May 5, 2010

Jakarta Juga Bisa Lancar

Alhamdulillaah ada juga pengalaman di Jakarta yang super lancar. Jika bisa dipermudah mengapa harus dipersulit.

Pengalaman pra-Subuh untuk mengejar penerbangan pertama Lion JT152 dari Soeta di pagi 4 Mei kemarin memang cukup berkesan. Awalnya saya baru tahu bahwa bus ulang alik (shuttle bus) bandara pertama berangkat dari Rawamangun seawal jam 0300 dengan interval 30 menit. Nah "tertarik"dengan tantangan ini, kami rencanakan untuk ikut bus DAMRI jam 0430. Toh bawaan tak banyak dan asumsi kami lalu lintas most likely sangat lancar dini hari itu.

Benar ada !
Saat tiba di terminal Rawamangun jam 0415 memang bus itu sudah nangkring dengan mayoritas kursi sudah terisi. Bus mulai bergerak sesuai jadwal 0430. Mendekati tol bandara jalanan agak penuh, tidak disangka ramai juga trafik ke bandara di pagi sebelum ayam jago berkokok itu. Memasuki kawasan terminal 1 nampak suasana bandara yang cukup ramai padahal jam baru menunjukkan 0510 ... ck..ck... DAMRI jeli dan tanggap mendengar keinginan konsumennya untuk menyediakan bus sepagi itu. Sepertinya makin banyak penerbangan domestik yang berangkat pada dini hari, tujuannya tentu saja untuk para pegawai, pedagang, atau usahawan yang harus tiba saat jam awal kantor di tempat tujuan.

Antri-dan-Antri
Tiba di terminal 2D, kondektur DAMRI membantu menurunkan bagasi, dan saya langsung cari trolley untuk bagasi. Di layar informasi terlihat check-in counter Lion adalah di pintu E3 ... oo ... tinggal 5 menit lagi sebelum jarum jam menunjukkan 0520 alias 60 menit pra take-off. Ternyata harus berjalan kaki cukup jauh juga menuju pintu E3 tsb. Antri pertama sebelum periksa barang di pintu masuk, tak ada masalah. Selanjutnya di counter Lion hanya dibuka dua jalur, di sini pun antrian panjang. Koq tidak dibuka tiga jalur ya ? Pihak Lion sepertinya tidak antisipasi bahwa penerbangan pertama pagi tsb bakal seramai itu. Di Singapura memang ada long weekend, namun antrian ramai ini bukan semuanya calon penumpang yg sedang memanfaatkan long weekend saya fikir. Jadwal pemberangkatan dikoreksi mundur 10 menit.

Mendekati tiga puluh menit terakhir antrian masih cukup panjang. Pihak Lion akhirnya membuka counter ketiga, khusus untuk calon penumpang yang tidak memiliki bagasi. Alhamdulillaah jadi lebih cepat. Selesai antri check-in, antri berikutnya adalah antri imigrasi. Nah ini juga tak kalah ramainya, padahal sudah dibuka jalur maksimum, lupa tepatnya, tapi lebih dari sepuluh. Petugas2 imigrasi yang dapat piket pagi itu umumnya junior, mungkin baru lulus pendidikan. Maklum sajalah senior nya (mungkin sudah berkeluarga) enggan disuruh piket pagi he..he... Antrian di jalur kami lancar, tak ada calon penumpang yang bermasalah.

Lepas imigrasi, langsung seorang ground staff Lion menginstruksikan kami untuk segera menuju pesawat. Tak ada waktu lagi untuk cuci mata sana sini :-) Padahal tadinya mau mencari mesin ATM untuk transfer ke rekening kawan. Benar saja waktu tinggal 20 menit lagi. Tiba di boarding room, ruangan sudah hampir kosong, tinggal dua tiga orang saja yang mungkin juga terhambat antrian tadi. Mampir ke toilet sebentar dan langsung bergegas menuju pesawat. Tidak ada antrian di belalai, langsung masuk pintu depan dan disambut pramugari. Tampak banyak kursi yang masih kosong dan kami harus berjuang menuju baris ke 32.

Kesimpulan
Alhamdulillaah ucap dalam hati, aktivitas adrenalin ekstra pagi itu selesai. Bila saja ada faktor-faktor penghambat dalam ritual dini hari itu, entah disebabkan faktor manusia atau faktor teknis, sudah jelas resikonya ditinggal pesawat. Jelas sekali konsep mestakung (semesta mendukung) seperti ini tetaplah bukan mimpi untuk terwujud di Jakarta. Semua pihak berusaha untuk mensukseskan tujuan bersama, saling bekerja profesional, dan tidak ada yang beraksi kontra produktif (baca: mempersulit secara sengaja atau tidak). Bukannya memperparah keadaan dengan birokrasi berbelit, uang pelicin, tidak mau antri teratur, supir yang tidak taat jadwal atau akibat komputer macet, kesalahan sistem, bus mogok karena kurang perawatan, dll.

Bravo Indonesia, semoga hari esok lebih baik lagi
(Terima kasih untuk DAMRI, petugas imigrasi/beacukai, dan staf Lion bandara Soeta pagi itu).


No comments:

Post a Comment