet
1. Google Docs
Menyediakan pengolah kata, pengolah tabel, dan penyaji presentasi. Modalnya cukup dengan mendaftar account Google secara gratis juga. Ini dapat digunakan sebagai sarana backup dokumen atau tulisan-tulisan blog.

2. Zoho
Dapat diakses dengan account Google atau Yahoo. Menyediakan sekitar 20 aplikasi dan termasuk Writer untuk pengolah kata.

3. ThinkFree

4. AjaxWrite
Menyediakan ajaxWrite, ajaxSketch, ajaxXLS, ajaxPresent dan ajaxTunes.

5. Peeple


Open OfficeAbiWordJarte
LotusGoogle DocsZoho
Think FreeAjax WritePeepelNeo Office

Jun 24, 2008

Toilet Bagi Pemakai Kursi Roda

Rasanya ini adalah nama yang tepat bagi toilet khusus ini dan jelas tersirat dari simbol yang menandainya. Meskipun di dalam praktek, siapapun dapat memanfaatkannya. Ukuran pintu dan ruang toilet relatif lebih besar cukup untuk pergerakan kursi roda, asesoris yang diperlukan berada dalam jangkauan pemakai, cermin yang miring menghadap ke bawah dan dilengkapi dengan pegangan besi dimana-mana.

Toilet ini adalah favorit saya terutama di tempat-tempat umum karena umumnya dia lebih bersih dan satu hal yang paling istimewa adalah terintegrasinya washtafel (wash basin) di dekat kloset (water closet bowl). Dengan demikian "mudah dijangkau" untuk bersuci dan dilanjutkan dengan berwudhu apabila sudah masuk waktu shalat fardhu. Privasi terjaga dan sesuai syariah untuk tidak memamerkan aurat pada khalayak. Umumnya unisex sehingga gender apapun dapat memakainya.

Alhamdulillah toilet khusus ini juga ada di tiap lantai kantor. Seperti yang dicanangkan BCA Singapura tahun 2006 bahwa kewajiban bagi tiap bangunan/kantor baru untuk memiliki konsep desain universal (*UD: Universal Design) yang mengatur tata ruang dan sarana dalam sebuah tempat publik agar memiliki kemudahan bagi tiap pemakai untuk segala usia (all age groups) dan dalam kondisi apapun (different abilities including temporary disability). Saya rela menunggu 5-10 menitan demi dapat akses ke toilet ini meski toilet umum (normal) tersedia. Lho memangnya ada pegawai yang memakai kursi roda di lantai kantor saya ? Tidak ada seorangpun. Dan sampai saat ini hanya seorang pegawai muslim di lantai tsb. Lhoo ... tapi mengapa harus antri.

Awalnya saya juga heran karena toilet normal sedang kosong dan tidak ada kerja-kerja pembersihan saat itu, tapi tampak rekan kerja memakai toilet ini. Dengan berjalannya waktu saya sudah dapat mengenal siapa-siapa saja yang berulang kali menyinggahi toilet tsb. Lebih banyak pemakai dan datang dari berbagai kaum, bahkan karyawan dari Eropa Barat yang biasanya taat aturan pun ikut-ikutan memanfaatkan toilet ini (mungkin karena mereka sudah lama di Asia sehingga ikut tercuci kepatuhannya he..he..). Apalagi kaum Cina dan India, sikat saja mumpung kosong. Hanya sebagian dari high rank white collar atau delegasi asing dalam perjalanan dinas yang tak mengindahkan toilet ini :-) Di akhir tulisan ini saya akan coba urutkan beberapa kemungkinan mengapa mereka (mayoritas pria) memasuki toilet ini:
  • Letaknya yang lebih dekat pintu akses dibandingkan toilet normal (sehingga menghemat langkah kaki sejauh 5 meter)
  • Saat toilet normal sedang dibersihkan
  • Lebih bersih dan luas :-)
  • Privasi terjaga karena hanya dipakai seorang diri
  • Tergantung mood (masuk saja kala kosong)
Menurut pengamatan dan hasil wawancara pribadi dengan pemakai lain terungkap bahwa alasan utama mereka ingin kembali lagi dan lagi kesini adalah karena faktor kebersihan. Mungkin pada awalnya mereka tersangkut di sini karena toilet normal sedang dibersihkan, namun ternyata pada hari-hari selanjutnya ada perasaan lebih puas untuk kembali ke toilet khusus ini. Kebersihan itu intinya ! Ini artinya kebersihan itu universal milik siapa saja dan sudah menjadi tugas utama tiap muslim menjaganya. Saya perlu berdisiplin untuk memperhatikan kebersihan saat memakainya karena orang lain pun akan (atau sering) melihat bahwa saya adalah frequent user dari toilet tsb. Mengeringkan washtafel sehabis berwudhu, menghindari percikan air yang berlebihan sehingga lantai becek, membuang tisu dalam tempatnya, mematikan lampu saat keluar toilet ... dan last but not least, bersabar karena akan makin banyak pemakai dan tidak perlu menunda hingga kebelet untuk melepas hajat :-)















*Pustaka:
Konsep UD oleh BCA secara detail (Code on Accessibility 2007)

Jun 21, 2008

Menikmati liburan sebagai fotografer

Pulang kemarin ke kampuang nan jauah di mato setelah 2 tahun absen menghirup udara gunung Merapi dan Singgalang cukup melelahkan. Penyebab utamanya tentu karena jadwal yang padat dan masa yang singkat. Berpindah dari satu tempat ke tempat lain: mengunjungi keluarga dekat, wisata kuliner, anjangsana ke Aua, dan menyinggahi satu dua tempat wisata. Semua dalam waktu kurang dari 5 hari. Kalau sarana transportasi nya terjamin mungkin lebih nyaman, namun ini ada kalanya sepasang kaki atau sepasang roda (baca: ojek) adalah the best we can afford :-) Sebagai pengobat lelah, tentunya menikmati udara segar pegunungan dan pemandangan alam yang damai jauh dari hiruk pikuk kota.

