Aug 8, 2011

Mengapa Smandel Harus Mahal


Tulisan ini berasal dari diskusi di milis Smandel90.  Sebuah thread terpanjang yg pernah kami diskusikan. Diawali posting mengenai peringkat SMU8 dalam UN 2010 dan 2011 diantara SMU  negeri dan swasta di Jakarta, lalu melebar ke isu SANGAT mahalnya Smandel kini.

Sebenarnya saya pun tak paham mengapa biaya pendidikan high elementary seperti smp, smu negeri itu perlu mahal.
Apa uang praktikum nya ?
Apa biaya perpus, PLN, PAM, pemeliharaan ... ?
Apa gaji guru ?
Apakah sekolah top itu harus mahal ?
Studi kasus sebuah SMA dalam imaji:
Anggaplah gaji guru paling besar anggarannya.
Asumsi ada 10 kelas per tahun ajaran, jadi serempak ada 30 kelas running parallel.
Anggap ada 5 guru mata pelajaran per bidang studi.
Nah waktu saya SMA, ada 10 bidang studi, jadi ada 50 guru.
Misalkan ada guru-guru senior yg bekerja sebanyak 20 guru.
Pegawai tatausaha yg menjalankan administrasi 20 orang.
Officeboy, supir, satpam digenapkan 20 orang.

Sekarang hitung anggaran gaji dan pengeluaran tiap bulan spt yg disajikan tabel berikut.

Sumber Daya Manusia (SDM)
50 guru biasa @ Rp. 5jt
Rp. 250 jt
20 guru senior @ Rp. 10jt
Rp. 200 jt
Tatausaha @ Rp. 3 jt
Rp. 60 jt
Officeboy, supir, satpam
Rp. 30 jt
Sub Total SDM

Sumber Daya Sarana (SDS)
PLN
Rp. 20 jt
Air
Rp. 10 jt
Pemeliharaan
Rp. 20 jt
Biaya Ekstra
Rp. 10 jt
Sub Total SDS
Rp. 60 jt
Total SDM + SDS
Rp. 600 jt

Asumsi inflasi di kota besar adalah 12%/tahun, artinya harus sedia dana 606jt per bulan. Genepin dah dengan dana perayaan ini itu, tunjangan THR, sehingga menjadi 700jt. Sekolah menganggarkan dana operasi tujuh ratus juta rupiah sebulan ! Yang artinya sekolah sudah memiliki "tabungan" Rp. 94jt sebulan, yg di ujung tahun menjadi dana abadi setengah milyar + siap sebagai dana hari raya alias THR bagi 110 orang pengelola sekolah (asumsi gaji ke-13). Mudah-mudahan saya tak  menggembungkan dana tsb terlalu besar :-)
 

Sekarang mari hitung sumber penerimaan DARI SISWA saja.

Murid satu kelas 35 orang. Dengan adanya 30 kelas yg diajar per hari berarti total murid dipukul rata 30x35 orang. Keperluan Rp. 700jt tadi dibagi rata, sehingga didapat iuran SPP kurang dari Rp. 700 ribu per siswa. Lalu dibuatlah aturan subsidi silang agar tidak hanya orang kaya yang boleh sekolah di sini. Saya membayangkan ada siswa pintar kurang mampu yg bayar Rp. 100 ribu sebulan dan ada siswa sangat mampu yg bayar Rp. 1500 ribu sebulan. Rata-rata lainnya membayar Rp. 700 ribu.
  
Eitts tunggu dulu ... bgm dgn biaya bangunan ?

Maksudnya tuh gedung kan dibangun pakai DHUIIITTT !
Jika benar2 swasembada memang semua kudu urunan.
Katakan uang bangunan Rp. 10M, perlu dicicil 10 tahun, alias 1M per tahun.
Cicilan dibebankan ke wali murid baru, artinya 1M/(10x35) = 3jt per orang.
Katakan perlu ditambah bunga bank 12%/thn plus uang meja, uang bangku, dll ...
Persatuan Orang tua Murid dan Guru setuju angka dari langit, uang bangunan 5jt per siswa.
  
Nah di tahun ke-10 tentunya bangunan lunas (asumsi kalau sekolah negeri tanahnya gratis kan ...)
Jadi yg masuk tahun ke-11 bayar uang bangunan lebih ringan ...

Atau mau disamakan dengan tujuan subsidi silang atau penambahan ruangan kelas, lab upgrading, sport facility dll.
  
Kesimpulan:
Seorang siswa SMA hanya perlu bayar 5jt di awal + spp 700rb per bulan (selama 6 semester).
Atau agar tak memberatkan biaya bulanannya ... (utak utik sendiri lah ...), ia bayar uang awal 20jt + spp 100rb per bulan. 
Uang 20jt kalau mau dicicil selama 36 bulan jg boleh ... tapi bayar lebih dikit mak cik ...

Namun pada kenyataanya, calon siswa smandel membayar 3-4x lipat (atau lebih) untuk uang pangkal dan SPP bulanan yg mungkin hampir sama dengan prediksi di atas alias Rp 700 ribu per bulan. Smandel masih  sekolah pemerintah, dimana sebagian besar gaji/tunjangan guru berasal dari negara.
Mestinya lebih murah lageeee.... kan ?


Do I miss something here ???



[bersambung ke bagian :2:]



No comments:

Post a Comment