Kembali ke judul, ternyata ada satu penyebab lain yang tanpa disadari ikut menguras stamina yaitu capek jadi tukang potret dadakan. Potret sana potret sini, hari panas, pasar yang sesak, rela jalan kaki demi menangkap objek dan pemandangan indah sepanjang jalan (ah keliru, memang tak ada kendaraan lain sehingga mengandalkan sepasang kaki dan ojek saja).


Menjadi pemotret sukarelawan

Memang tak mudah :-) Padahal hanya bermodalkan kamera digital kompak Canon A700 dengan mode di set to AUTO point-and-shoot, tinggal jepret. Tak pusing-pusing dengan pengaturan ajaib macam aperture, exposure, white balance, shutter speed, dynamic range, depth of field, ISO dll. Hasil jelek tinggal hapus. Dua modal utama adalah niat dan kekuatan batere AA. Selebihnya adalah petuah turun temurun bapak pada anaknya semacam: tangan tak boleh gemetar, cahaya cukup, tekan tombol jepret (shutter release button) setengah dulu sebelum tekan penuh, jangan menantang matahari, menghindari flash untuk hasil alami dalam ruangan, dan tahu cara memakai pewaktu (self timer) untuk foto bareng. Apalagi dengan adanya layar LCD 2.5" tempat mengamati objek sebelum dipotret, pasti amat membantu.
Bayangkan kalau harus bawa "persenjataan" macam kaki tiga (tripod), DSLR pro yang punya badan setengah kiloan lebih beratnya, beberapa tabung lensa dari yang wideangle sampai yg tele, baterai cadangan, lampu flash tambahan, ... Terus diimbangi dengan liuk-liuk tubuh untuk mencari sudut jepret yang tepat, mengamati objek untuk mencari komposisi yang pas, atau menanti saat yang tepat untuk memotret momen tertentu. Wah ... kebayang deh ribet :-) Belum lagi tentengan yang berat akan membuat mandi keringat.


Dokumentasi ?

Kadang saya berfikir jjs ini kan sekali-sekali dan bukan tiap kali berkunjung ke tempat yg sama. Dokumentasi memang perlu, tapi apa harus menyita kebahagiaan menikmati liburan keluarga ini. Kadang sejarah atau hikmah dibalik objek yang difoto itu justru lebih penting untuk direnungkan.

Nah kalau begitu mana ada waktu untuk menikmati jjs yang singkat tsb. Apalagi istri atau anak juga minta perhatian, sementara objek dan pemandangan justru terasa lebih indah dinikmati dengan mata telanjang dan bukan mata kamera. Ada lagi yang konyol sementara lambung sudah menggebu-gebu minta diisi nasi kapau yang hangat dan nikmat eh ... ada objek menarik untuk diabadikan :-( Si pemotret akhirnya sudah tak bisa fokus pada ritual kuliner yang wajib dinikmati. Pulang jjs pun udah tak inget lagi, tadi di sepanjang jalan objek apa saja yg dilihat, apa sejarahnya, apa keistimewaannya dll, eh ini mah kalau jadi antropolog yah ...


Nah bagaimana baiknya?

Buat saya yang tidak menjadikan fotografi sebagai hobi atau sarana mencari nafkah (hingga saat ini) maka satu kamera kompak A700 saja sudah cukup. Kamera ini ringan disandang (kurang dari 300 gram) dan pasti boleh dibawa masuk ke kabin pesawat. A700 cukup kaya dengan berbagai pengaturan manual dan hasil foto-fotonya bagus. Tinggal meluangkan waktu untuk berlatih dengan membaca buku petunjuk atau baca-baca di internet sehingga terasa kelebihan kamera ini dibandingkan produk Taiwan yang lebih sederhana atau HP yang dilengkapi kamera.

  1. Tema perjalanan: liburan keluarga atau berburu foto.
    Artinya prioritas adalah menemani keluarga dan menikmati momen penting bersama mereka tanpa harus menghabiskan waktu mencari objek foto.
  2. Sisihkan waktu khusus.
    Beri tahu istri, anak-anak, atau keluarga sehingga mereka tidak menunggu atau "kehilangan" sang pemotret.
  3. Abadikan objek secara alami dan tidak harus objek selalu berada dalam posisi siap difoto (cheese smile or pose).
  4. Kamera selalu siap dengan batere dan kapasitas memori yang cukup.
  5. Pelajari manual dan berlatih memakai kamera, sehingga diperoleh hasil yang lebih memukau dengan setting yang tepat. Momen unik kadang hanya datang sekali dan tak ada waktu banyak untuk mencoba-coba.

Kadang-kadang mendelegasikan orang lain untuk mengambil foto atau minta tolong pada turis lain untuk mengabadikan foto keluarga jelas besar manfaatnya. Inilah kesempatan buat sang pemotret menikmati saat-saat menjadi subjek potret :-)

I am just a volunteer traveling snapshooter
1-6 Mai 2008